• Home
  • /
  • Kurap pada Anak, Ini Pengobatan Sederhananya

Kurap pada Anak, Ini Pengobatan Sederhananya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kurap pada Anak, Ini Pengobatan Sederhananya

Halodoc, Jakarta - Pernah melihat Si Kecil tak henti-hentinya menggaruk kulit kepala, tangan, kaki, wajah, atau selangkangannya? Awas, barangkali hal ini menandai adanya kurap pada tubuhnya. 

Infeksi jamur ini bisa menyerang berbagai bagian tubuh. Mulai dari kepala hingga selangkangan. Kurap diawali dengan munculnya area bersisik berwarna merah pada kulit. Ruam tersebut bisa meluas secara melingkar, kira-kira mirip seperti cincin. 

Lantas, bagaimana sih cara mengatasi kurap pada anak? 

Baca juga: Ketahui Penyebab Kurap Bisa Muncul di Wajah

Obat Bebas sampai Obat Resep

Cara mengatasi kurap pada anak sebenarnya tidak sulit. Ibu bisa memberikan obat, seperti salep kurap atau jamur yang dijual bebas. Misalnya, obat jenis clotrimazole atau miconazole. Kedua obat ini bisa mengobati infeksi jamur, seperti kurap pada kulit. Pastikan gunakan obat ini sesuai dengan penggunaan yang tertera pada kemasan obat.

Penanganan kurap pada anak bukan cuma itu saja. Ibu juga mesti memerhatikan beberapa hal penting lainnya. Contohnya:

  • Kenakan pakaian berbahan yang nyaman pada anak agar tak menimbulkan iritasi. 

  • Cucilah baju anak dan seprai tiap hari selama kurap belum sembuh.

  • Jagalah kebersihan lingkungan sekitar anak agar selalu bersih.

  • Ingatkan anak untuk tidak menggaruk area yang terasa gatal, sebab hal ini bisa memicu infeksi bakteri.

  • Bersihkan dan keringkan kulit anak secara teratur, terutama area kulit yang terserang kurap.

  • Kompres kurap pada anak dengan handuk kecil yang sudah dibasahi air dingin selama 20–30 menit. Lakukan setidaknya sebanyak 2–6 kali sehari.

Namun, apa jadinya bila kurap pada anak tak kunjung membaik? Nah, mau tak mau ibu perlu membawa anak ke dokter atau ibu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc.

Lalu, bagaimana cara dokter menghilangkan kurap pada anak? Andaikan kurap masih terbilang ringan, dokter akan memberikan obat berisi antijamur. Obat ini tentunya lebih kuat ketimbang obat antijamur yang dijual bebas. Nah, kalau infeksi jamur sudah mulai meluas dan bertambah parah, lain lagi ceritanya. 

Untuk mengatasi kurap pada anak dengan kasus yang parah, dokter akan memberikan obat antijamur yang berbentuk tablet. Contohnya, griseofulvin, terbinafine, atau fluconazole. Ingat, kurap yang dibiarkan tanpa penanganan bisa menimbulkan infeksi bakteri, apalagi bila digaruk terus-menerus. 

Baca juga: Ini yang Terjadi pada Kaki Jika Terkena Kutu Air

Berbagai Faktor Bisa Memicu Kurap

Kira-kira apa penyebab kurap pada anak? Ternyata, jamur yang menyerang kulit adalah biang keladinya. Setidaknya ada tiga jamur yang bisa memicu kondisi ini. Nah, infeksi kulit ini bisa menyerang anak lewat kontak langsung dengan pengidap atau hewan yang terinfeksi. Selain itu, kotak tidak langsung, melalui benda, atau tanah yang terkontaminasi juga bisa menyebabkan kurap pada anak. 

Hal yang perlu diingat, penularan kurap lebih sering terjadi pada anak-anak yang sering bertukar pakai benda-benda yang terkontaminasi jamur. Selain itu, ada pula faktor yang bisa meningkatkan risiko Si Kecil terserang kurap. Contohnya, tidur seranjang dengan orang yang terinfeksi kurap, olahraga yang melibatkan kontak fisik, mengidap diabetes, hingga memakai kaos kaki atau sepatu saat kaki kotor atau lembap. 

Baca juga: Bisakah Kurap Disembuhkan dengan Bahan Alami?

Tips Simpel Mencegah Kurap

Sebenarnya kurap merupakan penyakit kulit yang terbilang sulit dicegah. Akan tetapi, ada beberapa tips sederhana untuk mengurangi risiko penyakit ini. Misalnya: 

  • Jangan berbagi pakaian, perlengkapan olahraga, handuk, atau seprai dengan orang lain.

  • Kenakan sandal di ruang ganti dan kolam renang atau area mandi umum.

  • Mandi setelah berolahraga yang melibatkan kontak kulit kita ke kulit orang lain. 

  • Kenakan pakaian katun yang longgar. Ganti kaus kaki dan pakaian dalam setidaknya sekali sehari.

  • Jaga kulit bersih dan kering. Keringkan diri sepenuhnya setelah mandi.

  • Jika mengidap infeksi jamur pada kaki, kenakan kaus kaki sebelum pakaian dalam. Tujuan untuk mencegah penyebaran jamur ke pangkal paha.

  • Bawa hewan peliharaan ke dokter hewan jika memiliki bulu yang rontok. Kondisi ini bisa menandai infeksi jamur. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah kapan dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Ringworm.
WebMD. Diakses pada 2020. Skin Problems and Treatments. 
WebMD. Diakses pada Februari 2020. What You Should Know About Ringworm.