• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Lebih dari Sekadar Makan Banyak, Ini Bahaya dari Binge Eating

Lebih dari Sekadar Makan Banyak, Ini Bahaya dari Binge Eating

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Lebih dari Sekadar Makan Banyak, Ini Bahaya dari Binge Eating

Halodoc, Jakarta - Normalnya, orang akan makan ketika lapar dan berhenti ketika kenyang. Namun, pengidap binge eating tidak demikian. Mereka akan makan terus-menerus dalam jumlah yang sangat banyak, tanpa memiliki kemampuan untuk menghentikan kebiasaan makan tersebut. Setelah makan banyak, mereka seringnya menyesal, namun tidak bisa berbuat apa-apa ketika dorongan untuk makan muncul. 

Lalu, apa bahaya dari binge eating? Tentu bukan sekadar kekenyangan karena makan banyak, lho. Jika tidak segera ditangani, binge eating dapat membuat pengidapnya berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan serius, seperti obesitas, diabetes tipe 2, hipertensi, gangguan pencernaan, dan gangguan psikologis, seperti cemas dan depresi. 

Baca juga: Gagal Diet? Hati-Hati Binge Eating

Apa Gejala Binge Eating?

Secara umum, binge eating ditandai dengan perilaku makan dalam porsi yang sangat besar dan sulit menahan dorongan untuk tidak melakukan hal itu. Padahal setelahnya, pengidap binge eating sering merasa bersalah, stres, bahkan depresi. 

Lebih spesifiknya, berikut ini gejala binge eating yang perlu diwaspadai:

  • Makan dengan sangat cepat, atau lebih cepat dari biasanya.
  • Sering makan dalam porsi banyak, padahal tidak sedang merasa lapar.
  • Makan terlalu banyak hingga merasa begah dan perut terasa tidak nyaman.
  • Sering menyendiri saat makan, agar tidak diketahui oleh orang lain.

Seseorang dikatakan mengidap binge eating jika gejala-gejala tersebut muncul setidaknya 1 kali per minggu, dalam 3 bulan. Pada kasus yang ringan, episode gejala dapat muncul sebanyak 1-3 kali per minggu. Namun, pada kasus yang berat, episode gejala dapat muncul sebanyak 8-13 kali per minggu. Bahkan, yang sangat parah, bisa lebih dari 14 kali per minggu.

Jika kamu atau orang terdekat ada yang mengalami gejala binge eating yang dijelaskan tadi, sebaiknya segera download aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan dokter atau psikiater di rumah sakit, agar bisa menjalani pengobatan. Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik serta psikologis.

Baca juga: Ini Alasan Depresi Sebabkan Binge Eating Disorder

Bila perlu, akan dilakukan juga beberapa pemeriksaan penunjang, seperti tes darah dan urine. Barulah setelah diagnosis binge eating dipastikan, dokter akan menentukan metode penanganan yang sesuai dengan kondisi dan pemicunya.

Metode Penanganan untuk Binge Eating

Penanganan binge eating akan difokuskan untuk memperbaiki perilaku makan pengidap, meningkatkan rasa percaya diri, membantu pengidap mendapatkan berat badan ideal, dan mengatasi masalah kesehatan yang muncul akibat gangguan ini.

Dilansir dari American Psychological Association, berikut ini metode penanganan yang biasa dilakukan untuk mengatasi binge eating:

1.Terapi Perilaku Kognitif

Terapi ini dilakukan untuk membantu pengidap memahami apa saja penyebab munculnya gejala binge eating dan melatih mereka untuk bisa mengalihkan dorongan makan dengan hal lain. Terapi ini juga bermanfaat untuk membantu pengidap mengendalikan emosi, mood, dan gangguan perilaku yang muncul.

2.Psikoterapi Interpersonal

Secara umum, tujuan dari psikoterapi interpersonal adalah untuk membantu pengidap binge eating meningkatkan kemampuan interpersonalnya. Hal ini termasuk bagaimana ia berinteraksi dengan keluarga, teman, rekan kerja, dan orang lain yang baru dikenal. Dengan begitu, gejala yang muncul akibat masalah hubungan sosial dapat berkurang. 

Baca juga: Binge Eating Disorder vs Bulimia, Mana yang Lebih Berbahaya?

3.Obat-obatan

Selain terapi, pengidap binge eating juga biasanya akan diresepkan obat-obatan. Misalnya obat antiepilepsi topiramat dan obat antidepresan, untuk meredakan gejala yang muncul.

4.Program Penurunan Berat Badan

Pada kebanyakan kasus, binge eating sering membuat pengidapnya sulit menjaga berat badan ideal. Jadi, program penurunan berat badan sering dimasukkan ke dalam salah satu metode penanganan untuk binge eating. Dokter akan menentukan jumlah dan jenis makanan yang boleh dikonsumsi, serta membantu pengidap mencari cara menahan nafsu makan yang efektif.

Ketika berat badan berhasil diturunkan, pengidap binge eating diharapkan bisa lebih percaya diri dan muncul citra positif terhadap dirinya. Kemudian, secara perlahan, binge eating pun akan berkurang. 

Referensi:
American Psychological Association. Diakses pada 2020. Treatment for Binge Eating.
National Health Service UK. Diakses pada 2020. Binge Eating Disorder - Overview.
Healthline. Diakses pada 2020. Binge Eating Disorder: Symptoms, Causes and How to Stop.
Psych Central. Diakses pada 2020. Binge Eating Disorder.
Psychology Today. Diakses pada 2020. Binge-Eating Disorder (Compulsive Overeating).