• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kualitas Udara Jakarta Memburuk, Ini Dampaknya untuk Kesehatan
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kualitas Udara Jakarta Memburuk, Ini Dampaknya untuk Kesehatan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, Ini Dampaknya untuk Kesehatan

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 22 Juni 2022

“Waspada dengan penurunan kualitas udara, terutama di ibu kota Jakarta. Kenali dampaknya terhadap kesehatan, salah satunya risiko masalah sistem pernapasan.”

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, Ini Dampaknya untuk Kesehatan

Halodoc, Jakarta – Belum lama, santer tersiar kabar bahwa Jakarta kembali menjadi salah satu kota dengan kualitas udara yang sangat buruk. Bahkan, Jakarta berada di posisi nomor dua dalam daftar kota yang punya kualitas udara buruk di seluruh dunia. 

Data dari IQAir menunjukkan, kualitas udara di Jakarta berada pada angka 159. Angka ini menunjukkan kondisi udara di ibu kota yang sangat mengkhawatirkan. Tak hanya itu, konsentrasi partikel udara di Jakarta juga menunjukkan peningkatan sebesar 14,2 kali lebih besar dari pedoman kualitas udara tahunan yang dikeluarkan oleh World Health Organization (WHO). 

Dampak Kualitas Udara Buruk untuk Kesehatan

Polusi udara yang menjadi penyebab utama buruknya kualitas udara di Jakarta tentu menjadi hal penting yang harus diwaspadai. Sebab, tanpa adanya tindakan penanggulangan, pastinya hal ini akan memberikan pengaruh negatif untuk kesehatan. Nah, berikut beberapa dampak dari buruknya kualitas udara bagi kesehatan.

  1. Masalah Sistem Pernapasan

Dampak kualitas udara yang buruk untuk kesehatan tentunya bisa sangat terasa pada sistem pernapasan. Bukan tanpa alasan, ini karena udara selalu masuk ke paru-paru melalui hidung. Apabila udara yang masuk ke saluran pernapasan mengalami kontaminasi, zat-zat berbahaya juga bisa masuk ke paru-paru dan memicu terjadinya kerusakan jaringan di bagian dalamnya. 

Dampaknya, kamu akan lebih berisiko mengalami berbagai gangguan pernapasan. Misalnya asma, emfisema, infeksi saluran napas, dan penyakit paru obstruktif kronis atau PPOK. Selain itu, paparan polutan juga dapat mengakibatkan bronkitis kronis. 

  1. Gangguan Kardiovaskular

Selain itu, paparan polusi udara juga dapat meningkatkan risiko munculnya gangguan kardiovaskuler, dalam hal ini pembuluh darah dan jantung. Hal ini disebabkan dari paparan zat yang termasuk dalam particulate matter. Saat masuk ke sistem pernapasan, paparan ini akan segera memasuki pembuluh darah. 

Efeknya, akan terjadi gangguan pada fungsi pembuluh darah. Tak hanya itu, hal ini juga meningkatkan potensi munculnya plak di arteri yang berdampak pada peningkatan masalah kesehatan jantung. Salah satunya penyakit arteri koroner. 

  1. Gangguan Kehamilan dan Janin

Dampak kualitas udara yang buruk juga bisa dirasakan oleh ibu hamil. Dampaknya bisa sangat berbahaya, karena bayi bisa lahir dengan berat badan yang rendah, potensi gangguan emosional, dan kognitif saat anak beranjak remaja, dan autisme. 

  1. Masalah Neurodegeneratif

Buruknya kualitas udara juga bisa memicu penyakit neurodegeneratif atau gangguan saraf karena penurunan pada fungsi otak akibat polusi udara.  Masalah ini dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit Alzheimer, Parkinson, dan bentuk demensia yang lain. 

  1. Kanker

Tak hanya kanker paru-paru, kualitas udara yang buruk juga meningkatkan risiko kanker lainnya. Salah satunya adalah kanker payudara pada wanita yang tinggal atau menghabiskan waktu lebih banyak di luar rumah, dengan tingkat polusi udara yang tinggi. 

Lakukan Tindakan Pencegahan

Pemerintah terus melakukan upaya untuk melakukan berbagai tindakan untuk mengantisipasi buruknya kualitas udara di ibu kota. Contohnya seperti penyusunan program Langit Biru dan menambah area yang difungsikan sebagai ruang terbuka hijau di beberapa titik di Jakarta.

Sementara itu, pemerintah juga mengimbau pada masyarakat untuk tetap memakai masker. Terutama ketika harus beraktivitas di luar rumah ke kawasan dengan tingkat polusi dan pencemaran udara yang tinggi. Tak hanya melindungi dari paparan virus corona yang beberapa waktu ini sedang kembali naik, tetapi juga membantu melindungi organ pernapasan dari paparan polusi udara. 

Selain itu, pastikan selalu jaga kondisi kesehatan tubuh dengan mengonsumsi vitamin. Kamu bisa cek kebutuhan vitamin di Toko Kesehatan aplikasi Halodoc. Segera download aplikasi Halodoc di ponselmu sekarang, gratis!

Referensi:
Bisnis.com. Diakses pada 2022. Kualitas Udara Jakarta Masih Buruk, Peringkat 2 Terburuk Sejagat!
United States Environmental Protection Agency. Diakses pada 2022. Linking Air Pollution and Heart Disease.
WHO. Diakses pada 2022. Air Pollution.
National Institute of Environmental Health Sciences. Diakses pada 2022. Air Pollution and Your Health.