• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Langkah Pengobatan untuk Mengatasi Trakhoma
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Langkah Pengobatan untuk Mengatasi Trakhoma

Langkah Pengobatan untuk Mengatasi Trakhoma

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani : 24 September 2020
Langkah Pengobatan untuk Mengatasi Trakhoma

Halodoc, Jakarta – Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh Centers for Disease Control and Prevention, trakhoma adalah penyebab utama dunia dari kebutaan dan disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Penyebarannya dapat terjadi secara langsung melalui kontak pribadi langsung, penggunaan handuk atau kain yang sama dengan orang yang terinfeksi. 

Jika tidak diobati, infeksi trakhoma berulang dapat menyebabkan jaringan parut yang parah pada bagian dalam kelopak mata, sehingga dapat menyebabkan bulu mata menggaruk kornea (trichiasis). Bagaimana langkah pengobatan yang tepat untuk mengatasi trakhoma? Berikut ulasannya!

Baca juga: Cara Penularan Penyakit Trakhoma yang Perlu Diwaspadai

Penanganan dan Perawatan Trakhoma

Penanganan trakhoma tergantung pada kondisi penyakitnya. Pada tahap awal trakhoma, pengobatan dengan antibiotik bisa dilakukan untuk menghilangkan infeksi. Dokter mungkin meresepkan salep mata tetrasiklin atau azitromisin oral (Zithromax). 

Perawatan tahap selanjutnya pada trakhoma yang menyebabkan kelainan bentuk kelopak mata adalah pembedahan. Dalam operasi rotasi kelopak mata (rotasi tarsal bilamellar), dokter membuat sayatan di kelopak mata yang memiliki bekas luka dan memutar bulu mata menjauh dari kornea. Prosedur ini dapat menurunkan risiko perkembangan jaringan parut kornea dan dapat membantu mencegah hilangnya penglihatan.

Jika kornea menjadi cukup keruh sehingga merusak penglihatan secara serius, transplantasi kornea mungkin menjadi pilihan yang dapat menjadi solusi. Orang yang mengalami trakhoma juga direkomendasikan menjalani prosedur untuk menghilangkan bulu mata (epilasi) dalam beberapa kondisi. Prosedur ini mungkin perlu dilakukan berulang kali. 

Sementara itu, memasang perban perekat di bulu mata agar tidak menyentuh mata juga menjadi opsi perawatan lain. Kalau kamu ingin tahu lebih lanjut mengenai penanganan trakhoma cari tahu langsung di Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya mudah, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Tanda Terkena Infeksi Trakhoma

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, trakhoma disebabkan oleh infeksi. Pada awalnya, trakhoma dapat menyebabkan gatal ringan dan iritasi pada mata dan kelopak mata. Kemudian, lama-lama kelopak mata akan membengkak dan keluar nanah yang mengalir dari mata. Perawatan sedini mungkin dapat membantu mencegah komplikasi trakhoma.

Baca juga: Trakhoma Bisa Sebabkan Komplikasi pada Telinga, Hidung, dan Tenggorokan

Perlu diketahui, anak kecil sangat rentan terhadap infeksi ini. Nah, makanya sangat penting untuk mengidentifikasi trakhoma, salah satunya dengan melacak tahap dalam perkembangan trakhoma:

1. Peradangan Folikel

Ini ditandai dengan munculnya benjolan kecil yang mengandung limfosit, sejenis sel darah putih yang terlihat dengan pembesaran di permukaan bagian dalam kelopak mata atas (konjungtiva).

2. Peradangan Intens

Pada tahap ini, mata mengalami iritasi, dengan penebalan atau pembengkakan pada kelopak mata bagian atas.

3. Jaringan Parut Kelopak Mata

Infeksi berulang menyebabkan jaringan parut pada kelopak mata bagian dalam. Bekas luka sering muncul sebagai garis putih. Kelopak mata mungkin menjadi terdistorsi dan bulu mata tumbuh ke arah dalam sehingga kelopak mata berlipat. Bulu mata yang tumbuh ke dalam (trichiasis) akan menggores kornea mata, sehingga menyebabkan infeksi lainnya. 

Baca juga: Cara Penularan Penyakit Trakhima yang Perlu Diwaspadai

4. Pengaburan Kornea

Peradangan yang terus-menerus dan diperparah dengan garukan dari bulu mata yang terbalik menyebabkan kornea menjadi kabur. Selain itu, jaringan kelenjar pelumas di kelopak mata termasuk kelenjar penghasil air mata (kelenjar lakrimal), dapat terpengaruh karena kondisi ini. Akibatnya dapat menyebabkan kekeringan yang ekstrim, yang semakin memperburuk masalah.

Yuk, lakukan pengecekan mata berkala supaya terhindar dari gangguan kesehatan yang berbahaya!

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Hygiene-related Diseases
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Trachoma