Kulit Melepuh sampai Kanker, Waspada 3 Hal Ini saat Bleaching Rambut

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kulit Melepuh sampai Kanker, Waspada 3 Hal Ini saat Bleaching Rambut

Halodoc, Jakarta –  Buat kamu yang senang ganti warna rambut, ada baiknya mulai memerhatikan produk dan durasi pergantian warna rambut. Soalnya, bleaching juga bisa memberikan dampak negatif terhadap kesehatan, mulai dari kulit melepuh sampai kanker.

Kulit kepala perempuan asal London melepuh sehabis melakukan bleaching. Disinyalir penata rambutnya mengaplikasikan bahan pemutih terlalu lama sehingga membuat kulitnya melepuh. Sedangkan menurut National Cancer Institute, lebih dari 5.000 bahan kimia yang berbeda digunakan dalam produk pewarna rambut dan beberapa di antaranya dilaporkan bersifat karsinogenik (penyebab kanker).

Bagaimana bleaching rambut bisa berpengaruh terhadap kesehatan? Sejatinya, proses bleaching alias pemutihan rambut ini menghilangkan warna dari rambut melalui proses oksidasi. Oksidasi menghilangkan pigmen di batang rambut, itulah sebabnya proses bleaching akan memutihkan rambut—yang kalau secara visual dilihat kuning karena kandungan keratin pada rambut.

Baca juga: Memang Cantik, Tapi Kenali Bahaya Bleaching Rambut

Hidrogen peroksida dan amonia adalah zat bleaching yang paling umum digunakan dan sering dicampur bersama, karena ketika digunakan secara terpisah mereka tidak stabil dan sangat lambat dalam mencerahkan rambut. 

Biasanya, banyak produk cat rambut menggunakan label “bebas peroksida” sebagai cara untuk mempromosikan produk mereka “ramah” untuk rambut. Meskipun campuran yang digunakannya tidak mengandung peroksida, tapi biasanya produk berbeda tersebut mengandung zat pengoksidasi lain untuk menciptakan efek yang sama merusaknya.

  1. Kehilangan Kelembapan

Untuk menghilangkan pigmen alami di rambut, proses bleaching harus sepenuhnya menembus batang rambut. Ini dilakukan dengan mengangkat sisik pada kutikula. Pengangkatan lapisan pelindung ini menyebabkan rambut kehilangan kelembapan secara terus-menerus, menjadikannya kering dan rapuh. 

Rambut yang rusak karena bleaching lebih mudah rusak oleh bahan kimia lain, seperti larutan perm dan pelurus kimia. Rambut yang dilemahkan dengan bleaching juga cenderung rusak oleh pengering rambut, setrika datar, dan alat penata rambut lainnya. Pun, zat-zat pada bahan bleaching dapat menyebabkan reaksi alergi dan merusak kulit dan mata jika digunakan secara tidak benar.

Baca juga: Rambut Tipis? Begini Cara Tepat Saat Pilih Sampo

Mempersiapkan rambut sebelum proses bleaching dengan menerapkan perawatan deep conditioning sebelum keramas adalah cara untuk menyelamatkan rambut dari bahaya bleaching. Gunakan perawatan ini tiga hari sebelum melakukan bleaching, dan tiga hari setelah dan kemudian seminggu sekali. 

Kondisikan rambut setiap kali kamu mencucinya dan gunakan produk perawatan rambut yang dirancang untuk membantu meminimalkan kerusakan. Produk restoratif dan mengandung pelembap adalah pilihan yang baik, seperti yang khusus untuk rambut yang akan diwarnai. Ketika hendak menata ataupun menyisirnya, berhati-hatilah dan batasi penggunaan pengering rambut untuk kesehatan rambut.

Baca juga: Perlukah Menggunakan Kondisioner Setelah Mencuci Rambut?

  1. Kulit Terasa “Terbakar“ 

Tidak jarang kulit kepala mengalami kesemutan karena larutan pemutih bersentuhan dengan kulit. Namun, buat pemilik kulit sensitif, akan memiliki reaksi yang terbakar dan mengelupas karena paparan bahan kimia dari produk. Persis seperti yang dialami perempuan asal London, di cerita di atas. 

  1. Perubahan Warna

Karena kulit kepala Anda pada dasarnya terbuat dari protein dasar yang sama dengan rambut, kemungkinan kulit Anda akan mengalami perubahan warna di sepanjang area kulit kepala yang bersentuhan dengan larutan pemutih. Waktu akan membantu kulit kembali ke warna aslinya.

Kalau kamu punya masalah kesehatan, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter lewat aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.