• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Legenda Bulu Tangkis Verawaty Fajrin Alami Kanker Paru-Paru

Legenda Bulu Tangkis Verawaty Fajrin Alami Kanker Paru-Paru

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Legenda Bulu Tangkis Verawaty Fajrin Alami Kanker Paru-Paru

“Kanker seperti kanker paru adalah kondisi yang tidak bisa disepelekan dan harus segera diberikan perawatan yang tepat dan cepat. Inilah yang tengah dialami Verawaty Fajrin, atlet bulu tangkis yang punya segudang prestasi pada 1980 an. Kini ia tengah terbaring di rumah sakit akibat kanker paru yang ia alami.”

Halodoc, Jakarta – Lama tak terdengar kabarnya, Verawaty Fajrin yang merupakan wanita yang dijuluki ratu bulu tangkis Indonesia pada era 1980-an, kini terbaring di rumah sakit. Ia tengah menerima perawatan intensif karena ia sedang berjuang melawan kanker paru-paru yang kini sedang ia alami. 

Verawaty Fajrin sempat menjalani perawatan kemoterapi di Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta, sebanyak lima kali dan kemudian ia divonis mengidap kanker paru-paru pada Maret 2020. Untungnya berkat bantuan Kemenpora dan Kemenkes, Verawaty Fajrin akhirnya bisa dipindahkan ke Rumah Sakit Dharmais, Jakarta. 

Baca juga: Kenali Gejala Awal dari Kanker Paru Paru

Kondisi Terkini Verawaty Fajrin

Setelah mendapatkan perawatan di RS Dharmais, kondisi Verawaty Fajrin sempat membaik sampai diperbolehkan pulang. Namun, beberapa hari lalu, kondisi Verawaty Fajrin kembali mengalami penurunan. Verawaty Fajrin akhirnya kembali dibawa ke RS Dharmais untuk mendapatkan perawatan intensif. 

Kondisi Verawaty Fajrin pada Minggu (19/9/2021) masih menunggu di ruang transit RS Dharmais. Pasalnya, High Care Unit (HCU) RS Dharmais hingga kini masih penuh. Pihak keluarga dan kerabat berharap Pemerintah Indonesia bisa segera membantu turun tangan langsung karena kondisi Verawaty Fajrin saat ini cukup mengkhawatirkan. 

Ingat, meskipun seseorang adalah atlet, bukan berarti mereka terbebas dari ancaman penyakit. Jadi, jika suatu saat kamu mulai merasakan gejala yang mencurigakan, jangan tunda untuk segera melakukan pemeriksaan di rumah sakit. Untungnya kini di Halodoc kamu bisa buat janji dengan mudah dan tanpa perlu antre lagi.

Baca juga: 4 Gaya Hidup Sehat Ala Atlet yang Bisa Ditiru

Pengobatan Kanker Paru-Paru yang Bisa Dilakukan

Pasien dan dokter biasanya akan memilih rencana perawatan kanker berdasarkan sejumlah faktor, seperti kesehatan secara keseluruhan, jenis dan stadium kanker, dan preferensi dari pasien. 

Dalam beberapa kasus, pasien mungkin memilih untuk tidak menjalani perawatan. Misalnya, pasien mungkin merasa bahwa efek samping pengobatan akan lebih besar daripada manfaat potensialnya. Jika itu masalahnya, dokter mungkin menyarankan perawatan yang nyaman untuk mengobati hanya gejala yang disebabkan oleh kanker, seperti nyeri atau sesak napas.

Beberapa pengobatan yang bisa dilakukan oleh Verawaty Fajrin kelak, antara lain:

  • Operasi

Selama operasi, ahli bedah akan bekerja untuk mengangkat kanker paru-paru dan jaringan sehat. Prosedur untuk menghilangkan kanker paru-paru meliputi:

  • Reseksi baji untuk mengangkat bagian kecil paru-paru yang mengandung tumor bersama dengan margin jaringan sehat.
  • Reseksi segmental untuk mengangkat sebagian besar paru-paru, tetapi tidak seluruh lobus.
  • Lobektomi untuk mengangkat seluruh lobus satu paru-paru.
  • Pneumonektomi untuk mengangkat seluruh paru-paru.

Jika pasien menjalani operasi, ahli bedah juga dapat mengangkat kelenjar getah bening dari dada untuk memeriksa tanda-tanda kanker.

Pembedahan dapat menjadi pilihan jika kanker terbatas pada paru-paru. Jika pasien memiliki kanker paru-paru yang lebih besar, dokter mungkin merekomendasikan kemoterapi atau terapi radiasi sebelum operasi untuk mengecilkan kanker. Jika ada risiko sel kanker tertinggal setelah operasi atau kanker mungkin kambuh, dokter mungkin merekomendasikan kemoterapi atau terapi radiasi setelah operasi.

Baca juga: 8 Komplikasi yang Terjadi Jika Terkena Kanker Paru

  • Terapi Radiasi

Terapi radiasi menggunakan sinar energi bertenaga tinggi dari sumber seperti sinar-X dan proton untuk membunuh sel kanker. Selama terapi radiasi, pasien akan berbaring di atas meja sementara mesin bergerak di sekitar, mengarahkan radiasi ke titik-titik yang tepat di tubuh.

Untuk orang dengan kanker paru-paru stadium lanjut lokal, radiasi dapat digunakan sebelum operasi atau setelah operasi. Ini sering dikombinasikan dengan perawatan kemoterapi. Jika operasi bukanlah pilihan, kombinasi kemoterapi dan terapi radiasi mungkin merupakan pengobatan utama.

Untuk kanker paru-paru lanjut dan yang telah menyebar ke area lain di tubuh, terapi radiasi dapat membantu meredakan gejala, seperti nyeri.

  • Kemoterapi

Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker. Satu atau lebih obat kemoterapi dapat diberikan melalui pembuluh darah di lengan (intravena) atau diminum. Kombinasi obat-obatan biasanya diberikan dalam serangkaian perawatan selama beberapa minggu atau bulan, dengan jeda di antaranya sehingga pasien dapat pulih.

Kemoterapi sering digunakan setelah operasi untuk membunuh sel kanker yang mungkin tersisa. Ini dapat digunakan sendiri atau dikombinasikan dengan terapi radiasi. Kemoterapi juga dapat digunakan sebelum operasi untuk mengecilkan kanker dan membuatnya lebih mudah untuk diangkat.

Pada orang dengan kanker paru-paru lanjut, kemoterapi dapat digunakan untuk menghilangkan rasa sakit dan gejala lainnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg
Referensi:
American Society of Clinical Oncology. Diakses pada 2021. Lung Cancer.
Kompas. Diakses pada 2021. Sakit Kanker, Legenda Bulu Tangkis Indonesia Verawaty Fajrin Terbaring di Rumah Sakit.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Lung Cancer.