• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Lewatkan Sarapan, Bolehkah Langsung Makan Siang?

Lewatkan Sarapan, Bolehkah Langsung Makan Siang?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Halodoc, Jakarta – Menurut anjuran, menyantap sarapan sebaiknya dilakukan antara pukul 06.00 pagi hingga sebelum pukul 10.00 pagi. Entah karena bangun kesiangan, belum merasa lapar, atau sekadar tidak ada nafsu makan, akhirnya seseorang mungkin melewatkan waktu sarapan.

Padahal, sarapan disebut sebagai waktu terbaik untuk makan dan sebaiknya diprioritaskan. Jika sudah lewat waktunya, kamu mungkin akan merasa terlalu malas untuk sarapan dan memutuskan untuk menyatukannya dengan makan siang. Lantas, amankah langsung makan siang jika waktu sarapan sudah lewat?

Sebelumnya perlu diketahui bahwa sarapan disebut sebagai waktu makan paling penting dalam satu hari. Sejumlah penelitian telah menemukan bahwa melewatkan sarapan dapat membuat seseorang rentan terkena penyakit seperti obesitas, diabetes hingga stroke.

Baca juga: Kebiasaan Pagi Ini Berpotensi Bikin Bobot Naik

Selain itu, rutin sarapan ternyata dapat membantu program penurunan berat badan. Pasalnya, orang yang sarapan dengan menu sehat setidaknya 600 kalori tidak akan mudah merasa lapar. Sehingga mencegah makan berlebihan yang bisa berujung dengan penimbunan lemak.

Sayangnya, kebiasaan sengaja melewatkan sarapan malah bisa menyebabkan naiknya berat badan. Sebab, saat perut tidak diisi dengan makanan dalam waktu yang lama, tubuh akan menyimpan lebih banyak lemak untuk mencegah rasa kelaparan menyerang. Dan pada waktu yang sama, tubuh mulai membakar glukosa yang tersimpan di otot.

Hal itu tentu bisa memberi dampak negatif bahkan bisa berbahaya. Sebab, tubuh mungkin akan kehilangan massa otot bukannya timbunan lemak. Artinya, berat badan mungkin akan mengalami penurunan namun hal itu tidak baik. Pembakaran jaringan otot juga dapat membuat seseorang menjadi mudah merasa lemas dan lesu sepanjang hari. Kamu juga mungkin akan sulit berkonsentrasi dan dapat menurunkan produktivitas.

Membiarkan perut kosong dalam waktu yang lama juga bisa memicu tubuh mengirimkan sinyal ke otak. Pada akhirnya, sinyal itu akan diartikan sebagai rasa lapar berlebih yang memicu seseorang menjadi makan berlebihan pada siang hari.

Baca juga: 5 Pilihan Makanan Terbaik untuk Sarapan

Tren Makan Brunch

Seiring berjalannya waktu, ada semakin banyak inovasi yang terjadi di seluruh dunia. Salah satunya adalah hal pola makan. Salah satu tren makan yang sudah mulai banyak dikenal yaitu brunch. Apa itu?

Sebagian orang memaknai brunch sebagai tren “sarapan di siang hari” karena dilakukan setelah melewati waktu sarapan. Sementara sebagian lainnya, menjadi brunch sebagai selingan alias pengganjal lapar di antara waktu sarapan dan makan siang.

Banyak yang percaya bahwa tren makan yang satu ini dapat membantu menurunkan berat badan. Sebab, makanan selingan tersebut dapat membuat perut terasa kenyang lebih lama sehingga saat makan siang, kamu akan terhindar dari keinginan berlebih untuk menyantap makanan dalam porsi besar.

Biasanya menu brunch yang disantap tidak terlalu berat seperti makanan utama, tapi tidak juga bisa disebut sebagai camilan. Umumnya jenis makanan yang disantap saat sarapan siang adalah mie ayam, telur, hingga gado-gado dan ketoprak.

Baca juga: Awali Pagimu dengan Menu Sarapan Sehat dan Berenergi

Namun ada beberapa restoran yang memang memiliki menu khusus sebagai brunch. Biasanya, restoran ala Barat akan menyajikan pancake, wafel, burger, omelet, hingga pasta sebagai menu andalan untuk brunch.

Kehabisan stok obat di rumah? Pakai aplikasi Halodoc saja! Lebih mudah beli obat dan produk kesehatan lainnya dengan layanan antar. Pesanan akan dikirim ke rumah dalam waktu satu jam dan gratis ongkir! Ayo, segera download di App Store dan Google Play.