Makan Jengkol Bisa Sebabkan Hematuria, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Makan Jengkol Bisa Sebabkan Hematuria, Kok Bisa?

Halodoc, Jakarta - Pernah mengalami buang air kecil yang disertai dengan darah dalam urine? Bila iya, mungkin saja dirimu mengalami hematuria. Dalam dunia medis, hematuria ini menandakan adanya darah di dalam urine. Seseorang yang mengidap kondisi ini, warna urinenya menjadi kemerahan atau sedikit kecokelatan.

Sebenarnya, urine yang normal enggak mengandung darah, kecuali wanita yang sedang menstruasi. Meski terlihat menakutkan, tapi kondisi ini jarang menjadi pertanda penyakit yang membahayakan nyawa. Namun, kamu tetap perlu segera pergi ke dokter untuk mengetahui penyebab munculnya darah di dalam urine.

Nah, berbicara soal penyebabnya, benarkah mengonsumsi jengkol yang terlampau banyak bisa memicu hematuria? Penasaran? Nah, berikut penjelasan selengkapnya.

Baca juga:Apakah Hematuria Berbahaya?

Ditandai Banyak Gejala

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, ada baiknya untuk berkenalan dulu dengan gejala hematuria. Perubahan warna urine menjadi merah muda, kemerahan, dan kecokelatan, karena mengandung sel darah merupakan gejala yang paling kentara dari hematuria. Dalam kebanyakan kasus hematuria, pengidapnya tak merasakan sakit. Namun, kondisi ini akan menyakitkan bila muncul darah yang menggumpal bersama urine.

Di samping perubahan warna urine, terkadang ada juga gejala-gejala yang menyertai hematuria. Misalnya, frekuensi buang air kecil yang meningkat, sakit perut bagian bawah, ataupun kesulitan buang air kecil. Yang perlu digarisbawahi, beberapa kasus hematuria terkadang tak disertai dengan gejala lain sama sekali.

Dampak Kesehatan Dibalik Kelezatan Jengkol

Dijauhi banyak orang, tapi tak sedikit pula yang mencintai makanan ini. Jangan salah, jengkol merupakan salah satu makanan favorit yang disukai orang-orang Indonesia. Nah, bagi kamu yang terbilang sebagai pencinta jengkol, sebaiknya mulailah untuk memperhatikan takaran konsumsinya. Jangan pula lupa untuk selalu minum air putih sehabis mengonsumsi jengkol. Alasannya simpel sih, sebab makanan ini diketahui bisa menyebabkan keracunan. Lho, kok bisa?

Nah, biang keladinya adalah kandungan asam jengkolat (jengkolic acid). Ketika seseorang mengalami keracunan jengkol, gejala awal yang bisa dirasakan, yaitu  mual, muntah, dan nyeri perut. Yang perlu diingat, efek ini tak sama pada setiap individu. Artinya, tak serta merta seseorang yang mengonsumsi 10 buah jengkol, akan mengalami efek yang sama pada orang lain yang juga mengonsumsi 10 buang jengkol.

Nah, ketika jengkolat ini menumpuk terlalu banyak dalam tubuh, maka asam ini bisa mengkristal dan menyumbat saluran urine. Bila dibiarkan berlarut-larut kristal ini nantinya bisa melalui saluran, sehingga menyebabkan pendarahan yang mungkin terlihat di urine. Enggak percaya?

Baca juga:Inilah 4 Gejala Hematuria yang Perlu Diketahui

Menurut sebuah penelitian dari University Sarawak Malaysia tahun 2007, dilansir dalam Science Daily, seseorang mengalami nyeri kolik di pinggang kiri, sakit saat berkemih, kencing berdarah (hematuria), dan urine yang berbau busuk hati setelah dirinya mengonsumsi jengkol. Yang bikin resah, dirinya mengeluhkan produksi urine yang sedikit, dan ketidakmampuan untuk berkemih. Nah, semua gejala ini menunjukkan gagal ginjal akut anurik. Ngeri, kan?

Enggak Cuma Jengkol Penyebabnya

Untuk memastikan penyebab pasti mengapa ada darah di dalam urine, dirimu mesti bertanya langsung pada dokter. Nah, berikut beberapa faktor risiko yang bisa menimbulkan munculnya darah di dalam urine.

  • Infeksi saluran kemih.

  • Batu ginjal.

  • Kelainan genetik.

  • Peradangan pada uretra.

  • Pembengkakan kelenjar prostat.

  • Kanker prostat.

  • Kanker kandung kemih.

  • Infeksi ginjal.

  • Efek obat-obatan tertentu.

  • Kanker ginjal.

  • Olahraga secara berlebihan.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!