22 March 2019

Limfoma Dapat Kambuh Setelah Sembuh, Mitos atau Fakta?

Limfoma Dapat Kambuh Setelah Sembuh, Mitos atau Fakta?

Halodoc, Jakarta – Limfoma adalah salah satu jenis kanker yang menyerang sistem limfatik alias sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, pengidap limfoma rentan sakit karena daya tahan tubuhnya melemah. Limfoma biasanya diobati dengan kemoterapi atau radioterapi. Pertanyaannya adalah, apakah benar limfoma bisa kambuh kembali? Ini jawabannya.

Baca Juga: Pembengkakan di Area Leher, Waspada Jadi Gejala Terkena Limfoma

Hingga kini belum ada pengobatan yang ampuh menghilangkan kanker limfoma. Pengobatan dilakukan hanya untuk mengurangi benjolan, bukan menyembuhkannya. Maka itu, pengidap limfoma perlu check-up ke dokter tiap 3-6 bulan sekali untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan seperti PET atau CT scan.

Ternyata, Limfoma Bisa Kambuh Setelah Sembuh

Pengobatan limfoma efektif dalam mengatasi pertumbuhan sel kanker yang cepat. Sedangkan sel kanker yang tumbuh lambat bisa “melarikan diri” dari pengobatan, sehingga limfoma berpotensi kambuh setelah dinyatakan sembuh. Bila ini terjadi, gejala yang muncul bisa sama atau berbeda dari sebelumnya.

Gejala limfoma umumnya benjolan di area kelenjar getah bening yang disertai batuk, sesak napas, demam, menggigil, berkeringat pada malam hari, nyeri tubuh, kelelahan, nafsu makan menurun, sakit kepala, penyumbatan aliran urine, feses berdarah, hingga kejang. Segera bicara pada dokter jika gejala ini muncul setelah limfoma sembuh.

Pengobatan limfoma yang kambuh tergantung pada beberapa faktor seperti usia, riwayat kesehatan, dan tingkat keparahan penyakit. Secara umum, kondisi ini diatasi dengan kemoterapi dan transplantasi sumsum tulang. Tujuan pengobatan untuk menghilangkan limfoma, seperti yang telah dilakukan sebelumnya.

Baca Juga: Perbedaan dari Limfoma Hodgkin dan Non-Hodgkin yang Perlu Diketahui

Begini Cara Mengurangi Risiko Kekambuhan Limfoma

Bisa. Caranya dengan menerapkan gaya hidup sehat setelah dinyatakan sembuh, seperti konsumsi makanan bergizi seimbang dan rutin berolahraga. Makanan dikatakan bergizi seimbang jika mengandung karbohidrat, protein, rendah lemak, dan tinggi serat dalam satu piring makan.

Batasi juga asupan gula dan garam harian sesuai anjuran Kementerian Kesehatan RI. Batas konsumsi gula harian adalah 50 gram atau setara dengan 4-5 sendok makan. Sedangkan batas gula harian adalah 5 gram atau setara dengan satu sendok teh.

Olahraga dianjurkan agar tubuh tetap aktif. Cukup lakukan olahraga ringan secara rutin, setidaknya 20-30 menit per hari. Misalnya dengan berjalan kaki, lari, berenang, bersepeda, dan yoga. Selain itu, kamu dianjurkan untuk berhenti merokok karena kandungan zat berbahaya di dalamnya memicu perkembangan sel kanker.

Komplikasi Limfoma yang Perlu Diwaspadai

Selain kekambuhan, pengidap limfoma perlu mewaspadai risiko komplikasi setelah pengobatan. Komplikasi tersebut di antaranya sistem kekebalan tubuh melemah, ketidaksuburan (infertilitas), berkembangnya jenis kanker lain, serta masalah kesehatan lain seperti penyakit kardiovaskular, paru-paru, ginjal, diabetes, dan katarak. Bila komplikasi ini muncul, segera bicara pada dokter untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

Baca Juga: 5 Penanganan yang Bisa Dilakukan untuk Mengobati Limfoma Hodgkin

Itulah fakta kekambuhan kanker limfoma yang perlu diketahui. Kalau kamu punya pertanyaan lain seputar limfoma, jangan ragu berbicara dengan dokter Halodoc. Kamu bisa menggunakan fitur Contact Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!