04 April 2018

Lagi Musim Pelakor, Ini Tips Hindari Gangguan Orang Ketiga

Lagi Musim Pelakor, Ini Tips Hindari Gangguan Orang Ketiga

Halodoc, Jakarta – Menurut Archives of Sexual Behaviour, 20 persen pasangan yang sudah menikah pernah terlibat perselingkuhan dan untuk yang belum menikah berada di angka 70 persen. Perselingkuhan pada akhirnya menjadi salah satu problem yang paling sulit diobati oleh para terapis psikologi.

Dampak perselingkuhan juga bisa menjadi jangka panjang. Apakah mencoba kembali atau perceraian adalah pemecahannya, tetap saja meninggalkan luka batin dan tekanan psikologi yang parah. Dan menurut data yang dikeluarkan oleh General Social Survey (GSS), kemungkinan pria berselingkuh lebih besar 3 persen ketimbang wanita.

Indonesia sendiri juga mengalami peningkatan kasus perselingkuhan yang tidak hanya terjadi di kalangan public figure tetapi juga masyarakat biasa. Sosial media membuat “trend” perselingkuhan ini menjadi gosip massal bahkan memberikan julukan pelakor (perebut laki orang) untuk dia yang menjadi pihak ketiga dari sebuah hubungan. (Baca juga: 5 Tanda Kalau Kamu Hanya Menilai Seseorang dari Fisik Saja)

Ada banyak penjelasan kenapa orang susah menjaga kesetiaan dan memilih selingkuh. Mulai dari kejenuhan dengan pasangan, godaan teman kantor sampai mencari yang lebih baik. Supaya terhindar dari gangguan orang ketiga ini nih tips menjaga kesetiaan.

  1. Saling Jujur untuk Sesuatu yang Tidak Disukai Mengenai Pasangan

Seringkali kamu memendam perasaan sebal hanya demi menghindari pertdebatan. Padahal ini justru menjadi api dalam sekam yang sewaktu-waktu menjadi pemicu untuk pertengkaran yang lebih hebat lagi. Sebaiknya saling jujur saja kalau ada yang bikin kesal dan dibicarakan baik-baik. Jangan sampai ini menjadi alasan untuk “mencari” yang lain.

  1. Jangan Iseng Join di Aplikasi Dating

Terkadang dalam sebuah hubungan pastilah ada rasa jenuh dan ingin mencari tantangan atau sesuatu yang baru, tapi bukan aplikasi dating solusinya. Kalau kamu merasa hubunganmu hambar dan butuh tantangan, ciptakanlah bersama pasangan bukan mencari partner yang lain dengan alasan selama tidak pernah bertemu kamu tidak terhitung selingkuh. Menjaga kesetiaan perlu dilakukan dalam bentuk online dan offline.

  1. Batasi Pertemanan dengan Lawan Jenis

Kalau sudah ada pasangan, perlu buat kamu untuk membatasi pertemanan dengan lawan jenis supaya terhindar dari kesempatan ataupun godaan lain. Bisa saja kamu merasa kalau panggilan “sayang” atau sekadar memegang lengan adalah interaksi yang biasa. Kelak ini akan jadi boomerang yang menyerang di saat kamu sedang jenuh, stres ataupun bertengkar dengan pasangan.

  1. Hindari Pertemuan yang Memicu CLBK

Ada banyak undangan reuni, yakin bisa kuat melihat mantan? Apalagi kalau tahu mantan terbaikmu masih berstatus single? Kalau tidak kuat-kuat iman, ajaklah pasangan untuk pergi bersama guna menghindari godaan yang tidak diinginkan. Kalaupun “godaan” datang tentunya tidak segencar ketika kamu pergi sendiri. Ketika melihat kamu ada gandengan pastinya si “penggoda” akan mengerem niatnya untuk melancarkan aksi. Tapi, jangan sampai juga kamu yang justru malah jadi penggodanya, ya.

  1. Batasi Waktu penggunaan Sosial Media

Bisa dibilang penggunaan sosial media yang rutin membuka peluang untuk mendapat gangguan dari orang ketiga. Salah satu cara untuk menghindari perselingkuhan adalah dengan membatasai penggunaan sosial media atau menyaring apa-apa saja yang bisa diakses di sosial media. Berteman dengan pasangan, keluarga, teman akan meminimalisir terjadinya perselingkuhan. “Antena” kerabat ada dimana-mana, kalau mau cheating harus mikir dua kali!

Hubungan perselingkuhan dan berganti-ganti pasangan rentan dengan isu penyakit kelamin. Jadi selingkuh bukan saja membahayakan hati tetapi juga kesehatan organ genital. Kalau kamu ingin tahu lebih banyak mengenai penyakit kelamin dan bahaya bertukar pasangan bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.