Tidak Hanya yang Gemuk, Tubuh Kurus Juga Bisa Kena Penyakit Jantung

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Tidak Hanya yang Gemuk, Tubuh Kurus Juga Bisa Kena Penyakit Jantung

Halodoc, Jakarta – Selama ini orang-orang sering beranggapan kalau orang dengan tubuh lebih berisi alias gemuk lebih rentan mengidap penyakit. Padahal yang namanya penyakit, tidak memandang ukuran maupun bentuk tubuh. Kesehatanmu tidak tergantung pada berat badan—walaupun terkadang lingkar pinggang menjadi indikator kondisi kesehatan tertentu. 

Jika kamu tidak kelebihan berat badan, apakah gaya hidup sehat harus dikesampingkan? Banyak orang berpikir karena mereka bertubuh kurus jadi dapat makan sesuka hati dan tidak berolahraga. Meskipun kamu mungkin terlihat tampak sehat dari luar, bukan berarti tidak memiliki masalah kesehatan, terutama penyakit jantung. 

Penelitian yang diterbitkan pada tahun 2015 oleh jurnal Annals of Internal Medicine menemukan bahwa orang dengan berat badan normal memiliki lemak di tubuh yang berkontribusi terhadap risiko penyakit kardiovaskular.

Baca juga: Badan Terlalu Kurus? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Penelitian yang sama mengungkapkan kalau satu dari empat orang yang langsing memiliki memiliki risiko pra-diabetes dan obesitas metabolik. Lemak yang biasanya ditemui pada orang bertubuh kurus ini disebut lemak visceral. 

Lemak visceral adalah lemak tubuh yang disimpan di dalam rongga perut dan karenanya disimpan di sekitar sejumlah organ internal yang penting, seperti hati, pankreas, dan usus. Lemak visceral kadang-kadang disebut sebagai “lemak aktif”.

Penelitian telah menunjukkan bahwa jenis lemak ini memainkan peran yang khas dan berpotensi berbahaya dan mempengaruhi fungsi hormon. Menyimpan jumlah lemak visceral yang lebih tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko sejumlah masalah kesehatan termasuk diabetes tipe 2.

Lebih Sering Dialami oleh Orang Kurus

Kondisi lebih rentan dialami oleh orang bertubuh kurus karena umumnya orang-orang masih beranggapan kalau kelebihan berat badan menjadi indikator utama. Masyarakat lupa kalau ada lemak tersembunyi yang justru lebih berbahaya.

Selain kealpaan, ini ada juga beberapa faktor lainnya yang menyebabkan mereka yang bertubuh kurus juga bisa terkena penyakit jantung, yaitu:

  1. Penyakit Jantung Bawaan

Penyakit jantung bawaan ditandai oleh fungsi jantung yang rendah karena gangguan dinding katup, atau/dan arteri jantung. Orang dengan penyakit jantung bawaan dan berat badan rendah 12 kali lebih berisiko terkena penyakit kardiovaskular.

  1. Kurangnya Aktivitas Fisik

Sekali lagi kalau kamu malas bergerak walaupun bertubuh kurus tetap saja risiko selalu ada.  Aktivitas fisik adalah salah satu cara untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Kurangnya aktivitas fisik, di sisi lain, dapat menyebabkan penumpukan lemak dalam darah yang dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular.

Baca juga: 3 Tips Sehat untuk Orang Kurus

  1. Lemak Tubuh Rendah dengan Kebiasaan Makan yang Tidak Sehat

Sangat mudah untuk memiliki lemak tubuh yang rendah dan memiliki kebiasaan makan yang tidak sehat. Orang yang kekurangan berat badan cenderung tidak khawatir mengonsumsi makanan cepat saji dan gagal mencapai keseimbangan. Meskipun mungkin tidak segera muncul dalam tubuh mereka, tetapi mungkin masih memiliki kadar gula darah yang tinggi.

  1. Lemak Perut

Suatu kondisi yang dikenal sebagai obesitas sentral dan tidak jarang pada orang dengan berat badan rendah. Dibandingkan dengan lemak yang didistribusikan secara merata, orang-orang yang memiliki lemak di sekitar perut lebih berisiko terkena penyakit kardiovaskular daripada mereka yang memiliki obesitas biasa.

Baca juga: 6 Makanan untuk Bentuk Otot Tubuh

  1. Kadar Hemoglobin Serum Rendah

Salah satu kondisi yang menyebabkan penyakit jantung adalah kurangnya kadar hemoglobin (Hb). Kondisi ini lebih tinggi pada orang yang kekurangan berat badan. Kadar Hb secara signifikan dapat memengaruhi gagal jantung dan bahwa kadar normal serum Hb mengurangi risiko gagal jantung.

Kalau kamu bertubuh kurus dan masih ragu dengan kondisi kesehatanmu yang sebenarnya, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.