LS Vulva Vs LS Ekstra Genital, Mana yang Lebih Berbahaya?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
LS Vulva Vs LS Ekstra Genital, Mana yang Lebih Berbahaya?

Halodoc, Jakarta - Kulit adalah bagian pertama yang mengalami kontak dengan apapun. Hal tersebut membuat kulit sebagai bagian yang termasuk rentan terhadap suatu penyakit. Gangguan yang dapat terjadi pada kulit tersebut juga dapat menyerang area kelamin dan anus.

Salah satu gangguan kulit yang dapat terjadi pada area kelamin adalah lichen sclerosus. Penyakit ini dapat menyebabkan kulit pengidapnya mengalami bercak putih, bahkan gangguan ini dapat berkembang menjadi luka. Beberapa jenis lichen sclerosus yang dapat terjadi adalah LS vulva dan LS ekstra genital. Manakah yang lebih berbahaya di antara keduanya?

Baca juga: Ini Alasan Wanita Menopause Rentan Kena Lichen Sclerosus

Lebih Berbahaya Mana, LS Vulva atau LS Ekstra Genital?

Lichen sclerosus adalah sebuah gangguan kulit yang umumnya menyerang area kelamin. Semua orang dapat mengalami penyakit kulit ini, tetapi umumnya terjadi pada wanita pasca menopause. Walau begitu, gangguan kulit ini tidak dapat menular dan tidak menyebar melalui hubungan seksual.

Lichen sclerosus yang terjadi terbagi menjadi beberapa jenis, tergantung pada gejala yang ditimbulkan. LS vulva dan LS ekstra genital adalah dua jenis gangguan yang dapat menyerang area kelamin kamu. Dari kedua jenis penyakit kulit tersebut, jenis mana yang dianggap lebih berbahaya?

  1. Lichen Sclerosus Vulva (LS Vulva)

Gangguan kulit yang menyerang area kelamin pada jenis ini hanya dapat menyerang wanita. Gejala yang timbul dari gangguan ini adalah munculnya bercak pada area kewanitaan. Bercak tersebut dapat terjadi hanya pada satu titik atau menyebar ke seluruh area kelamin kamu.

Gatal yang terjadi karena LS Vulva ini akan terasa sangat intens pada malam hari. Seseorang yang mengalami gangguan ini akan terganggu kualitas tidurnya. Selain itu, penyakit kulit tersebut dapat menyebabkan masalah pada kesehatan tubuh secara menyeluruh.

LS Vulva yang terjadi harus segera mendapatkan perawatan. Kondisi tersebut dapat berakibat fatal bagi area kewanitaan. Selain itu, pengidap juga dapat mengalami kulit yang semakin tipis, memar, luka seperti lepuhan, hingga borok. 

Jika kamu memiliki pertanyaan soal gangguan ini, kamu dapat memastikannya dengan bertanya pada dokter dari Halodoc. Komunikasi dengan dokter dapat dengan mudah dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Yuk, download  aplikasinya sekarang!

Jika tidak segera mendapat pengobatan, area genital kamu dapat berkembang menjadi jaringan parut. Lama-kelamaan, area tersebut akan mengalami penyusutan dan membuat lubang vagina menyempit dan mengeras. Akibatnya, ketika berhubungan seksual, akan timbul rasa tidak nyaman dan nyeri.

Baca juga: Jenis-Jenis Lichen Sclerosus yang Perlu Diketahui

  1. Lichen Sclerosus Ekstra Genital (LS Ekstra Genital)

Gangguan LS ekstra genital juga termasuk penyakit kulit yang hanya menyerang wanita. Hal ini dapat menimbulkan gejala, seperti bercak berwarna putih seperti kertas pada tubuh kamu. Bercak tersebut dapat timbul pada paha bagian dalam, perut, punggung bawah, ketiak, dan kulit di bawah payudara. Gangguan ini juga dapat menyebabkan kulit kering, memar, lepuhan, hingga borok.

Setelah penjabaran tentang LS Vulva dan LS Ekstra Genital, kamu dapat melihat gangguan kulit jenis mana yang lebih berbahaya. Pada LS Vulva yang terjadi, gangguan ini dapat memberi dampak pada vagina. Sedangkan pada LS Ekstra Genital dampaknya tidak berkembang hingga kesana.

Baca juga: Inilah Pemeriksaan Fisik untuk Diagnosis Lichen Sclerosus

Apabila gangguan ini tidak menimbulkan suatu gejala pada area kelamin kamu, maka tidak diperlukan pengobatan. Hal tersebut karena penyakit kulit tersebut dapat sembuh dengan sendirinya. Namun jika gangguan tersebut telah berkembang ke area lain, segeralah bertanya pada dokter.

Kemungkinan besar dokter kamu akan memberikan obat yang berfungsi untuk meredakan gatal dan memperbaiki kondisi kulit. Selain mengonsumsi obat dari dokter, cobalah untuk membersihkan area yang terserang setiap hari. Kamu juga dapat menggunakan pelembap untuk mencegah iritasi terjadi.