Langkah Pencegahan Bakteremia yang Dapat Dilakukan

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Langkah Pencegahan Bakteremia yang Dapat Dilakukan

Halodoc, Jakarta - Bakteri dapat masuk ke dalam darah, tetapi dalam keadaan normal jumlahnya cenderung sedikit dan dapat diatasi oleh sistem imun. Namun, jika jumlahnya banyak dan bertahan cukup lama, hal ini dapat menyebabkan bakteremia. Adakah yang dapat dilakukan sebagai langkah pencegahan bakteremia?

Upaya pencegahan bakteremia dapat dilakukan dengan cara:

  • Pemberian antibiotik sebelum operasi, atau sebelum dilakukan tindakan pada gigi.

  • Pemeliharaan kebersihan kateter.

  • Imunisasi, misalnya vaksin pneumonia atau influenza.

Baca juga: Pengidap Diabetes Bisa Kena Bakteremia, Ini Faktanya

Bakteremia yang hanya sementara dan tidak menimbulkan infeksi tidak akan menimbulkan gejala atau hanya menimbulkan demam yang dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan. Namun, jika bakteremia mengakibatkan infeksi atau bahkan hingga sepsis dapat menimbulkan gejala, seperti:

  • Demam;

  • Menggigil;

  • Jantung berdebar;

  • Tekanan darah menjadi rendah;

  • Napas menjadi lebih cepat;

  • Gangguan pencernaan, seperti diare, muntah, mual, dan nyeri perut.

  • Tubuh menjadi lemah;

  • Pusing;

  • Perubahan mental;

  • Ruam di seluruh tubuh.

Jika kamu mengalami berbagai gejala tersebut, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter, agar penanganan bisa dilakukan sesegera mungkin. Sekarang, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan juga bisa dilakukan di aplikasi Halodoc, lho. Lewat fitur Talk to a Doctor, kamu bisa obrolkan langsung gejalamu melalui Chat atau Voice/Video Call.

Berbagai Penyebab Bakteremia

Bakteri, sebagai penyebab dari bakteremia, yang masuk ke dalam aliran darah dapat masuk secara spontan seperti saat sikat gigi atau melalui makanan yang dimakan. Selain itu, bakteremia juga dapat terjadi akibat pemasangan alat di tubuh, seperti kateter urine, atau prosedur operasi dan perawatan luka.

Baca juga: Ini Alasan Infeksi Saluran Kemih Picu Bakteremia

Seperti telah disebutkan sebelumnya, bakteremia yang terjadi sementara tidak menimbulkan infeksi yang serius. Namun, bakteremia rentan berkembang menjadi infeksi yang serius, pada:

  • Bayi dan orang tua;

  • Pengidap luka bakar;

  • Memiliki kekebalan tubuh yang lemah, misalnya akibat kanker atau HIV/AIDS.

  • Sedang menjalani pengobatan yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, misalnya kemoterapi.

  • Baru mengidap infeksi, seperti pneumonia.

  • Memiliki penyakit kronis, seperti diabetes atau gagal jantung.

  • Penyalahgunaan NAPZA suntik.

Penanganan Medis untuk Bakteremia

Diagnosis bakteremia biasanya dilakukan melalui pemeriksaan fisik dan penunjang dengan melakukan kultur darah, yaitu sampel darah diletakkan di media tertentu untuk melihat pertumbuhan bakteri tertentu dalam darah. Sebelum dilakukan pemeriksaan kultur dapat dilakukan pemeriksaan hitung sel darah lengkap, laju endap darah, C-reactive protein (CRP), dan procalcitonin untuk melihat infeksi dalam tubuh. 

Selain pemeriksaan darah, pemeriksaan urine, feses, dan foto Rontgen juga dapat dilakukan untuk mencari sumber infeksi. Untuk melakukan pemeriksaan, kini kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, lho. Jadi, pastikan kamu sudah download aplikasinya di ponselmu, ya.

Baca juga: Sering Kemoterapi Bisa Kena Bakteremia, Apa Sebabnya?

Setelah menentukan diagnosis, pengobatan bakteremia dilakukan, dengan tujuan untuk menghilangkan sumber berkembangnya bakteri. Penanganan bisa dilakukan melalui pemberian antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri. Obat antibiotik dapat diberikan dalam bentuk oral maupun suntikan.

Jika sumber bakteremia diduga berasal dari pemasangan alat di tubuh seperti kateter urine, selain memberikan pasien antibiotik, dokter juga akan mencabutnya bila memungkinkan, atau mengganti alat tersebut. Operasi terkadang juga diperlukan untuk membersihkan abses atau mengangkat jaringan yang terinfeksi, bila tidak membaik dengan antibiotik.

Referensi:

Verywell Health (Diakses pada 2019). Bacteremia Causes and Diagnosis

Medscape (Diakses pada 2019). Bacteremia

Mayo Clinic (Diakses pada 2019). Blood poisoning: When to see a doctor