Latihan Fisik ala John Wick, Ini yang Dilakukan Keanu Reeves

Latihan Fisik ala John Wick, Ini yang Dilakukan Keanu Reeves

Halodoc, Jakarta – Seri ketiga film "John Wick" mengisahkan tentang kelanjutan nasib si pembunuh bayaran yang diperankan oleh Keanu Reeves. Demi mendalami perannya sebagai pembunuh bayaran yang sangat kuat dan tidak terkalahkan, Keanu Reeves harus mengasah beberapa keahlian beladiri. Beberapa latihan beladiri yang dilakukan pria berusia 54 tahun ini yaitu Ju-Jitsu Brasil, Judo dan Gun-Fu.

Menurut produser film “John Wick – Chapter 3”, Basil Iwanyk, Keanu selalu berlatih pada akhir pekan dalam empat atau lima bulan sebelum syuting film dimulai. Dalam sehari, Keanu bahkan bisa berlatih hingga 4–5 jam demi totalitas perannya.

Baca juga: Agar Tak Cedera, Lakukan 3 Tips Olahraga Ini

Pelatih pribadi Keanu, Patrick Murphy, menyebutkan bahwa Ia juga membantu Keanu untuk menciptakan kekuatan otot ketimbang membangun massa otot. Menurutnya, latihan kekuatan otot berfokus menciptakan stabilitas dan mengurangi cedera. Maka dari itu, latihan kekuatan otot akan lebih cocok karena ada banyak pertarungan di film John Wick. Berikut beberapa contoh latihan kekuatan otot yang dilakukan Keanu Reeves :

1. Reverse Lunge Front DB Raise

Reverse lunge front DB raise adalah salah satu jenis olahraga angkat beban. Latihan kekuatan ini dimulai dengan memegang sepasang dumbel sepanjang lengan di samping tubuh. Sebelum mengangkatnya, jaga dada dan bahu tetap tinggi. Setelah itu, ambil langkah satu kaki ke belakang dan tekuk kedua lutut agar lebih rendah.

Kemudian, angkat beban setinggi bahu secara bersamaan, Setelah diangkat, jaga agar lengan tetap lurus. Ulangi gerakan ini di sisi lain. Lakukan latihan ini selama 8–10 detik setiap sisi.

2. Bosu Lunge Shoulder Press

Bosu atau both side up merupakan salah satu peralatan fitnes yang unik dan bisa digunakan dengan cara membolak-balikan permukaannya. Langkah awal untuk melakukan latihan ini, yaitu sambil berdiri dengan kaki selebar pinggul dalam posisi lunge. Kemudian, letakan kaki depan di tengah-tengah bosu dan angkat dumbel setinggi dagu. Lalu, angkat badan dengan pinggul saat melakukan penekanan bahu. Setelah itu, kembali ke posisi awal dan ulangi semua repetisi di satu sisi.

3. Reverse-Step Resistance Band Row

Tidak seperti latihan fisik menggunakan halter dan barbel, latihan menggunakan resistance band menciptakan ketegangan otot secara konstan sepanjang gerakan. Reverse-step resistance band row meningkatkan waktu otot-otot yang bekerja di bawah tekanan. Menambahkan waktu di bawah ketegangan merupakan stimulus pertumbuhan otot kuat. Latihan ini juga mengubah kurva resistensi latihan kekuatan otot.

Baca Juga: Inilah yang Terjadi pada Tubuh Saat Berhenti Olahraga

4. Squat with TRX Shoulder Iso-Hold

Squat with TRX shoulder iso-hold adalah latihan yang berfokus pada tubuh bagian bawah, meningkatkan kekuatan, daya tahan otot, dan mobilitas. Latihan ini dimulai dengan mengarahkan jari-jari kaki sedikit keluar. Lalu, berjongkok sampai bagian atas lutut ditekuk pada atau lebih dari 90 derajat.

Lutut harus tetap di belakang, atau langsung di atas jari kaki. Pertahankan tulang belakang tetap tegak. Tahan posisi ini selama 3–5 detik, kemudian rentangkan pinggul, lutut, dan pergelangan kaki dan kembali ke posisi awal. Setelah itu, bayangkan kamu seakan-akan sedang berdiri di tengah-tengah bujur sangkar yang kemudian menjatuhkan pantat ke tengah-tengah bujur sangkar. Jaga agar berat badan merata di antara jempol kaki, kelingking kaki, dan tumit.

5. Stability Ball Dynamic Plank

Latihan ini tidak hanya membuat semua otot-otot di tubuh bekerja untuk mempertahankan keselarasan abs, punggung bawah, miring, abdominis transversal, tapi juga melibatkan korset bahu dan pinggul. Ada banyak gerakan stability ball dynamic plank yang bisa dilakukan. Salah satu gerakan mudah yang bisa dilakukan adalah knee tucks. Gerakan ini dilakukan dengan menempatkan bola di bawah kaki, sehingga membuat pinggul, lutut, dan pergelangan kaki harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan keseimbangan tubuh dari sisi ke sisi. Kemudian, gulung bola ke dalam dan ke luar untuk membuat beban bergeser melalui kaki ke lutut.

6. Banded Lateral Walk Pallof Press

Pallof press merupakan salah satu latihan kekuatan yang menggunakan resistance band. Langkah pallof press dimulai dengan memasang resistance band ke jangkar setinggi dada. Atur tubuh  sedemikian rupa, sehingga tegak lurus dengan pita, lalu jari-jari saling bertautan dengan tangan. Lutut dan pinggul harus tetap lentur untuk memungkinkan sedikit fleksi pada sendi.

Kemudian, menjauhlah dari titik jangkar sehingga ada ketegangan pada pita. Semakin kamu menjauh dari jangkar, maka akan semakin banyak perlawanan. Dengan kedua tangan menggenggam pegangan pita, tekan kepalan tangan ke tulang dada dan remas bilah bahu. Sambil menjaga perut tetap menarik, punggung bawah rata, dan tulang belikat tertekan, tarik perlahan pita ke tubuh dan pertahankan bahu dekat dengan tubuh.

Baca Juga: 5 Jenis Olahraga untuk yang Mager

Itulah beberapa latihan fisik yang dilakukan Keanu Reeves agar perannya sebagai John Wick maksimal. Kalau kamu ingin menerapkan latihan di atas sebaiknya jangan lakukan saat berpuasa ya. Sebab, latihan di atas bisa membuatmu kelelahan dan dehidrasi.

Kalau kamu mengalami gangguan kesehatan selama berpuasa, bicara saja dengan dokter Halodoc. Gunakan fitur Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play! Play!