• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Lemak di Kaki bisa Menurunkan Risiko Hipertensi

Lemak di Kaki bisa Menurunkan Risiko Hipertensi

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Bagi sebagian orang, memiliki kaki yang besar dan penuh lemak bisa menjadi hal yang memalukan. Alhasil, banyak cara dilakukan untuk mengecilkan kaki dan menghilangkan lemak di bagian tersebut. Namun, tahukah kamu jika keberadaan lemak di betis kaki ternyata memiliki manfaat yang luar biasa, yaitu menurunkan risiko hipertensi alias tekanan darah tinggi? 

Hal tersebut disampaikan dalam American Heart Association Hypertension 2020 Scientific yang dilakukan secara online. Sejumlah peneliti telah melakukan pemantauan terhadap orang dewasa yang memiliki banyak lemak di area kaki atau betis, dan menemukan bahwa semakin banyak lemak di area kaki maka semakin kecil risiko terjadinya hipertensi. Sayangnya, dalam penelitian tersebut tidak diketahui apa alasan di balik temuan yang didapat. 

Baca juga: Tekanan Darah Tinggi Membahayakan Kesehatan, Ini Buktinya

Hipertensi yang Harus Diwaspadai

Penelitian ini dilakukan dengan mengamati 6.000 orang yang rata-rata berusia 37 tahun. Dilakukan pemindaian sinar-X khusus untuk mengukur jaringan lemak di kaki. Kemudian, jumlah lemak di kaki akan dibandingkan dengan jaringan lemak tubuh secara keseluruhan. Setelah mengklasifikasikan peserta sesuai dengan persentase lemak di kaki, peneliti menyimpulkan bahwa semakin tinggi jumlah lemak di kaki, risiko hipertensi cenderung akan semakin kecil. 

Peneliti kemudian menyesuaikan analisis dengan berbagai faktor, mulai dari usia, jenis kelamin, merokok, konsumsi alkohol, kadar kolesterol, hingga lemak di pinggang. Hasilnya, risiko tekanan darah tinggi masih lebih rendah pada orang yang memiliki banyak lemak di kaki atau tungkai. Para peneliti mengatakan, jika hasil ini dikonfirmasi oleh penelitian yang lebih besar dan kuat, ada potensi bisa memengaruhi perawatan pasien hipertensi ke depannya. 

Seperti diketahui, hipertensi adalah penyakit yang sama sekali tidak boleh dianggap sepele. Seseorang dikatakan mengalami hipertensi jika memiliki tekanan darah 130/80 mmHg atau lebih. Jika terus dibiarkan tanpa perawatan, hal ini bisa berbahaya. Sebab, organ jantung akan dipaksa untuk bekerja lebih keras saat memompa darah ke seluruh tubuh. Hal itu bisa menyebabkan timbulnya berbagai penyakit seperti gagal jantung, gangguan ginjal, serta stroke. 

Baca juga: Tekanan Darah Rendah atau Tinggi, Manakah yang Lebih Berbahaya?

Tekanan darah tinggi alias hipertensi bisa dicegah dan diturunkan risikonya dengan menjalani gaya hidup sehat. Hal ini penting dilakukan orang-orang yang memiliki faktor risiko hipertensi. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan, seperti mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang, kurangi konsumsi garam, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, serta berhenti merokok. 

Orang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat hipertensi harus waspada. Sebab, salah satu penyebab penyakit ini bisa muncul adalah faktor keturunan. Selain itu, faktor usia, obesitas, terlalu banyak konsumsi garam, serta kurang aktivitas fisik juga bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami tekanan darah tinggi. 

Jika dibiarkan begitu saja, penyakit ini bisa berbahaya. Sebab, tekanan darah tinggi bisa merusak pembuluh darah dan organ dalam tubuh lainnya. Semakin lama, hipertensi bisa semakin tidak terkontrol dan menimbulkan berbagai komplikasi berupa penyakit serius. Komplikasi yang bisa muncul akibat hipertensi adalah aterosklerosis, kehilangan penglihatan, gagal ginjal, hingga gagal jantung. 

Baca juga: 5 Tanda Orang yang Berpotensi Terkena Hipertensi

Maka dari itu, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit terdekat jika mengalami gejala hipertensi parah. Semakin cepat ditangani, risiko terjadinya komplikasi bisa semakin diturunkan. Kamu bisa mencari rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc. Temukan rumah sakit yang bisa dijangkau dan bisa buat janji dengan dokter. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi 
Science Daily. Diakses pada 2020. Fatter legs linked to reduced risk of high blood pressure. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Hypertension. 
Medscape. Diakses pada 2020. Hypertension.