• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kritis Memilih Anti Nyeri Untuk Radang Sendi

Kritis Memilih Anti Nyeri Untuk Radang Sendi

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Arthritis adalah nyeri pada satu atau lebih persendian. Ada banyak jenis nyeri sendi. Dua jenis utama arthritis ialah osteoarthritis dan rheumatoid arthritis. Jenis pertama, osteoarthritis, terjadi akibat kerusakan tulang rawan di antara persendian sehingga tulang sendi bergesekan saat sendi digerakkan. Jenis kedua, rheumatoid arthritis, menyebabkan nyeri, peradangan, dan penumpukan cairan di persendian karena penyakit autoimun. Infeksi dari bakteri, virus, atau jamur juga dapat menyebabkan radang sendi. Gejala yang terjadi dapat merupakan nyeri yang tetap/konstan maupun datang dan pergi. Arthritis sering kali memburuk seiring berjalannya waktu dan dapat menyebabkan kerusakan sendi secara permanen.

Penyebab sebagian besar jenis arthritis tidak diketahui. Namun demikian, ada tiga faktor utama dapat berperan dalam jenis arthritis tertentu:

1. Faktor genetik (keturunan).

2. Apa yang terjadi selama hidup seseorang.

3. Gaya hidup orang tersebut saat ini.

Meskipun penyebab pasti dari arthritis tidak diketahui, ada beberapa faktor risiko yang diketahui. Faktor risiko adalah sesuatu yang meningkatkan peluang seseorang mengidap penyakit atau kondisi tertentu. Faktor risiko untuk arthritis termasuk:

1. Usia - Risiko terkena arthritis, terutama osteoarthritis meningkat seiring dengan bertambahnya usia.

2. Jenis kelamin - Secara umum, arthritis lebih sering terjadi pada wanita daripada pria.

3. Berat badan - Kelebihan berat badan memberi tekanan ekstra pada persendian yang menopang berat badan seseorang. Hal ini meningkatkan keausan sendi dan risiko arthritis.

4. Faktor pekerjaan - Pekerjaan yang mengharuskan kita untuk terus melakukan gerakan yang sama berulang kali, atau melakukan banyak pekerjaan berat, dapat menyebabkan stres dan/atau cedera pada persendian yang berakibat radang sendi. 

Untuk meredakan gejala nyeri akibat radang sendi, dokter biasanya akan meresepkan obat pereda nyeri, yang sesuai dengan kondisi yang dialami. Oleh karena itu, jika kamu mengalami gejala radang sendi, seperti nyeri dan kaku pada persendian, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

Baca juga: Ketahui Perbedaan Radang Sendi dan Pegal Linu

 

Obat-obatan untuk Radang Sendi

Ada banyak jenis obat untuk meredakan nyeri sendi yang dijual di apotek. Untuk mengetahui mana yang paling sesuai untuk kondisi dan tingkat keparahan radang sendi yang kamu alami, sebaiknya diskusikan dengan dokter di aplikasi Halodoc, ya.

Pengobatan akan tergantung pada jenis dan keparahan arthritis yang diderita. Kamu mungkin membutuhkan salah satu dari obat berikut:

1. Acetaminophen atau parasetamol - Mengurangi nyeri dan demam. Obat ini dapat dibeli tanpa resep dokter. Tanyakan kepada dokter atau apoteker berapa banyak yang harus diminum dan seberapa sering, ikuti petunjuknya. Parasetamol dapat menyebabkan kerusakan hati jika tidak dikonsumsi dengan benar. Jangan gunakan lebih dari 4 gram (4.000 miligram) total parasetamol dalam satu hari.

2NSAID (ns-NSAID atau COXIB) - Membantu mengurangi pembengkakan, nyeri, dan demam. Obat ini tersedia dengan atau tanpa resep dokter. NSAID konvensional (non-selektif) dapat menyebabkan perdarahan lambung atau masalah ginjal pada orang-orang tertentu. Namun, NSAID yang paling baik memberikan proteksi gastrointestinal ialah kombinasi inhibitor COX-2 selektif (COXIB) plus PPI. Sedangkan, NSAID non-selektif (konvensional) merupakan pilihan terakhir. Jika mengonsumsi obat pengencer darah, selalu tanyakan kepada penyedia layanan kesehatan apakah NSAID aman untuk dikonsumsi. Selalu baca label obat dan ikuti petunjuknya.

3. Obat nyeri lain yang diresepkan dokter - Kombinasi parasetamol dengan komponen obat lainnya seperti tramadol - Tanyakan penyedia layanan kesehatan bagaimana cara meminum obat tersebut dengan benar. Jangan minum obat lain yang mengandung parasetamol tanpa berbicara dengan penyedia layanan kesehatan. Terlalu banyak parasetamol dapat menyebabkan kerusakan hati.

4. Obat steroid - membantu mengurangi pembengkakan dan nyeri.

5. Pembedahan - mungkin diperlukan untuk memperbaiki atau mengganti sendi yang rusak.

Baca juga: Pegawai Kantoran Rentan Terkena Radang Sendi


Meredakan Gejala Arthritis

Selain pemberian obat-obatan untuk meredakan gejala nyeri akibat arthritis, kamu dapat melakukan hal berikut untuk meringankan gejalanya:

1. Istirahatkan sendi yang sakit agar bisa sembuh. Dokter mungkin merekomendasikan penggunaan alat bantu jalan jika sendi yang terkena ada di kaki.

2. Gunakan es atau kompres panas pada sendi yang nyeri. Es atau kompres panas dapat membantu mengurangi pembengkakan dan nyeri. Es juga dapat membantu mencegah kerusakan jaringan. Gunakan kantong es atau masukkan es serut ke dalam kantong plastik. Tutupi dengan handuk dan letakkan di sendi yang nyeri selama 15-20 menit setiap jam atau sesuai petunjuk dokter. Selain es, kita juga bisa menerapkan panas (menggunakan kompres panas atau lampu panas) selama 20 menit setiap 2 jam.

3. Angkat persendian yang nyeri. Hal ini dilakukan untuk membantu mengurangi pembengkakan dan nyeri pada sendi. Naikkan sendi di atas ketinggian jantung sesering mungkin. Letakkan sendi yang nyeri di atas bantal agar posisinya tetap berada di atas jantung dengan nyaman.

Itulah metode pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi radang sendi dan gejalanya. Cara terbaik untuk mengobati radang sendi adalah mengikuti semua arahan dokter. Jadi, jangan asal minum obat dan melakukan upaya pengobatan apapun tanpa saran dari dokter, ya. 


Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. Joint Pain.
Healthline. Diakses pada 2020. What to Know About Joint Pain.
NHS Choices UK. Diakses pada 2020. Health A-Z. Arthritis.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Disease & Conditions. Arthritis.
Drugs. Diakses pada 2020. Arthritis: What You Need to Know.


Artikel ini disponsori oleh:

PT. Pfizer Indonesia

World Trade Center 3, 28th Floor

Jl. Jend. Sudirman Kav 29-31

Jakarta 12920 - Indonesia



*GCMA Code No.: PP-CEL-IDN-0074-DEC-2020