• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Laser Karbon Dioksida untuk Mengatasi Kista Bartholin
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Laser Karbon Dioksida untuk Mengatasi Kista Bartholin

Laser Karbon Dioksida untuk Mengatasi Kista Bartholin

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 01 Maret 2021
Laser Karbon Dioksida untuk Mengatasi Kista Bartholin

Halodoc, Jakarta – Salah satu penyakit kista yang juga perlu diwaspadai oleh para wanita adalah kista Bartholin. Kista ini muncul di kelenjar Bartholin yang terletak di setiap sisi lubang vagina.

Kelenjar Bartholin adalah kelenjar yang berfungsi untuk mengeluarkan cairan yang membantu melumasi vagina. Namun, terkadang bukaan kelenjar ini terhalang, sehingga menyebabkan cairan kembali lagi ke kelenjar. Akibatnya, terjadi pembengkakan yang relatif tidak nyeri yang disebut kista Bartholin.

Pada beberapa kasus, kista Bartholin bisa diobati dengan perawatan di rumah. Namun, pada kasus lain, prosedur medis mungkin perlu dilakukan untuk menghilangkan kista Bartholin. Nah, salah satu prosedur medis yang dianggap efektif untuk mengatasi penyakit tersebut adalah laser karbon dioksida. 

Baca juga: Benarkah Wanita Berusia 40 Tahun Berisiko Terkena Kista Bartholin?

Peran Laser Karbon Dioksida untuk Mengatasi Kista Bartholin

Pengobatan kista Bartholin tergantung pada ukuran kista, seberapa nyeri kista, dan apakah kista terinfeksi. 

Sejumlah bakteri, seperti Escherichia coli (E.coli) dan bakteri penyebab infeksi menular seksual (gonore dan klamidia), bisa menyebabkan kista Bartholin terinfeksi. Bila cairan di dalam kista terinfeksi, kamu mungkin akan mengalami abses. 

Laser karbon dioksida atau CO2 merupakan prosedur medis yang bisa digunakan untuk mengobati kista Bartholin. Prosedur tersebut dilakukan dengan membuat lubang di kulit vulva, sehingga kista bisa dikuras. Kista bisa dihilangkan dengan menggunakan laser atau dibiarkan dengan membuat lubang kecil untuk memungkinkan cairan keluar dengan sendirinya. Prosedur operasi ini sederhana dan cepat, tapi mahal. 

Sebuah penelitian melaporkan 19 pasien dengan kista Bartholin yang dirawat dengan dengan pendekatan invasif minimal laser CO2, menunjukkan bahwa prosedur pembedahan tersebut sebagai prosedur yang sangat sederhana dan dilakukan dalam waktu yang singkat, rata-rata 7 menit. Studi terbaru juga sudah meneliti keamanan dan efektivitas terapi laser karbondioksida dalam mengatasi abses atau kista Bartholin.

Analisis terhadap 200 pasien dengan kista Bartholin yang menjalani perawatan laser CO2 menunjukkan rata-rata usia pasien 32 tahun, dengan 1 kali melahirkan, dan 87 persen pasien menerima beberapa terapi antibiotik. Didapati bahwa tingkat kesembuhan dengan aplikasi laser tunggal adalah 95,7 persen dan pengulangan aplikasi laser efektif dalam kasus kekambuhan selama tindak lanjut.

Sementara studi yang dipublikasikan oleh Speck et al. mengevaluasi penggunaan laser pada 22 wanita. Para pasien dianjurkan untuk kembali dua sampai empat minggu setelah prosedur tindak lanjut.

Pada kunjungan pertama, semua menunjukkan keluarnya cairan mukoid, dan pemulihan total terjadi dalam 3-4 minggu. Hanya dua pasien yang mengalami kekambuhan, sehingga butuh penerapan laser kembali.

Jadi, laser karbon dioksida tampaknya bisa menjadi alternatif pengobatan yang baik, tidak terlalu invasif, cepat dan aman untuk kasus kista Bartholin. Tingkat kekambuhan rata-rata kurang dari 10 persen dan sembuh setelah prosedur laser baru selesai.

Baca juga: Kista Bartholin Dapat Diatasi dengan Prosedur Marsupialisasi

Waspada pada Gejalanya

Bila kamu memiliki kista Bartholin yang kecil dan tidak terinfeksi, kamu mungkin tidak menyadarinya. Namun, bila kista tumbuh, kamu mungkin merasakan ada benjolan di dekat lubang vagina. Meskipun kista biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, namun dapat terasa lunak.

Infeksi pada kista Bartholin bisa terjadi dalam hitungan hari. Berikut gejala kista Bartholin yang terinfeksi yang perlu diwaspadai:

Kista atau abses Bartholin biasanya hanya terjadi pada satu sisi lubang vagina. Bila kamu mengalami gejala-gejala kista Bartholin, segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan diagnosis. Dokter bisa merekomendasikan jenis pengobatan sesuai dengan kondisi kista Bartholin yang kamu alami, termasuk laser karbon dioksida.

Baca juga: Pencegahan yang Bisa Dilakukan Agar Terhindar dari Kista Bartholin

Bila mengalami gejala kesehatan tertentu yang mencurigakan, kamu juga bisa menghubungi dokter di Halodoc untuk bertanya-tanya. Dokter Halodoc yang ahli dan terpercaya bisa memberimu diagnosis awal. Yuk, download aplikasinya sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Bartholin's cyst.
Einstein (Sao Paulo). Diakses pada 2021. Treatment of Bartholin gland cyst with CO2 laser.