• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Langkah Sederhana Mencegah Gigi Berlubang pada Anak

Langkah Sederhana Mencegah Gigi Berlubang pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Jika anak mengalami gigi berlubang terlalu dini, gigi di sebelahnya akan bergeser. Sehingga gigi berlubang yang akan tumbuh lagi tidak memiliki ruang. Kerusakan gigi berlubang pada anak harus dicegah. Jika tidak, gigi berlubang harus diobati dan dapat menyebabkan rasa sakit pada anak.

Baca juga: 3 Masalah Kesehatan Mulut Pada Anak


Cara Mudah Cegah Gigi Berlubang pada Anak

Gigi berlubang pada anak bisa dicegah dengan mengajarkan kebiasaan sederhana merawat gigi. Kebiasaan ini harus dimulai sejak dini, karena kerusakan gigi dapat berkembang setelah gigi pertama tumbuh. Berikut beberapa langkah sederhana untuk mencegah gigi berlubang pada anak:

  • Mulailah menyikat gigi anak setelah gigi pertama muncul. Sikat gigi, lidah, dan gusi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride. Untuk anak di bawah usia 3 tahun, gunakan hanya sedikit pasta gigi, kira-kira seukuran sebutir beras. Mulai usia 3 tahun, anak dapat menggunakan pasta gigi seukuran kacang polong. 
  • Floss gigi anak setiap hari setelah usianya 2 tahun. 
  • Pastikan anak mengonsumsi makanan sehat yang seimbang. Batasi camilan lengket dan tinggi gula seperti keripik, permen, kue, dan cokelat. Gula dalam makanan akan berdampak buruk pada kesehatan gigi anak.
  • Ajari anak menggunakan lidahnya untuk membersihkan makanan dari giginya. 
  • Cegah pemindahan bakteri dari mulut ayah dan ibu ke anak dengan tidak berbagi peralatan makan. 
  • Jangan tidurkan anak sambil minum atau makan. Ini tidak hanya membuat gigi anak terkena gula, tapi juga dapat membuat anak berisiko mengalami infeksi telinga dan tersedak. 
  • Jika anak menginginkan minum dengan botol dot sebelum tidur, sebaiknya isi dengan air putih saja. 
  • Ajarkan anak untuk minum dari gelas biasa sesegera mungkin. Setidaknya sejak usia 12 hingga 15 bulan. Minum dari gelas tidak menyebabkan cairan terkumpul di sekitar gigi. Selain itu, minum dari gelas tidak bisa dilakukan sambil tidur. 
  • Lakukan pemeriksaan ke dokter gigi sebelum usia anak 1 tahun. Jika ada masalah gigi, dokter dapat melihatnya lebih awal. Selanjutnya lakukan pemeriksaan rutin setiap enam bulan sekali. 

Baca juga: Ini 6 Cara Agar Si Kecil Bebas Radang Gusi


Masalah Gigi yang Dapat Terjadi pada Anak

Seiring dengan pertumbuhan gigi permanen anak, dokter gigi dapat membantu mencegah pembusukan dengan memberikan sapuan tipis resin (atau sealant) ke gigi bagian belakang. Area tersebut adalah tempat mengunyah dilakukan. Lapisan pelindung ini menjaga agar bakteri tidak mengendap di celah molar yang sulit dijangkau. 

Jika orangtua rentan terhadap kerusakan gigi atau penyakit gusi, anak pun mungkin berisiko lebih tinggi. Terkadang kebiasaan menyikat gigi terbaik dan flossing pun tidak dapat mencegah lubang. Pastikan untuk menghubungi dokter gigi melalui aplikasi Halodoc jika anak mengeluh sakit gigi, bisa jadi itu adalah tanda gigi berlubang dan membutuhkan perawatan segera. 

Saat anak bertambah besar, masalah gigi yang dihadapi biasanya seputar kerapihan atau estetika gigi. Perawatan ortodontik mungkin diperlukan lebih awal. Anak mungkin perlu menggunakan kawat gigi atau peralatan korektif berbahan plastik bening jika usianya sudah 7 tahun.

Baca juga: Anak Bisa Terkena Radang Gusi, Benarkah?

Merapikan gigi dengan ortodontis pada usia muda bisa lebih mudah dan lebih efektif dalam jangka panjang. Gigi anak-anak yang lebih muda dapat diposisikan dengan perangkat ortodontik yang cukup kecil, sehingga mencegah perawatan yang lebih rumit di kemudian hari. Itulah pentingnya pemeriksaan rutin dan kebersihkan gigi yang baik agar dapat membantu mencegah perawatan gigi yang ekstensif. 


Referensi:
Healthy Children. Diakses pada 2020. How to Prevent Tooth Decay in Your Baby.
Kids Health. Diakses pada 2020. Keeping Your Child's Teeth Healthy.
Hopkins Medicine. Diakses pada 2020. Tooth Decay (Caries or Cavities) in Children.