• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kucing Peliharaan Mengalami Hairball, Ini Cara Mengatasinya

Kucing Peliharaan Mengalami Hairball, Ini Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Kucing Peliharaan Mengalami Hairball, Ini Cara Mengatasinya

Halodoc, Jakarta - Hairball merupakan kondisi yang umum terjadi pada kucing. Kucing adalah hewan yang suka sekali merawat diri dengan menjilati seluruh tubuhnya. Saat hal tersebut dilakukan, bulu yang sudah rontok akan tertelan. Nah, bulu yang rontok ini umumnya dapat melewati saluran pencernaan tanpa masalah. Jika hairball tidak dapat dikeluarkan dari dalam tubuh lewat saluran pencernaan, kucing akan memuntahkannya.

Bentuk hairball sendiri adalah bulat. Namun, saat hairball melewati esofagus yang sempit, ia akan berubah bentuk menjadi pipih atau seperti tabung. Lantas, bagaimana langkah mengatasi hairball pada kucing? Berikut ini penjelasan selengkapnya.

Baca juga: Ingin Adopsi Anak Anjing, Ini 5 Hal yang Perlu Dipersiapkan

Begini Cara Mengatasi Hairball pada Kucing

Hairball umum terjadi pada ras kucing berbulu panjang. Kucing yang memiliki hairball adalah kucing yang sering merawat bulunya sendiri secara kompulsif, sehingga ia cenderung lebih banyak menelan bulu. Lantas, bagaimana cara mengatasi hairball pada kucing? Kamu bisa melakukan sejumlah langkah berikut ini:

1.Sisir Bulu Kucing Secara Teratur

Menyisiri bulu kucing secara teratur menjadi salah satu langkah mengatasi hairball pada kucing. Menyisiri kucing dapat membantu menghilangkan bulu rontok yang menempel di badannya. Jika dilakukan secara teratur, hal tersebut dapat mengurangi rambut yang tertelan saat kucing menjilati tubuhnya. Jika kucing rewel atau berontak saat disisir bulunya, maka kamu bisa membawanya ke salon khusus kucing.

2.Potong Bulu Kucing Secara Teratur

Langkah mengatasi hairball pada kucing selanjutnya dapat dilakukan dengan memotong bulu kucing yang kusut atau terlalu panjang secara teratur. Hal tersebut akan mencegah bulu kucing menggumpal dan rontok. Jika bulu tidak kusut, saat tertelan dapat dengan mudah melewati sistem pencernaan tanpa kendala.

3.Berikan Makanan Khusus

Langkah terakhir dalam mengatasi hairball pada kucing adalah dengan memberikan makanan khusus. Makanan yang ampuh untuk mengatasi hairball adalah dengan kandungan tinggi serat guna menghentikan pembentukan hairball di perut. Keseimbangan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi juga dapat mengurangi kerontokan bulu, membuatnya tetap rapi, serta berkilau.

Baca juga: Mengapa Anjing Bisa Setia kepada Pemiliknya?

Ini Tanda Hairball pada Kucing yang Membahayakan

Sebenarnya hairball bukanlah kondisi yang perlu dikhawatirkan. Namun, jika hairball membuat kucing muntah-muntah sampai kehilangan energi dan mengalami penurunan nafsu makan, kamu perlu mengkhawatirkan hal ini. Gejala tersebut menjadi tanda jika hairball telah berpindah dari perut menuju usus. Bukan hanya muntah saja, gejala bisa saja dibarengi dengan diare dan sembelit.

Baca juga: Ketahui 7 Cara Tepat Merawat Anjing yang Sakit

Segera diskusikan dengan dokter hewan di Halodoc saat kamu menemukan gejala tersebut pada hewan kesayangan, ya. Dalam kasus yang parah, pemeriksaan fisik, rontgen, bahkan pembedahan perlu dilakukan. Tindakan medis lebih lanjut diperlukan saat hairball telah berbentuk sangat besar. Jadi, jangan sepelekan kondisi yang terjadi, ya. Pasalnya, bukan hanya kondisi kesehatan hewan peliharaan saja yang perlu diwaspadai, tindakan medis lanjutan akan memakan biaya yang sangat banyak.

Referensi:
PetMD. Diakses pada 2020. What to Do About Hairballs in Cats.
Purina.co.uk. Diakses pada 2020. Dealing with cat hairballs.