Lakukan Hal Ini agar Terhindar dari Hiperkolesterolemia

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Lakukan Hal Ini agar Terhindar dari Hiperkolesterolemia

Halodoc, Jakarta - Apakah kamu suka makan makanan berlemak, berminyak, dan makanan siap saji tapi tidak suka berolahraga? Hati-hati, pola hidup yang tidak sehat memicu munculnya berbagai masalah kesehatan. Salah satunya adalah kolesterol tinggi, yang terjadi ketika kadar kolesterol dalam darah melebihi batas normal atau di atas 200 mg/dL. Apalagi kalau kadar HDL lebih rendah dan LDL yang terlampau tinggi. 

Kolesterol adalah senyawa lemak yang sebagian besar dibuat oleh hati dan bertugas untuk membentuk membran sel, jenis hormon tertentu, dan vitamin D. Kadar kolesterol yang terlampau tinggi memicu banyak masalah kesehatan, seperti stroke dan masalah jantung. Sayangnya, data menunjukkan bahwa ada 25 orang dari seribu orang yang meninggal karena masalah kolesterol tinggi. 

Apa yang Menyebabkan Hiperkolestrolemia?

Hiperkolesterolemia atau tingginya kadar kolesterol seseorang sering terjadi karena kombinasi antara faktor genetik dan pola hidup serta pola makan yang tidak sehat. Seseorang bisa mengidap penyakit ini karena riwayat keluarga, sering mengonsumsi makanan berlemak dan berminyak, memiliki penyakit diabetes, kelebihan berat badan, kurang berolahraga, merokok, dan memiliki lingkar pinggang maupun perut yang melebihi normal. 

Baca juga: Kelebihan Kolesterol, Ini Penyebab Hiperkolesterolemia

Sayangnya, kelainan ini tidak menunjukkan gejala. Seseorang tidak merasakan adanya perubahan pada tubuhnya hingga terjadinya komplikasi serius, seperti tiba-tiba mengalami stroke dan penyakit jantung. Inilah mengapa penting untuk melakukan pemeriksaan darah secara rutin untuk mendeteksi masalah kesehatan sejak dini. Kalau kamu tidak sempat pergi ke lab, pakai saja layanan Cek Lab yang ada di aplikasi Halodoc. 

Pakar kesehatan menyarankan untuk mulai melakukan pemeriksaan kesehatan pada anak berusia antara 9 hingga 11 tahun dan remaja mulai usia 17 sampai 21 tahun. Setidaknya, pada anak dan remaja, skrining bisa dilakukan minimal satu kali. Pada orang dengan usia lebih dari 21 tahun, pemeriksaan kesehatan bisa dilakukan setiap 4 hingga 6 tahun sekali. Khusus untuk pengidap diabetes, adanya riwayat kolesterol tinggi pada keluarga dan serangan jantung, skrining disarankan untuk dilakukan lebih rutin. 

Baca juga: 5 Faktor Risiko yang Bisa Tingkatkan Hiperkolesterolemia

Apa yang Bisa Dilakukan untuk Mencegah Hiperkolesterolemia?

Menjalani pola hidup dan pola makan yang sehat menjadi kunci utama untuk terhindar dari kadar kolesterol tinggi atau hiperkolesterolemia. Tentu saja, kamu harus mengurangi asupan makanan siap saji, berminyak, dan berlemak tinggi dan menggantinya dengan makanan kaya nutrisi yang dibutuhkan tubuh, seperti buah dan sayuran. 

Hindari makanan tinggi garam dan semua yang memicu tingginya kadar kolesterol dalam darah. Jangan lupa, perbanyak aktivitas fisik dengan rutin berolahraga, minimal 30 menit setiap harinya sebelum kamu memulai rutinitas. Tidak hanya menyehatkan, rutin berolahraga ditambah dengan membiasakan pola hidup serta pola makan yang sehat bisa membantu kamu mendapatkan berat badan ideal dan terhindar dari obesitas. 

Tidak boleh kamu lewatkan juga, hindari semua kebiasaan buruk seperti merokok dan begadang. Merokok berlebihan memicu kerusakan pada pembuluh darah dan membuat penumpukan plak pada pembuluh darah terjadi lebih cepat. Tidak hanya itu, merokok juga dapat merusak paru-paru, tenggorokan, dan hati. 

Baca juga: Pola Makan yang Buruk Bisa Sebabkan Hiperkolesterolemia



Referensi: 
NIH. Diakses pada 2019. Hypercholestrolemia.
Healthline. Diakses pada 2019. Everything You Need to Know About High Cholesterol.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. High Cholesterol.