Konsumsi Pil KB Saat Hamil, Apa Efeknya?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Konsumsi Pil KB Saat Hamil, Apa Efeknya?

Halodoc, Jakarta - Kontrasepsi adalah hal yang penting bagi pasangan suami istri yang sedang menunda atau mencegah kehamilan. Biasanya kontrasepsi akan dipilih atau baru digunakan saat istri telah melahirkan anak pertama. Salah satu jenis yang cukup banyak digunakan adalah pil KB yang wajib dikonsumsi secara rutin oleh sang istri. 

Pil KB nyatanya merupakan salah satu metode kontrasepsi yang paling populer di Indonesia. Efektivitas pil KB dalam mencegah kehamilan bisa mencapai 92 persen. Namun, nyatanya wanita masih bisa hamil saat konsumsi pil KB. Ini terjadi lantaran mereka kurang disiplin dalam mengonsumsi pil KB secara rutin. Penting diingat bahwa bahaya bisa muncul saat ibu ternyata masih rutin konsumsi pil KB saat hamil. Ingin tahu apa saja efeknya? Ini ulasannya!

Baca juga: Lupa Minum Pil KB, Apa Risikonya? 

Efek Konsumsi Pil KB Saat Hamil

Ada kalanya kehamilan terjadi tanpa direncanakan sebelumnya oleh pasangan suami istri. Saat masih konsumsi pil KB, ibu baru mengetahui status kehamilan saat tanda-tanda kehamilan mulai jelas terlihat. Meskipun sudah banyak penelitian yang dilakukan untuk mengetahui keamanan serta efek samping yang ditimbulkan oleh pil KB, hingga kini masih belum banyak studi yang dilakukan mengenai dampak penggunaannya selama kehamilan. Namun, dicurigai terdapat beberapa efek yang bisa terjadi karenanya. Di antaranya:

  • Meningkatkan Konsentrasi Vitamin A. Berdasarkan sejumlah penelitian mengenai hubungan penggunaan kontrasepsi oral dan kelainan janin, ditemukan bahwa pil KB mengandung hormon eksogen yang bisa meningkatkan konsentrasi vitamin A pada tubuh ibu hamil. Konsentrasi vitamin A ini nyatanya tidak baik untuk kesehatan janin karena bisa menimbulkan efek teratogenik. Secara sederhana, teratogenik merupakan kelainan yang ditimbulkan oleh zat vitamin A kepada bagian tubuh janin. Umumnya, ini akan menyebabkan kelainan pada struktur mata janin, seperti kerusakan pada retina. Selain itu, terdapat pula efek pada sistem saraf pusat yang ditandai oleh kelainan seperti hydrocephalus. Kelainan yang lain berupa kecacatan pada struktur jantung, kelainan telinga, dan kelainan pada pembentukan struktur tulang tengkorak pada janin. 
  • Menurunkan Konsentrasi Asam Folat. Tidak hanya itu, konsumsi pil KB selama hamil juga dapat menurunkan konsentrasi asam folat pada tubuh ibu hamil. Asam folat adalah nutrisi yang cukup penting selama kehamilan. Asam folat adalah zat esensial untuk pembentukan struktur tubuh janin serta organ dalam janin agar bisa berkembang dengan sempurna. Saat asam folat berkurang, maka tingkat risiko kecacatan janin bisa meningkat.

Baca juga: 5 Kelainan Bawaan pada Bayi

Namun, tidak semua penelitian mengatakan hal yang serupa. Misalnya penelitian yang dilakukan pada 2016 oleh kolaborasi tim peneliti dari Universitas Harvard dan Stanford di Amerika Serikat. Mereka menemukan bahwa penggunaan pil KB pada saat kehamilan maupun sebelum kehamilan nyatanya tidak akan berdampak secara negatif untuk  janin, dari sisi kesehatan dan tidak ditemukan adanya risiko yang buruk terhadap kehamilan.

Tidak hanya mereka, terdapat 10 penelitian lain yang dilakukan pada 1990 dengan tujuan untuk menyelidiki efek pil KB terhadap kehamilan. Hasilnya, tidak terdapat hubungan yang jelas dan tetap antara mengonsumsi pil KB saat waktu kehamilan dan kecacatan yang terjadi pada janin. Namun, mereka telah menemukan bahwa terdapat kemungkinan adanya cacat jantung janin yang ditimbulkan oleh konsumsi pil KB saat kehamilan berlangsung. 

Meskipun persentasenya kecil sekali. Secara spesifik, kelainan tersebut adalah hypoplastic left heart syndrome, yakni kecacatan saat bagian kiri jantung janin tidak terbentuk secara lengkap. Alhasil, akan terjadi gangguan pada fungsi jantung dalam menghantarkan darah ke seluruh tubuh. 

Tidak hanya itu, kelainan perkembangan saluran cerna seperti pada bagian usus juga bisa terjadi akibat konsumsi pil KB selama hamil. Ini dikenal dengan sebagai gastroschisis, yakni kondisi saat jaringan usus pada janin terletak di luar tubuh. Beberapa kecacatan lain juga bisa muncul, seperti kelainan pada pertumbuhan lengan janin serta kelainan pada pembentukan saluran kemih janin.

Baca juga: Pentingnya Pilih Kontrasepsi Ramah Lingkungan

Kuncinya, Disiplin saat Konsumsi PIl KB atau Gunakan Metode Lain

Meski masih diperdebatkan, alangkah lebih baik mencegah kecacatan pada janin dengan menerapkan disiplin saat mengonsumsi pil KB. Hindari konsumsi pil KB saat hamil dan pastikan ibu konsumsi pil KB tepat waktu dan jangan pernah melewatinya. Namun, jika ibu bukan tipe orang yang disiplin, metode kontrasepsi lain juga bisa dipertimbangkan. Ini penting untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan terjadi. 

Ingin mendapatkan informasi kontrasepsi yang tepat untuk kamu dan suami? Jangan khawatir, karena kamu bisa chat dengan dokter spesialis kandungan melalui aplikasi Halodoc. Dokter bisa kamu hubungi kapan dan di mana pun untuk memberikan saran kesehatan yang kamu butuhkan.

*artikel ini pernah tayang di SKATA