Bukan Maag, Lambung Enggak Enak Bisa Jadi Dispepsia

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Bukan Maag, Lambung Enggak Enak Bisa Jadi Dispepsia

Halodoc, Jakarta - Lambung sakit atau tidak nyaman yang berujung pada sakit perut sering dikaitkan dengan diare atau sakit maag. Namun, tidak selalu demikian. Inilah mengapa kamu perlu mengenali gejalanya dengan lebih cermat. Pasalnya, lambung terasa tidak nyaman bisa menjadi tanda dan gejala dari dispepsia. Disebut juga masalah gangguan pencernaan, dispepsia terjadi jika tubuh kesulitan mencerna makanan atau minuman yang kamu konsumsi. Kondisi ini terjadi di saluran cerna dan siapa saja bisa mengalaminya, tidak memandang usia atau pun jenis kelamin, terlebih jika kamu melakukan kebiasaan buruk yang bisa memicunya.

Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya dispepsia, di antaranya adalah makanan asam, berlemak, dan sulit dicerna, makan terlambat, minum alkohol dan terlalu banyak kafein, kurang tidur, atau konsumsi obat tertentu.

Baca juga: Jangan Diremehkan, Dispepsia Bisa Berakibat Fatal

Selain lambung sakit, gejala dispepsia lain yang sering muncul yaitu mual, sering bersendawa, perut begah atau kenyang meski belum makan. Dispepsia yang terbilang ringan mungkin tidak memerlukan pemeriksaan lanjutan dan bisa diatasi dengan makan teratur dan mengurangi konsumsi makanan yang menjadi pemicu.

Jika terjadi penurunan nafsu makan yang berujung pada penurunan berat badan, muntah, sulit menelan makanan, sesak napas, dan berkeringat terus-menerus, segera periksakan kondisi kesehatanmu ke dokter. Heartburn dan dispepsia bisa saja membingungkan, tetapi kamu perlu tahu bahwa dua gangguan kesehatan ini tidak sama, meski waktu terjadinya cenderung bersamaan. Heartburn mengacu pada refluks asam yang didefinisikan sebagai perasaan terbakar di bagian belakang tulang dada yang biasa terjadi setelah makan.

Cegah dengan Diet Sehat

Untuk bisa mengetahui apakah kamu mengalami dispepsia, dokter melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait dengan gejala yang dialami. Biasanya, dokter bertanya di bagian mana dari perut yang terasa tidak nyaman, karena masalah pencernaan sendiri begitu luas, dan dibutuhkan pemeriksaan spesifik untuk bisa menentukan diagnosisnya.

Baca juga: 6 Makanan yang Harus Dihindari Pengidap Dispepsia

Tes darah diperlukan dan bisa dilakukan rontgen di bagian perut atau usus kecil. Jika diperlukan, dokter menyarankan untuk melakukan endoskopi bagian atas untuk bisa melihat lambung lebih maksimal. Prosedur ini membantu untuk menentukan diagnosis yang lebih tepat di bagian pencernaan, salah satunya adalah lambung.

Diet tinggi serat adalah cara terbaik untuk menjaga kesehatan bagian pencernaan. Pasalnya, diet ini membantu membersihkan usus dan membuat proses cerna menjadi lebih optimal dalam mengolah makanan atau minuman yang masuk ke tubuh.

Makanan seperti buah, kacang-kacangan, dan legum serta gandum yang kaya serat adalah pilihan yang baik untuk menu sehari-hari, karena bisa melindungi pencernaan. Beberapa jenis yogurt dan sereal juga diperkaya dengan serat yang dibutuhkan tubuh.

Baca juga: 5 Makanan yang Aman Dikonsumsi Pengidap Dispepsia

Makanan dengan nutrisi seimbang yang tidak termasuk makanan pedas, asam, dan berminyak menjadi kunci yang perlu diperhatikan. Jenis makanan ini memicu munculnya asam pada lambung yang membuat lambung sakit dan perut menjadi kembung karena banyaknya gas yang terbentuk di dalamnya.

Pastikan untuk mengonsumsi cukup cairan, dalam konteks ini adalah air putih setiap kali makan dan penuhi kebutuhan harian tubuh, setidaknya 8 gelas setiap harinya. Ini membantu memindahkan makanan melalui saluran pencernaan lebih cepat dan mencegah terjadinya masalah lain dalam tubuh, seperti misalnya dehidrasi dan infeksi pada saluran kemih.

Hindari kopi, minuman bersoda, dan alkohol juga makan yang teratur. Pastikan kamu mengetahui kondisi kesehatan lebih baik, dan jangan sampai kamu begadang jika memang tidak diperlukan. Konsumsi vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Jika tidak sempat membeli, manfaatkan aplikasi Halodoc yang bisa kamu download langsung di ponsel. Gunakan aplikasi Halodoc kapan saja dan di mana saja untuk menunjang kesehatan tubuhmu.