• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Konsumsi Susu UHT pada Busui Picu Alergi pada Bayi? Ini Faktanya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Konsumsi Susu UHT pada Busui Picu Alergi pada Bayi? Ini Faktanya

Konsumsi Susu UHT pada Busui Picu Alergi pada Bayi? Ini Faktanya

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 03 Februari 2022

“Pada umumnya alergi susu dapat berkembang ketika produk olahan susu sapi dari makanan ibu diteruskan ke bayi melalui ASI. Meski begitu, kebanyakan bayi sebenarnya tidak akan bereaksi terhadap kandungan ASI yang berasal dari makanan ibu mereka. Namun, penting untuk segera memeriksakan Si Kecil ke dokter jika dirinya mengalami gejala alergi seperti ruam kemerahan.”

Konsumsi Susu UHT pada Busui Picu Alergi pada Bayi? Ini FaktanyaKonsumsi Susu UHT pada Busui Picu Alergi pada Bayi? Ini Faktanya

Halodoc, Jakarta – Selain dapat mendukung tumbuh kembang Si Kecil, menyusui juga merupakan sumber asupan nutrisi utama bagi bayi. Seperti yang diketahui, setiap makanan yang dikonsumsi ibu hamil ini akan diserap dan dialirkan ke seluruh tubuh termasuk ke ASI.

Namun, ibu juga perlu berhati-hati dalam memenuhi segala asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Terutama jika ibu mengonsumsi susu UHT untuk memenuhi kebutuhan kalsium. Sebab, konsumsi susu UHT pada ibu menyusui dikabarkan dapat memicu terjadinya alergi susu pada bayi. Namun, benarkah demikian? Yuk simak faktanya di sini!

Ketahui Terlebih Dahulu Apa itu Susu UHT

Sebelum membahas terkait pertanyaan apakah konsumsi susu UHT bisa memicu alergi pada bayi, penting untuk mengetahui apa itu susu UHT terlebih dahulu. Nah, susu UHT, atau Ultra High Temperature merupakan susu sapi segar yang diolah melalui proses pemanasan setelah diperah dari sapi. Jenis susu tersebut dibuat dengan cara dipanaskan dalam suhu tinggi, yakni 140 derajat Celsius. Pemanasan tersebut dilakukan selama 2-3 detik dan bertujuan untuk membunuh bakteri jahat pada susu.

Meski diolah dengan cara dipanaskan, tapi proses pengolahan tersebut tidak mengurangi nutrisi yang terkandung dalam susu. Sebab, pemanasannya hanya dilakukan dalam durasi yang sangat singkat. Menariknya lagi, susu UHT juga dapat bertahan lebih lama jika dibandingkan dengan jenis susu lainnya. Kendati demikian, dianjurkan untuk segera menghabiskan susu tersebut jika kemasannya sudah dibuka.

Fakta Mengenai Konsumsi Susu UHT pada Busui

Alergi susu sapi merupakan reaksi berlebihan dari tubuh terhadap protein dalam susu sapi yang dianggap sebagai zat asing berbahaya. Akibatnya, sistem kekebalan tubuh dan pencernaan bayi yang belum stabil akan melepaskan senyawa histamine untuk melawan, sehingga memicu timbulnya reaksi alergi. 

Pada umumnya alergi susu dapat berkembang ketika susu sapi dari makanan ibu diteruskan ke bayi melalui ASI. Meski begitu, kebanyakan bayi sebenarnya tidak akan bereaksi terhadap kandungan ASI yang berasal dari makanan ibu mereka.

Namun, jika bayi menunjukkan reaksi alergi saat mengonsumsi ASI, penyebabnya mungkin susu sapi yang dikonsumsi ibunya.  Sebab,  sumber protein susu penyebab alergi umumnya terkandung dalam produk susu UHT. 

Menurut dr Tri Yuniarti, SPOG, meski sang ibu tidak memiliki alergi terhadap susu sapi, tapi susu sapi juga dapat memicu reaksi alergi pada bayi, terutama jika bayi memiliki alergi susu sapi. Jika muncul gejala alergi di sekitar area mulut Si Kecil seperti ruam kemerahan, gatal-gatal, hingga diare, hal ini menunjukkan bahwa bayi memiliki alergi terhadap susu sapi yang masuk ke dalam tubuhnya melalui ASI.

“Susu sapi yang diminum oleh ibu akan mengalir ke dalam ASI dan secara tak langsung si anak juga akan minum susu sapi tersebut. Akibatnya, terjadi reaksi alergi hingga diare karena sistem pencernaannya belum kuat”. Ujar dr Tri Yuniarti, SPOG, seperti yang dikutip dari salah satu media daring nasional.

Perlu diketahui bahwa susu sapi dapat membuat anak menjadi hipersensitif, sehingga tubuhnya menjadi lebih rentan terserang alergi. Reaksi alergi tersebut disebabkan oleh sensitivitas tubuhnya terhadap protein yang terkandung pada susu sapi yaitu beta-lactoglobulin.

Nah, itulah penjelasan mengenai fakta terkait konsumsi susu UHT bisa memicu alergi pada bayi. Jawabannya, hal tersebut memang dapat terjadi, terutama jika bayi memiliki alergi terhadap susu sapi. Meski begitu, kebanyakan bayi sebenarnya tidak akan bereaksi terhadap kandungan ASI yang berasal dari makanan ibu mereka. 

Oleh sebab itu, penting untuk selalu mengawasi setiap indikasi akan alergi setelah menyusui pada bayi. Jika bayi mengalami reaksi alergi setelah disusui, ibu perlu segera memeriksakan dirinya ke dokter spesialis anak. Tujuannya agar pemicu alergi dapat segera diketahui. 

Apabila penyebabnya memang protein yang terkandung pada susu sapi UHT, maka dokter biasanya akan menganjurkan ibu untuk menghentikan asupan susu tersebut. Melalui aplikasi Halodoc, ibu bisa membuat janji rumah sakit dengan dokter spesialis anak pilihan ibu. Tentunya tanpa perlu mengantre atau menunggu lama. Jadi tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang!

Referensi:

NHS. Diakses pada 2022. What should I do if I think my baby is allergic or intolerant to cows’ milk?
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Milk allergy 
Halodoc. Diakses pada 2022. Ketahui 3 Jenis Susu dalam Kemasan
Kompas. Diakses pada 2022. Awasi Konsumsi Susu Sapi pada Ibu Menyusui 
Verywell health. Diakses pada 2022. Breastfeeding When Your Baby Has a Milk Allergy