• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kuku Bisa Lepas Kalau Terjadi Pendarahan Akibat Cantengan

Kuku Bisa Lepas Kalau Terjadi Pendarahan Akibat Cantengan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Kuku Bisa Lepas Kalau Terjadi Pendarahan Akibat Cantengan

Halodoc, Jakarta - Kamu pernah mengalami kuku cantengan? Jika iya, kamu pasti tau bagaimana rasa sakitnya. Kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti kuku yang tumbuh ke dalam kulit, terlalu pendek memotong kuku, atau kamu memakai sepatu yang kesempitan dan menyebabkan kuku tertekan ke dalam, sehingga lama-kelamaan jadi cantengan. 

Lantas, benarkah kuku bisa lepas jika terjadi perdarahan akibat cantengan? Pada beberapa kasus yang jarang, kondisi ini bisa terjadi. Selain itu, cantengan juga bisa menyebabkan komplikasi serius lainnya. Berikut ini penjelasan lengkapnya.

Baca juga: 6 Cara Mengatasi Kuku Cantengan

Bahaya Cantengan Bila Tidak Diobati

Jika tidak diobati, infeksi akibat cantengan bisa menjalar hingga ke tulang di jari kaki. Infeksi ini juga dapat menyebabkan borok di kaki, atau luka terbuka, dan hilangnya aliran darah ke area yang terinfeksi. Bila kondisi terus berlanjut, bukan tidak mungkin terjadi pembusukan dan kematian jaringan.

Infeksi akibat cantengan juga bisa menjadi lebih serius jika kamu mengidap diabetes. Bahkan, luka kecil, goresan, atau kuku yang tumbuh ke dalam dapat dengan cepat terinfeksi karena kurangnya aliran darah dan sensitivitas saraf. 

Jika kamu memiliki kecenderungan genetik untuk kuku kaki yang tumbuh ke dalam, cantengan bisa saja terjadi berulang. Dalam hal ini, dokter mungkin akan merekomendasikan matriksektomi parsial atau penuh untuk menghilangkan kuku kaki yang menyebabkan nyeri kronis. 

Apa yang Jadi Penyebab?

Cantengan merupakan suatu kondisi kesehatan yang ditandai dengan adanya pembengkakan, kemerahan, dan rasa sakit di ujung jari akibat dari pertumbuhan kuku yang tumbuh ke dalam kulit, sehingga melukai kulit. 

Di samping itu, kuku yang terus tumbuh ini bisa menyebabkan pendarahan pada kuku kaki. Kondisi ini biasanya dialami oleh jempol kaki, terutama pada orang yang memiliki kuku tebal dan melengkung.

Baca juga: Bukan Cuma Cantengan, 5 Fakta tentang Kuku ini Perlu Diketahui

Gejala yang Mengganggu

Gejala umum yang bisa terlihat jika seseorang mengidap kondisi ini adalah kuku yang tumbuh ke dalam kulit. Selain itu, gejala umum lainnya dapat meliputi:

  • Terjadi peradangan pada kulit di ujung jari kaki.
  • Keluarnya nanah berwarna kekuningan atau putih.
  • Terdapat penumpukan cairan di bagian jari kaki.
  • Nyeri pada kuku yang mengalami cantengan saat ditekan.
  • Terjadi perdarahan pada kuku yang mengalami cantengan.
  • Kulit jari kaki mengalami pertumbuhan berlebih.

Nah, jika kamu mengalami gejala-gejala di atas, kamu harus segera melakukan perawatan atau pengobatan pada kuku kamu. Karena, kondisi yang dibiarkan dapat menyebabkan infeksi pada jari kaki dan keluarnya nanah serta darah. Kondisi ini juga bisa membuat kuku kaki kamu lepas, lho.

Perawatan Rumahan untuk Cantengan

Beberapa pengobatan di rumah yang bisa kamu gunakan untuk meminimalisir rasa nyeri pada cantengan, antara lain:

  • Merendam kaki di dalam air garam selama 15 menit. Hal ini dapat kamu lakukan 3-4 kali sehari.
  • Minum obat penghilang rasa nyeri, seperti ibuprofen atau paracetamol.
  • Jaga kebersihan kaki kamu. Usahakan agar kaki tetap dalam kondisi kering saat beraktivitas.
  • Balut jari yang mengalami cantengan dengan perban kasa.
  • Oleskan salep antibiotik untuk mengurangi risiko infeksi.

Baca juga: Jangan Biarkan Cantengan Kalau Tak Mau Dioperasi

Langkah-langkah di atas bisa kamu lakukan jika kuku yang tumbuh ke dalam kulit tidak mengalami infeksi. Kuku cantengan yang dibiarkan terinfeksi bisa menjadi masalah dan menyebabkan komplikasi serius, seperti masalah pada tulang. Untuk itu, disarankan untuk segera berdiskusi dengan dokter apabila kamu menemukan gejala-gejala cantengan pada kuku.

Itulah sedikit pembahasan mengenai cantengan. Bila kamu mengalami kondisi ini cukup sering, gunakan aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan dokter di rumah sakit. Jalanilah pemeriksaan dan pengobatan yang direkomendasikan dokter, sesuai kondisi yang dialami.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Ingrown Toenails: Why Do They Happen?
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Ingrown Toenails.
WebMD. Diakses pada 2021. Ingrown Nail.