• Home
  • /
  • Mabuk Tanpa Alkohol, Waspada Sindrom Auto-Brewery

Mabuk Tanpa Alkohol, Waspada Sindrom Auto-Brewery

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Mabuk Tanpa Alkohol, Waspada Sindrom Auto-Brewery

Halodoc, Jakarta – Umumnya orang mengalami mabuk saat mengonsumsi alkohol, namun ada kondisi ketika seseorang memiliki kadar alkohol tinggi di dalam darahnya tanpa konsumsi alkohol. Kondisi ini disebut dengan sindrom Auto–Brewery.

Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh An American Addiction Centers Resource, disebutkan kalau sindrom Auto–Brewery atau Auto-brewery syndrome ini adalah sindrom fermentasi usus, di mana tubuh mengubah makanan manis dan bertepung (karbohidrat) menjadi alkohol. Apa penyebabnya? Ini ulasannya.

Bakteri di Usus Jadi Penyebab

Keberadaan jamu atau ragi yang menjadi patogen dan dikenal dengan nama Saccharomyces cerevisiae dinilai memicu terjadinya sindrom Auto–Brewery. Saccharomyces cerevisiae biasanya tidak berbahaya tetapi jika berkembang terlalu banyak dalam saluran pencernaan (misalnya diakibatkan penyakit Crohn, sindrom usus pendek), ini dapat menjadi masalah.

Baca juga: Konsumsi Alkohol Jangka Panjang Sebabkan Delirium Tremens

Pertumbuhan Saccharomyces cerevisiae yang berlebih tersebut disebabkan konsumsi makanan dan minuman yang kaya karbohidrat. Jamur ini juga yang memfermentasi makronutrien menjadi alkohol. Akibatnya, kadar alkohol dalam darahnya dapat meningkat.

Ketika terjadi peningkatan kadar alkohol dalam tubuh, perubahannya menyebabkan alkohol dalam darah meningkat, gejalanya seperti pusing, disorientasi, masalah koordinasi, dan perubahan suasana hati.

Jika kamu mengalami gejala seperti ini, tanyakan saja langsung di HalodocDokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Kamu bisa berbicara langsung dengan dokter lewat Video/Voice Call atau Chat.

Ternyata, selain Saccharomyces cerevisiae, ada beberapa jenis ragi lain yang dapat menyebabkan sindrom ini yaitu Candida albicans, Candida glabrata, Torulopsis glabrata, Candida krusei, dan Candida kefyr.

Sistem Kekebalan Tubuh Rendah Bisa Jadi Penyebab

Orang dewasa dan anak-anak dapat mengalami Sindrom Auto- Brewery. Tanda dan gejalanya bisa saja mirip. Perlu diketahui, terkadang sindrom ini bisa kelanjutan komplikasi dari penyakit lain seperti ketidakseimbangan atau infeksi dalam tubuh.

Sindrom ini bukan penyakit genetik. Kondisi ini bisa jadi dipicu oleh kesehatan bawaan saat lahir. Misalnya, pada orang dewasa, terlalu banyak ragi dalam usus mungkin disebabkan oleh penyakit Crohn yang pada akhirnya memicu sindrom Auto-Brewery.

Baca juga: Konsumsi Alkohol Memicu Munculnya Kantong Mata

Kemudian, pada beberapa orang dengan masalah hati juga memicu terjadinya sindrom ini. Penyebabnya, hati tidak dapat membersihkan alkohol dengan cepat. Akibatnya, sejumlah kecil alkohol yang dibuat oleh ragi usus menyebabkan gejala sindrom Auto-Brewery.

Balita dan anak-anak dengan kondisi sindrom usus pendek juga memiliki peluang lebih tinggi untuk mendapatkan sindrom Auto-Brewery. Penjelasan lain seseorang bisa memiliki terlalu banyak ragi di dalam tubuh, yaitu:

  1. Nutrisi buruk;
  2. Konsumsi antibiotik;
  3. Penyakit radang usus;
  4. Diabetes;
  5. Sistem kekebalan tubuh rendah.

Penanganan Sindrom Auto – Brewery

Sindrom Auto-Brewery ini dapat diobati. Dokter merekomendasikan kamu untuk mengurangi konsumsi karbohidrat. Kemudian, kamu dapat diberikan obat antijamur untuk menghilangkan infeksi jamur pada usus. Pastinya perubahan pada pola makan menjadi bagian yang penting. 

Diet yang disarankan adalah mengonsumsi makanan atau minuman tanpa gula, mengurangi konsumsi karbohidrat termasuk juga roti putih, pasta, nasi putih, tepung putih, keripik kentang, biskuit, jus buah dan minuman berfruktosa tinggi.

Kondisi ini memang tidak umum terjadi namun dapat memengaruhi kualitas kehidupan. Merasa mabuk tanpa minum mungkin terdengar seperti bukan masalah kesehatan yang penting. Namun, hal itu dapat memengaruhi aktivitas kamu sehari-hari.

Referensi:

Alcohol.org. Diakses pada 2020. What Is Auto-Brewery Syndrome?
Healthline. Diakses pada 2020. Auto Brewery Syndrome: Can You Really Make Beer in Your Gut?
WebMD. Diakses pada 2020. Woman's Body Actually 'Auto-Brewed' Alcohol