Liburan ke Pantai Waspada Tsunami, Lakukan 7 Hal Ini

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Liburan ke Pantai Waspada Tsunami, Lakukan 7 Hal Ini

Halodoc, Jakarta - Akhir tahun biasanya dimanfaatkan oleh banyak orang untuk berlibur. Sebagai negara yang memiliki garis pantai yang cukup panjang, berlibur ke pantai bagi masyarakat Indonesia adalah hal yang umum. Apalagi pantai-pantai di Indonesia terkenal cukup indah seperti misalnya pantai Tanjung Lesung yang berlokasi di Provinsi Banten.

Namun, beberapa waktu silam (22/12/2018) telah terjadi bencana tsunami di wilayah tersebut. Tsunami tersebut bukan disebabkan oleh gempa tektonik yang biasa terjadi, melainkan dari aktivitas vulkanik yang terjadi di Gunung Anak Krakatau. Beberapa pantai yang biasa dijadikan lokasi wisata seperti Pantai Carita dan Anyer turut diterjang tsunami.

Akibat dari tsunami tersebut, beberapa wisatawan yang sedang berlibur menjadi korban. Pakar bencana Dr. Samantha Montano menyebutkan bahwa dalam kondisi seperti ini, wisatawan dan warga lokal adalah orang yang paling rentan menjadi korban, sebab mereka tidak familiar dengan situasi bencana yang sedang terjadi. Mereka cenderung tidak paham apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana semisal tsunami. Terdapat beberapa hal yang menjadi patokan saat bencana tsunami terjadi saat kamu tengah berlibur:

  • Pastikan untuk selalu pergi ke area yang lebih tinggi dan sejauh mungkin dari bibir pantai. Apabila di tempat kamu berdiri, kamu masih bisa melihat gelombang tsunami, maka kamu berada di area tidak aman dan wajib segera menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi.

Baca juga: Kena Gempa, Ini Cara Atasi Traumanya

  • Apabila kamu dan keluarga berada di dalam mobil, maka keluarlah sesegera mungkin dari mobil untuk berlari ke tempat yang lebih tinggi. Jika tetap berada di dalam mobil, kemungkinan pintu sulit terbuka dan mobil juga tenggelam. Air dikhawatirkan bisa masuk ke dalam mobil dan mengancam keselamatanmu.

  • Apabila kamu sedang berada di atas kapal, maka pastikan untuk segera menghadap ke arah gelombang. Sebab saat kita berada di laut, tsunami akan terasa lebih jinak dibandingkan saat berada di daratan. Kapal dapat bergerak hebat ke kiri dan ke kanan. Namun potensi kerusakan kapal akan terjadi saat kapal menabrak permukaan pantai.

  • Meski gelombang tsunami sudah tidak terjadi lagi, namun pastikan untuk menghindari area seperti tiang listrik atau infrastruktur lainnya. Sebab bisa saja mereka tiba-tiba rubuh atau listrik masih mengalir ke genangan air yang menyebabkan kamu tersengat listrik. Hindari untuk kembali ke zona bahaya, kecuali pemerintah setempat sudah mengatakan bahwa kondisi tersebut sudah aman.

  • Jaringan telepon mungkin terganggu dan kamu akan sangat sulit mendapatkan sinyal. Jika kamu memegang ponsel, ada baiknya tidak memaksakan diri mencari sinyal. Sebab hal ini akan membuat baterai ponsel kamu habis. Pastikan kamu menggunakan ponsel hanya pada kondisi darurat saja.

Baca juga: Anak Krakatau Erupsi, Waspada Bahaya Abu Vulkanik Bagi Kesehatan

  • Selain itu, saat memutuskan untuk berlibur ke pantai, kamu dan keluarga harus melakukan antisipasi. Cari informasi lengkap, apakah area yang kamu kunjungi berpotensi terjadi bencana atau tidak. Jika iya, maka pahami rute evakuasi dan pahami gejala alam yang mungkin terjadi sebelum bencana terjadi semisal gempa atau surutnya air pantai.

  • Saat berlibur idealnya kamu mempersiapkan beberapa perlengkapan seperti obat-obatan, senter atau korek api, baterai cadangan, selimut, dan kantong tidur, masker, tisu dan air minum. Perlengkapan ini membantu menyelamatkan diri kamu saat terjadi bencana.

Selain itu, jika situasi masih dirasa tidak aman, hindarilah bepergian terlebih dahulu. Tidak ada salahnya untuk merayakan akhir tahun di rumah atau di area yang lebih aman lainnya. Kalau kamu perlu bantuan dokter, kamu juga bisa menggunakan aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja melalui Chat atau Voice/Video Call. Ayo, download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play!