03 January 2018

Lucunya Punya Bayi Kembar, Trik Menyusui yang Perlu Ditiru

Lucunya Punya Bayi Kembar, Trik Menyusui yang Perlu Ditiru

Halodoc, Jakarta – Air Susu Ibu (ASI) adalah asupan utama yang harus diberikan pada bayi. Menurut rekomendasi dari American Academy of Pediatric, ASI eksklusif sebaiknya diberikan selama tahun pertama si kecil. Termasuk pada kelahiran kembar, yang berarti bayi lebih dari satu.

Pada dasarnya, menyusui bayi kembar tidak jauh berbeda dengan bayi tunggal. Maksudnya, apa yang perlu dilakukan oleh ibu tidaklah banyak berbeda. Namun tentu saja, risiko dan energi yang dibutuhkan saat menyusui bayi kembar jauh lebih besar. Tapi tak perlu khawatir, ada beberapa trik yang bisa dilakukan ibu agar lebih lancar saat menyusui bayi kembar. Cek di sini!

1. Cukupi gizi

Lewat ASI yang diberikan ibu, ada nutrisi dan zat gizi yang juga akan dikonsumsi oleh bayi. Sehingga penting untuk memastikan ibu yang tengah menyusui memiliki asupan gizi yang cukup bahkan setelah dibagi pada si kembar.

Perbanyaklah konsumsi makanan yang memiliki banyak kandungan zat gizi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan. Buah  dan sayur-sayuran adalah pilihan yang terbaik. Selain memenuhi zat gizi lewat makanan, ibu juga  harus menjaga kondisi tubuh dengan cukup berisitirahat. Sebab ibu yang kurang istirahat akan lebih mudah tertekan dan menghambat proses menyusui.

2. Konsisten dan percaya diri

ASI adalah nutrisi terbaik dan ideal untuk pertumbuhan bayi. Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa memberikan ASI dapat membuat bayi terlindungi dari infeksi, penyakit kronis, dan alergi.

Namun sayangnya banyak ibu yang memilih tidak melanjutkan menyusui bayi karena berbagai alasan. Mulai dari ASI yang tidak mencukupi, rasa cemas hingga sakit atau tak sanggup untuk meneruskan. Sementara penelitian lain menggambarkan beberapa penyebab ibu dengan mudah menghentikan proses menyusui termasuk kesulitan memposisikan bayi saat menyusui. Padahal, jika ibu mengerti cara yang baik serta memenuhi kebutuhan gizi, tak ada masalah dengan jumlah ASI.

Maka agar ibu tetap bisa menyusui bayi, perlu untuk selalu konsisten dan percaya bahwa semua akan baik-baik saja. Usahakanlah untuk tidak melepaskan si kecil dari ASI di bawah usia satu tahun.

3. Hindari stres

Tak hanya pada ibu dengan bayi kembar, pada dasarnya stres dan cemas sebaiknya dihindari para ibu yang tengah dalam masa menyusui. Pasalnya, stres sangat berpengaruh dengan jumlah produksi ASI. Saat ibu yang tengah menyusui merasa stres, kadar hormon oksitosin (hormon cinta) akan berkurang sementara hormon stres meningkat.

 Menurunnya hormon oksitosin, yaitu hormon yang dapat memberi rasa tenang pada tubuh, bisa menghambat proses keluarnya ASI dari payudara. Sebaiknya hindari juga bertemu atau melakukan hal-hal yang dapat memicu perubahan mood ibu menjadi buruk selama masa menyusui.

4. Posisi menyusui

Hal lain yang berbeda antara  menyusui bayi tunggal dengan bayi kembar adalah cara mengatur posisi saat menyusu. Saat memiliki lebih dari satu bayi yang menyusu, misalnya dua bayi, ibu perlu untuk mengatur posisi keduanya.

Selain nyaman bagi bayi, selama menyusui ibu juga harus berada pada posisi yang nyaman dan menyenangkan. Sehingga ASI akan semakin lancar dan mudah keluar. Selain posisi bayi, ibu juga harus membagi dengan “seimbang” kedua puting susu. Usahakan untuk tidak membuat salah satunya bekerja terlalu keras.

Ada beberapa posisi menyusui yang bisa ibu coba untuk terapkan pada bayi kembar. Salah satunya posisi double footbal dengan cara bayi dipegang seperti sedang memegang bola di sisi kanan dan kiri tubuh ibu. Artinya masing-masing tangan ibu menopang kepala bayi. Jika ibu ragu, apalagi belum memiliki pengalaman dalam menyusui bayi, ada baiknya untuk meminta bantuan  ahli. Selain itu, dukungan dari keluarga dan orang terdekat adalah yang paling dibutuhkan saat ibu menyusui bayi kembar.

Kalau ibu memiliki keluhan kesehatan selama menyusui dan butuh saran dokter, pakai aplikasi Halodoc saja. Di Halodoc ibu bisa bicara dengan dokter lewat Video/Voice Call dan Chat serta membeli obat dan pesan jadwal cek laboratorium juga mudah di Halodoc. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play.