• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kuku Cantengan pada Bayi, Perlukah Periksa ke Dokter?

Kuku Cantengan pada Bayi, Perlukah Periksa ke Dokter?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kuku Cantengan pada Bayi, Perlukah Periksa ke Dokter?

Cantengan bisa terjadi pada siapa saja, termasuk bayi. Pertumbuhan kuku yang tidak normal ini bisa membuat bayi tidak nyaman, bahkan kesakitan. Sebenarnya cantengan pada bayi bisa diatasi dengan perawatan rumahan. Namun, bila area kuku yang terkena menunjukkan tanda-tanda infeksi, orangtua sebaiknya membawa bayi yang cantengan untuk periksa ke dokter.”

Halodoc, Jakarta – Melihat kaki bayi yang mungil memang sungguh menggemaskan. Saking gemasnya, ibu mungkin sering mengelusnya, menggelitik, bahkan mencium kaki Si Kecil. 

Nah, agar kaki bayi tetap sehat dan terawat, selain membersihkannya, ibu juga perlu memotong kuku kaki Si Kecil secara berkala. Terkadang, ibu juga perlu memerhatikan kondisi kuku bayi untuk mengetahui bila ada kelainan, seperti kuku kaki yang tumbuh ke dalam atau cantengan. Pasalnya, cantengan bisa membuat bayi tidak nyaman, bahkan kesakitan. Lantas, bila bayi mengalami cantengan, apakah perlu diperiksakan ke dokter? Yuk, cari jawabannya di sini.

Baca juga: Awas, 3 Kebiasaan Ini Bisa Sebabkan Cantengan

Apa Itu Cantengan?

Cantengan adalah kondisi yang umum dialami banyak orang, termasuk bayi. Setiap kuku kaki dan kuku jari tangan dikelilingi oleh kulit yang lembut dan kuku seharusnya bertumbuh di atas kulit ini. Namun, ketika pertumbuhan kuku meluas ke sudut atau samping kulit lembut ini, kondisi tersebut dinamakan sebagai cantengan. 

Cantengan paling sering terjadi di tepi luar jempol kaki, tetapi pertumbuhan kuku yang tidak normal tersebut juga bisa terjadi pada jari kaki lainnya atau ujung kuku kaki lainnya. Bayi yang punya kuku kaki yang sangat panjang atau kuku yang cenderung melengkung ke dalam biasanya lebih rentan mengalami pertumbuhan kuku yang tidak normal ini.

Seperti Apa Gejalanya?

Gejala cantengan bisa bervariasi, tergantung usia bayi. Namun, gejala pertumbuhan kuku kaki yang tidak normal ini umumnya adalah kemerahan dan bengkak pada sudut kaki atau ujung kuku yang terpengaruh, serta terasa nyeri dan lembut saat disentuh. Selain itu, bisa juga terjadi keluarnya cairan, seperti nanah, yang merupakan tanda infeksi.

Bayi yang mengalami cantengan mungkin juga akan menarik jari kakinya yang mengganggu. Rasa nyeri juga bisa menyebabkan bayi menjadi lebih rewel dari biasanya. Bila kondisi kuku ini terjadi pada balita, mereka mungkin mengeluh saat berjalan, menolak mengenakan sepatu, atau bahkan berjalan dengan sedikit terpincang-pincang.

Bila kuku yang cantengan mengalami infeksi, hal itu bisa membuat bayi mengalami gejala lainnya, seperti demam. Ibu sebaiknya memeriksakan bayi ke dokter bila melihat tanda-tanda infeksi pada cantengan bayi, seperti kemerahan yang parah dan bengkak hingga melebih area kuku.

Perlukah ke Dokter?

Bila kuku cantengan bayi tidak mengalami infeksi, ibu sebenarnya bisa mengatasi kondisi tersebut dengan melakukan perawatan rumahan. Namun, bila cantengan bayi mengalami infeksi, ibu perlu membawanya ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan medis.

Selain itu, bila area kuku bayi yang mengalami cantengan tetap memerah, bengkak, dan nyeri setelah satu minggu, segera bawa bayi ke dokter.

Baca juga: Bahaya Cantengan yang Tidak Kunjung Sembuh

Cara Mengatasi Cantengan Bayi di Rumah

Bila cantengan pada bayi tidak mengalami infeksi, ibu bisa melakukan cara-cara berikut ini untuk meredakan gejala dan mengatasi cantengan:

  • Rendam Kaki Bayi Dalam Air Hangat

Inilah waktunya untuk spa bayi! Sebenarnya ini adalah hal yang bisa ibu lakukan dua kali sehari. Baik memandikan bayi satu badan maupun hanya merendam kakinya saja ke dalam air hangat, cara ini bermanfaat untuk melembutkan kuku kaki bayi yang mengalami cantengan dan meredakan pembengkakannya. Rendamlah kaki bayi dalam air hangat selama 10–20 menit. 

  • Beri Pijatan Lembut

Setelah merendam kaki bayi selama 10 menit, keringkan kakinya dengan cara menepuk-nepuk daripada menggosok. Lalu, dengan lembut, pijat kuku kaki yang bertumbuh ke dalam ke arah luar. Cara ini bisa membuat kuku kaki cukup lembut untuk keluar dan kembali ke posisi yang benar, yaitu di atas kulit. Bila bayi tidak kesakitan, cobalah untuk menekuk ujung kuku ke atas secara lembut.

  • Oleskan Sedikit Krim Antibiotik

Mengoleskan krim antibiotik bisa membantu meredakan iritasi dan mencegah infeksi. Namun, bila Si Kecil suka memasukkan kaki ke dalam mulutnya, sebaiknya jangan lakukan cara ini atau ibu bisa mengaplikasikan krim pada malam hari ketika bayi sudah tidur. 

Nah, ibu bisa beli krim antibiotik melalui aplikasi Halodoc. Tinggal pesan saja lewat aplikasi dan pesanan ibu akan diantar dalam waktu satu jam.

  • Lindungi Kaki tapi Jangan Terlalu Ketat

Kenakanlah kaus kaki pada bayi untuk menjaga kuku bayi tetap bersih. Pilihlah kaus kaki yang tidak terlalu ketat agar cantengan bisa bertumbuh dengan lebih sedikit tekanan.

Baca juga: Jangan Anggap Remeh, Cantengan Juga Butuh Operasi

Lakukanlah cara-cara di atas selama satu minggu. Setelah kuku bayi yang cantengan sudah cukup panjang untuk dipotong, potonglah lurus ke atas. Jangan melengkungkan sudutnya seperti ibu menggunting kuku sendiri. Nah, itulah penjelasan mengenai apakah bayi yang cantengan harus dibawa ke dokter. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga untuk memudahkan ibu mendapatkan solusi kesehatan terlengkap untuk keluarga.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. What to Do About Your Baby’s Ingrown Toenail or Fingernail