Liburan ke Tempat Bersalju, Waspada Alergi Dingin

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   25 Desember 2018
Liburan ke Tempat Bersalju, Waspada Alergi DinginLiburan ke Tempat Bersalju, Waspada Alergi Dingin

Halodoc, Jakarta -  Momen Natal bersama keluarga merupakan hal yang sangat dinanti, apalagi jika kamu sedang merencanakan liburan ke tempat yang bersalju. Liburan Natal ini bisa dijadikan sebagai momen untuk beristirahat sejenak dari aktivitas harian yang menyita waktu. Namun, kamu juga harus waspada jika kamu atau keluarga mempunyai alergi terhadap udara dingin. Yuk, simak penjelasan selengkapnya tentang alergi dingin, dan bagaimana tips agar kamu dan keluarga terhindar dari alergi dingin supaya liburan ke tempat yang bersalju menjadi nyaman.

Alergi dingin juga mempunyai istilah medis yang disebut dengan urtikaria. Alergi dingin merupakan reaksi kulit terhadap dingin, yang menyebabkan timbulnya ruam dan rasa gatal pada kulit. Kondisi ini mempunyai gejala dan tingkat keparahan yang berbeda pada masing-masing orang. Biasanya, alergi dingin terjadi beberapa menit setelah terpapar sesuatu yang dingin, seperti udara dan angin di bawah 4 derajat celsius.

Seperti apa ya gejala yang ditimbulkan jika seseorang mengidap alergi dingin? Gejala-gejalanya adalah sebagai berikut:

  • Kulit berwarna kemerahan.

  • Tangan terasa bengkak saat memegang benda yang dingin.

  • Timbul ruam yang terasa gatal pada area kulit yang terpapar udara dingin.

  • Bibir dan tenggorokan terasa bengkak saat mengonsumsi minuman atau makanan dingin.

Gejala yang paling parah biasanya timbul saat seluruh tubuh terpapar oleh suhu dingin. Reaksi yang ditimbulkan pun dapat berpotensi membahayakan nyawa, seperti pembengkakan pada lidah dan tenggorokan, detak jantung yang abnormal, tekanan darah menurun drastis, pembengkakan pada kaki dan lengan, serta pingsan.

Nah, sebenarnya apa yang menjadi penyebab ruam dan gatal pada tubuh karena alergi dingin? Kondisi tersebut terjadi karena adanya pelepasan histamin dan zat kimia lain ke dalam aliran darah yang dipicu oleh cuaca dingin. Ada beberapa faktor lainnya yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena alergi dingin, antara lain:

  • Infeksi. Seseorang yang mempunyai infeksi seperti pneumonia atau radang paru-paru lebih berisiko mengalami alergi dingin.

  • Anak-anak dan remaja.

  • Mempunyai penyakit tertentu yang mendasari. Ada beberapa gangguan kesehatan atau penyakit yang meningkatkan risiko seseorang mengidap alergi dingin, seperti hepatitis atau kanker.

  • Genetika. Penyakit ini bisa diwarisi kepada anak dari orangtua yang juga mempunyai alergi dingin, meski kondisi ini jarang terjadi.

Kamu dapat mencegah alergi dingin dengan melakukan beberapa hal di bawah ini, di antaranya:

  • Hindari Pemicunya

Jika kamu atau keluarga mempunyai alergi dingin, lebih baik ubah destinasi liburan. Dengan begitu, alergi dingin tidak akan kambuh dan mengganggu liburan kamu.

  • Buat Tubuh Agar Tetap Hangat

Jika kamu dan keluarga tetap ingin berlibur ke tempat bersalju, pastikan tubuh dalam keadaan yang tetap hangat dengan menggunakan jaket, celana, baju, kaos kaki, serta penutup kepala. Hal ini dilakukan agar kulit tidak cepat bereaksi terhadap cuaca dingin di sekitar.

  • Konsumsi Antihistamin

Sesungguhnya tidak ada obat khusus untuk mengatasi alergi dingin. Namun, biasanya ketika kamu berdiskusi dengan dokter, dokter akan meresepkan antihistamin untuk membantu meredakan biduran saat alergi dingin kambuh.

  • Sediakan Suntikan Epinephrine

Jika alergi dingin yang kamu alami cenderung parah, mudah kambuh, dan berisiko fatal, sebaiknya sediakan suntikan epinephrine. Suntikan ini ampuh digunakan untuk mengatasi reaksi dari alergi dingin yang berlebihan.

Jika gejala alergi dingin yang timbul tidak terlalu parah, kamu tidak perlu khawatir Karena pada umumnya, alergi dingin akan menghilang dengan sendirinya setelah beberapa minggu. Namun, kamu perlu khawatir jika gejala yang timbul tidak kunjung membaik. Nah, ketika kondisi ini muncul, kamu disarankan untuk segera berdiskusi dengan dokter ahli.

Halodoc memudahkan kamu yang sedang liburan untuk mengetahui kondisi kesehatan kamu. Dengan aplikasi Halodoc, kamu bisa berdiskusi langsung dengan dokter ahli via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana pun. Dengan kondisi tubuh yang sehat, liburan kamu dan keluarga pasti akan lebih menyenangkan. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!

Baca juga:



Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan