• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kulit Membengkak Usai Digigit Kucing, Harus Bagaimana?

Kulit Membengkak Usai Digigit Kucing, Harus Bagaimana?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Kulit Membengkak Usai Digigit Kucing, Harus Bagaimana?

Halodoc, Jakarta - Hewan peliharaan di rumah, seperti anjing atau kucing, sangat berpotensi menggigit majikannya. Meskipun kelihatannya anjing lebih aktif hingga menyebabkan cedera gigitan, gigitan kucing lebih mungkin menyebabkan infeksi. Misalnya pembengkakan kulit setelah digigit kucing. 

Bahkan menurut American Academy of Pediatrics, infeksi terjadi pada sekitar 10 hingga 15 persen gigitan anjing dan 50 persen gigitan kucing. Salah satu penyebab gigitan kucing yang menimbulkan infeksi, yaitu karena gigitan sering terjadi di jari tangan atau tangan. Area-area ini adalah tempat tubuh lebih sulit melawan infeksi. Infeksi sering terjadi disebabkan bakteri yang masuk ke kulit. 

Baca juga: Cara Merawat Kucing Peliharaan agar Tak Terjangkit Toksoplasmosis

Penanganan Kulit Membengkak setelah Digigit Kucing

Siapapun yang mengalami gigitan kucing hingga mengakibatkan cedera atau pembengkakan, harus segera melakukan tindakan pengobatan. Langkah pertama merawat gigitan kucing, yaitu:

  • Bersihkan area yang digigit kucing secara menyeluruh dengan sabun dan air mengalir.
  • Balut area gigitan kucing dengan perban.
  • Jika terdapat luka, sebaiknya segera kunjungi dokter di rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. 
  • Pastikan menjaga kebersihan luka dan memeriksa tanda-tanda infeksi. 

Jika terdapat luka yang lebih dalam selain kulit yang membengkak, tekan luka untuk menghentikan pendarahan. Setelah pendarahan terkendali, balut luka dengan perban bersih. Kemudian, cari pertolongan medis segera jika luka gigitan dalam. 

Pertolongan medis harus didapatkan segera terutama setelah mendapat gigitan kucing liar. Jika terjadi infeksi, pengobatannya dengan antibiotik oral. Untuk kasus yang lebih parah, seseorang mungkin memerlukan antibiotik intravena. Selain itu, dokter biasanya juga memberikan suntikan tetanus. 

Pada beberapa kasus, dokter mungkin merekomendasikan antibiotik profilaksis. Obat ini diresepkan jika menurut dokter penderita berisiko tinggi terkena infeksi. Hal ini lebih mungkin terjadi jika gigitan ada di tangan, wajah, atau di dekat sendi tubuh. 

Durasi waktu seseorang harus minum antibiotik bervariasi pada setiap orang, ini berdasarkan jenis gigitan, masalah kesehatan lainnya, dan tingkat keparahan gigitan. Setelah mendapatkan tindakan medis, kamu tetap perlu melaporkan perkembangan proses pemulihan pada dokter melalui aplikasi Halodoc

Baca juga: Bolehkah Memelihara Kucing Saat Hamil? Temukan Jawabannya Di Sini

Berbahayakah Gigitan Kucing?

Gigitan kucing bisa berbahaya bagi hewan lain dan manusia. Kucing membawa sejumlah bakteri di mulutnya yang mampu menyebabkan infeksi jaringan pada luka gigitan. Salah satu yang lebih umum adalah bakteri yang sangat patogen yang dikenal sebagai Pasteurella multocida

Luka gigitan kucing yang terinfeksi akan menjadi merah, bengkak, dan nyeri. Kemudian infeksi bisa menyebar melalui jaringan di sekitarnya, menyebabkan kondisi yang disebut selulitis, atau melalui darah ke area lain di tubuh. Sehingga menyebabkan kondisi yang disebut septikemia (peracunan darah). 

Seseorang yang terinfeksi bisa mengalami demam dan gejala mirip flu. Meskipun jarang terjadi, seseorang yang terinfeksi bisa meninggal jika perawatan medis yang tidak tepat atau terlambat. Anak-anak, orang tua, dan seseorang yang mengalami imunosupresi sangat rentan terhadap infeksi parah jika digigit kucing. 

Baca juga: Hati-Hati Bahaya Bulu Kucing pada Kesehatan

Gigitan kucing yang menyebabkan infeksi akan mulai terlihat dan terasa lebih baik dalam jangka waktu 48 jam setelah pengobatan. Jika kamu tidak merasa kondisi semakin membaik, sebaiknya segera hubungi dokter. 

Sangat penting untuk menindaklanjuti proses pemulihan dengan dokter demi memastikan bahwa infeksi, luka, dan pembengkakan sembuh dengan baik. Dokter juga akan memberi tahu jika terdapat penyesuaian pengobatan yang mungkin perlu dilakukan pada rencana perawatan. 

Referensi:
VCA Hospital. Diakses pada 2021. Cat Bite Injuries to Humans
Healthline. Diakses pada 2021. Animal Bite Infections
Medical News Today. Diakses pada 2021. How to identify and treat animal bite infections