Maag Kambuh Saat Perjalanan Arus Balik Mudik, Harus Apa?

Maag Kambuh Saat Perjalanan Arus Balik Mudik, Harus Apa?

Halodoc, Jakarta – Puasa dan Ramadan usai, pemudik bersiap untuk meninggalkan kampung halaman dan kembali ke rutinitas. Selama perjalanan arus balik mudik, ada beberapa hal yang harus diperhatikan terutama seputar masalah kesehatan. Sebab, kondisi tubuh yang baik dan terjaga merupakan kunci agar perjalanan tetap menyenangkan. Salah satu kondisi yang sebaiknya dihindari adalah kambuhnya penyakit maag.

Sakit maag alias dispepsia merupakan gejala yang memicu rasa sakit dan panas pada lambung. Ada beberapa hal yang bisa memicu munculnya kondisi ini. Sakit maag bisa muncul akibat adanya luka terbuka pada lapisan dalam lambung atau tukak lambung, infeksi bakteri, stres, hingga efek samping dari jenis obat tertentu. Penyakit ini bersifat umum, dan bisa sangat mengganggu saat kambuh.

Baca juga: Ini Penjelasan Puasa dapat Menyembuhkan Maag

Sakit maag yang tiba-tiba menyerang memang menyebalkan dan bisa mengganggu aktivitas, misalnya perjalanan balik mudik. Gejala-gejala yang muncul seringnya membuat seseorang harus menghentikan semua kegiatan yang sedang dilakukan.

Beberapa gejala dari penyakit maag adalah nyeri ulu hati, sendawa berlebihan, kembung dan mual, hingga muntah. Tak jarang gejala juga dibarengi dengan perasaan penuh di seputar perut alias begah dan nyeri tak tertahankan.

Lantas, apa yang harus dilakukan untuk mengatasi sakit maag yang kambuh selama perjalanan arus balik mudik?

Pada dasarnya, ada beberapa faktor yang bisa menjadi pemicu penyakit ini muncul, mulai dari kebiasaan makan yang salah, kondisi mental, hingga jenis makanan yang dikonsumsi. Gejala maag paling sering muncul akibat kebiasaan makan yang terlalu banyak dan terlalu cepat. Sayangnya, hal ini cukup sering dilakukan para pemudik dengan alasan menghemat waktu agar mempercepat perjalanan.

Baca juga: Ini Alasan Kenapa Telat Makan Bikin Mual

Maag juga bisa muncul akibat stres, dan lagi-lagi hal ini rentan dialami pemudik. Jauhnya perjalanan yang harus ditempuh, hingga kepadatan lalu lintas yang mungkin terjadi bisa memicu penyakit maag. Salah satu cara terbaik untuk memastikan perjalanan nyaman adalah mencegah maag kambuh.

Menghindari maag bisa dilakukan dengan memilih dan mengatur makanan yang sehat. Jika kamu memiliki riwayat sakit maag, hindari makan terlalu cepat. Sebaiknya kunyahlah makanan secara perlahan hingga lumat, tujuannya untuk membantu usus dalam mencerna makanan tersebut.

Kalau gejala maag terlanjur muncul, cobalah lakukan beberapa terapi sederhana untuk mengatasi gejalanya. Umumnya, sakit maag yang muncul bersifat ringan dan gejalanya bisa hilang dengan sendirinya. Meski begitu, sakit maag sama sekali tidak boleh dianggap sepele.

Saat maag menyerang di perjalanan balik mudik, cobalah untuk mengubah atau memperbaiki cara makan. Hindari kebiasaan makan terlalu banyak sebagai gantinya biasakan makan dengan porsi yang kecil, tapi sering. Jangan pernah membiarkan perut berada dalam keadaan kosong apalagi kalau sudah memasuki jam makan.

Setelah makan pun sebaiknya tidak langsung berbaring, apalagi tidur. Karena hal ini bisa membuat asam lambung lebih mudah naik dan memicu maag. Posisi duduk selama perjalanan juga harus disesuaikan agar selalu terasa nyaman. Hindari stres dan cobalah untuk lebih menikmati perjalan dan alihkan pikiran saat lalu lintas mulai tersendat.

Baca juga: 3 Penyakit yang Ditandai dengan Sakit Perut Bagian Bawah

Jika gejala yang muncul sangat mengganggu, segera kunjungi rumah sakit terdekat. Atau kamu bisa meminta saran pertolongan pertama maag ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips mudik sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play!