• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Lebih Bahaya Mana, Mengisap Vape atau Rokok Tembakau

Lebih Bahaya Mana, Mengisap Vape atau Rokok Tembakau

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Beberapa tahun belakangan rokok elektrik alias vape semakin populer dan digandrungi. Ada yang menyebut bahwa rokok elektrik jauh lebih bergaya dan banyak juga yang menganggap bahwa vape lebih aman dibanding rokok tembakau. Namun, hingga kini pro kontra hal ini masih saja diperdebatkan.

Rokok elektrik alias vape dianggap lebih aman karena tidak memiliki kandungan tembakau. Meski begitu, belum ada hal yang membuktikan bahwa vape benar-benar bebas dari risiko. Sebelumnya perlu diketahui, rokok elektrik merupakan alat yang menggunakan batre untuk menyalakannya dan sangat mirip dengan rokok tembakau. Namun, tidak seperti rokok yang terbuat dari daun-daun tembakau yang dibungkus, rokok elektrik terdiri dari tabung yang berisi cairan nikotin, perasa buah, dan bahan kimia lainnya.

Baca juga: Tanpa Nikotin, Vape Tetap Berbahaya?

Mengenal Lebih Dekat Vape

Vape alias rokok elektrik bekerja dengan cara memanaskan cairan di dalam tabung. kemudian mengubahnya menjadi uap. Selain pada bentuknya, perbedaan mendasar dari kedua jenis rokok ini adalah kandungan tembakau. Vape tidak memiliki kandungan tembakau seperti pada rokok tradisional. Namun hal itu tidak menjadi tolak ukur bahwa vape pasti lebih aman dibanding rokok.

Sebab, bukan hanya kandungan tembakau yang bisa meningkatkan risiko penyakit serius menyerang, misalnya kanker. Penggunaan vape dalam jangka panjang, yaitu satu tahun atau bahkan kurang, juga disebut bisa meningkatkan risiko seseorang terserang penyakit kanker. Maka dari itu, penggunaan vape pun sebaiknya diwaspadai, terutama pada remaja dan orang yang rentan terserang penyakit.

Meski tidak mengandung tembakau, beragam kandungan lain yang juga bisa ditemukan dalam isian vape, nyatanya juga bisa memicu penyakit. Untuk mengetahui apakah rokok elektrik aman, cari tahu dulu bahan-bahan yang terkandung dalam cairan isi rokok elektrik berikut ini:

Nikotin
Rokok elektrik juga mengandung nikotin didalamnya yang dapat menyebabkan kecanduan. Jika kebiasaan mengisap rokok elektrik dihentikan, maka penggunanya bisa mengalami depresi atau uring-uringan. Nikotin juga tidak baik bagi kesehatan paru-paru, karena dapat menyebabkan kerusakan paru-paru permanen dan meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru.

Propilen Gilikon

Zat lainnya yang terkandung dalam rokok elektrik adalah propilen gilikol. Sebenarnya Propilen gilikol tidak berbahaya untuk dikonsumsi, karena memang banyak ditemukan dalam berbagai jenis makanan, seperti popcorn, es krim, salad, dan lain-lain. Namun, uap dari zat tersebut dapat membuat mata iritasi, dan berbahaya jika dikonsumsi oleh pengidap asma karena dapat membuat penyakit asma semakin sering kambuh.

Baca juga: Vape Mau Dilarang, Apa Bahayanya bagi Paru-Paru?

Gliserin
Gliserin berbentuk cairan kental yang tidak berbau, tidak berwarna, dan rasanya manis. Meskipun aman untuk dikonsumsi, tetapi belum ada penelitian lebih lanjut apakah tentang dampak lebih lanjut jika dihirup secara berlebihan.

Zat-Zat Kimia Lain yang Bisa Berbahaya

Selain itu, zat-zat kimia lainnya yang juga terkandung dalam cairan rokok elektrik, seperti formalin, asetaldehida, akrolein, timah, timbal dan merkuri dapat membentuk aerosol yang berbahaya bagi kesehatan jika dipanaskan.

Perisa
Rokok elektrik memiliki berbagai rasa yang juga membuat harum uap yang dihembuskan. Namun, dibalik rasa-rasa enak dan unik yang dihasilkan rokok elektrik, seperti buah-buahan, kayu manis, hingga popcorn, terkandung satu zat yang membahayakan, yaitu diasetil. Jika zat diasetil dihirup, maka bisa menyebabkan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Baca juga: Bergaya tapi Berbahaya, Vape bisa Sebabkan Chemical Pneumonia

Cari tahu lebih lanjut seputar rokok elektrik dan rokok tembakau serta apa saja bahayanya dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa berdiskusi dengan dokter melalui Voice/Video Call dan Chat kapan dan di mana saja. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play.

Referensi:
National Center for Health Research. Diakses pada 2020. Is Vaping Safer than Smoking Cigarettes?
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Tobacco Product Use Among Adults — United States,
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2020. Can vaping damage your lungs? What we do (and don’t) know.