• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Lanjut Usia Rentan Mengalami Hematoma Subdural
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Lanjut Usia Rentan Mengalami Hematoma Subdural

Lanjut Usia Rentan Mengalami Hematoma Subdural

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 09 November 2020
Lanjut Usia Rentan Mengalami Hematoma Subdural

Halodoc, Jakarta – Pernahkah kamu mendengar mengenai istilah hematoma? Kondisi ini merupakan adanya kumpulan darah tidak normal di luar pembuluh darah. Hematoma sendiri memiliki beberapa jenis yang berbeda, salah satunya adalah hematoma subdural. Hematoma jenis ini terjadi ketika darah menumpuk di antara dua lapisan pada otak, yaitu lapisan arachnoid dan juga meningeal.

Baca juga: Haruskah Hematoma Subdural Diatasi dengan Operasi?

Umumnya, kondisi ini sering ditemukan pada seseorang yang mengalami benturan cukup keras di kepala akibat kecelakaan lalu lintas. Namun tidak hanya itu, adanya penyakit yang menyebabkan gumpalan darah hingga penyalahgunaan alkohol kerap menjadi pemicu kondisi hematoma subdural. Lalu, benarkah seseorang yang memasuki lanjut usia juga rentan mengalami kondisi ini? Tidak ada salahnya simak alasannya, di sini!

Faktor Risiko Hematoma Subdural

Kondisi ini dapat terjadi ketika pembuluh darah vena pecah di antara otak dan bagian terluar dari tiga lapisan membran yang menutupi otak. Darah yang bocor akan membentuk hematoma dan menyebabkan tekanan pada jaringan otak. Kondisi hematoma yang tidak segera diatasi dapat mengakibatkan kesehatan yang memburuk, seperti hilangnya kesadaran secara bertahap hingga kematian.

Penyebab hematoma subdural nyatanya disesuaikan dengan jenisnya:

1.Hematoma Subdural Akut

Jenis ini merupakan hematoma subdural yang paling berbahaya. Cedera otak yang terjadi dapat menyebabkan area otak dipenuhi dengan darah dan langsung meningkatkan risiko yang berbahaya bagi kesehatan. Hal ini menyebabkan gejala akan langsung dialami oleh seseorang yang mengalami benturan pada kepala yang cukup keras yang diakibatkan oleh kecelakaan lalu lintas, pukulan di kepala, hingga jatuh.

2.Hematoma Subdural Subakut

Jenis ini disebabkan oleh hal yang serupa dengan hematoma subdural akut, tetapi gejala akan berkembang selama beberapa hari setelah terjadinya benturan pada kepala.

3.Hematoma Subdural Kronis

Hematoma subdural jenis ini biasanya disebabkan oleh kondisi benturan kepala yang terbilang cukup ringan, tetapi terjadi secara berulang. Tidak hanya itu, kondisi ini juga dapat terjadi karena penyusutan otak yang disebabkan oleh faktor usia, termasuk pada lansia. Hal ini mengakibatkan ruang tambahan pada tengkorak sehingga pembuluh darah akan lebih mudah mengalami kerusakan. Selain itu, gejala hematoma subdural kronis akan berkembang lebih lambat dibandingkan jenis hematoma subdural akut.

Baca juga: Risiko Operasi pada Hematoma Subdural Bisa Fatal?

Itulah beberapa penyebab yang dialami oleh pengidap hematoma subdural sesuai dengan penyebabnya. Tidak hanya itu, ada beberapa faktor risiko lainnya yang dapat meningkatkan seseorang alami hematoma subdural, seperti mengonsumsi obat pengencer darah, penyalahgunaan alkohol dalam waktu yang sangat panjang, dan juga adanya riwayat penyakit penggumpalan darah.

Inilah Gejala Hematoma Subdural yang Perlu Diketahui

Sebaiknya ketahui beberapa tanda yang menjadi gejala hematoma subdural agar kondisi ini dapat segera diatasi dengan baik. Adanya tekanan pada otak dapat menyebabkan sakit kepala yang cukup parah, pusing, mual, muntah, hingga mengalami kondisi disorientasi. Hematoma subdural juga dapat menyebabkan perubahan perilaku pada seseorang, seperti mengalami perubahan suasana hati yang begitu cepat hingga menjadi lebih cepat emosi. Terkadang gejala yang cukup parah dapat menyebabkan seseorang alami kehilangan kesadaran hingga kejang.

Segera kunjungi rumah sakit terdekat ketika kerabat atau keluarga mengalami cedera atau benturan pada kepala. Kondisi ini perlu pemeriksaan yang tepat untuk memastikan kondisi kesehatan dalam keadaan optimal. Beberapa gejala hematoma subdural dapat berkembang secara perlahan, pemeriksaan dan penanganan lebih dini menyebabkan kondisi ini lebih mudah diatasi. 

Baca juga: Waspada, Ini Komplikasi Akibat Hematoma Subdural

Pencegahan yang paling tepat untuk kondisi ini dengan menghindari kepala dari berbagai benturan. Untuk itu, jangan lupa selalu berhati-hati saat melakukan berbagai kegiatan fisik, selalu menggunakan alat pengaman yang tepat saat berkendara maupun berolahraga, dan mengurangi pengonsumsian alkohol.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Intracranial Hematoma.
National Health Service UK. Diakses pada 2020. Subdural Hematoma. 
UCLA Health. Diakses pada 2020. Acute Subdural Hematomas.
UCLA Health. Diakses pada 2020. Chronic Subdural Hematomas.