• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Makan Junk Food Bisa Picu Asam Lambung, Ini Penjelasannya

Makan Junk Food Bisa Picu Asam Lambung, Ini Penjelasannya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Pernah mengalami sensasi panas atau perih di dalam dada dan ulu hati? Bisa jadi kondisi ini disebabkan oleh penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD). Perasaan tidak mengenakkan ini disebabkan oleh asam lambung yang naik ke kerongkongan.

GERD disebabkan oleh melemahnya otot bagian bawah kerongkongan atau lower esophageal sphincter (LES). Otot ini yang membuka dan menutup saluran kerongkongan. Saat makan, LES akan mengendur agar makanan dapat masuk dari kerongkongan ke dalam lambung. Selanjutnya, setelah makanan turun ke lambung, otot LES akan kembali menegang dan menutup. 

Namun, pada pengidap GERD, otot LES melemah dan tidak dapat menutup, sehingga isi lambung dan asam lambung pun akan naik ke kerongkongan. Pertanyaannya, apa saja faktor pemicu GERD yang perlu diwaspadai? Benarkah junk food bisa memicu kondisi ini? 

Baca juga: Deteksi Dini Penyakit Asam Lambung pada Balita

Gegara Asupan Lemak Berlebih

Kira-kira apakah benar junk food bisa memicu penyakit asam lambung pada pengidapnya? Menurut jurnal di US National Library of Medicine, pasien GERD yang mengonsumsi banyak kolesterol, asam lemak jenuh, dan tinggi kalori dan lemak, secara signifikan lebih mungkin mengalami keluhan GERD. 

Nah, itulah sebabnya asupan junk food perlu dihindari oleh pengidap GERD. Pasalnya makanan ini mengandung banyak kolesterol, lemak, hingga kalori. Lantas, mengapa makanan berlemak seperti junk food bisa memicu GERD?

Ada beberapa alasan, pertama makanan berlemak diduga bisa mengendurkan otot LES, sehingga asam lambung bisa keluar dari lambung ke kerongkongan. Kedua, makanan tinggi lemak juga bisa merangsang pelepasan hormon cholecystokinin. Nah, hormon ini juga dapat mengendurkan otot LES dan menyebabkan refluks asam lambung.

Selain itu, hormon cholecystokinin juga mendorong makanan untuk bertahan lebih lama di perut agar bisa lebih baik dicerna. Sayangnya, kondisi ini dapat meningkatkan risiko refluks asam lambung yang dapat menyebabkan heartburn atau sensasi terbakar di dada. 

Hal yang perlu dicatat, bukan cuma tingginya kadar lemak dalam junk food saja yang bisa memicu GERD. Makanan yang banyak mengandung lemak lainnya seperti buah alpukat, kacang-kacangan, atau keju juga bisa memicu kondisi ini. 

Baca juga: 6 Kebiasaan yang Dapat Memperparah Penyakit Asam Lambung

Bukan Hanya Gegara Junk Food

Konsumsi junk food yang berlebihan memang bisa memicu berbagai masalah. Mulai dari obesitas, kolesterol tinggi, hipertensi, hingga memicu penyakit asam lambung. Nah, menyoal asam lambung atau GERD ini, sebenarnya terdapat beragam faktor pemicu GERD lainnya yang perlu pengidapnya waspadai.

Dengan kata lain, GERD tak hanya disebabkan oleh asupan junk food yang berlebihan saja. Menurut National Institutes of Health (NIH), masih terdapat faktor pemicu GERD lainnya, antara lain: 

  • Berbaring dalam waktu 3 jam setelah makan.
  • Obesitas.
  • Merokok.
  • Penggunaan alkohol.
  • Hernia hiatal (suatu kondisi di mana bagian perut bergerak di atas diafragma, yaitu otot yang memisahkan rongga dada dan perut)
  • Scleroderma.
  • Kehamilan.

Nah, bagi kamu yang memiliki faktor pemicu GERD di atas dan sering mengalami keluhan penyakit asam lambung, cobalah tanyakan pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 

Atasi Segera, Cegah Komplikasinya

Penyakit asam lambung umumnya bukanlah kondisi kesehatan yang serius. Bila kondisi ini dibiarkan tanpa penanganan dan semakin memburuk, sebaiknya kamu perlu harap-harap cemas.

Pasalnya, GERD bisa menimbulkan komplikasi serius seperti penyempitan kerongkongan atau mengikis kerongkongan dan menimbulkan luka atau tukak. Selain itu, GERD yang terbilang parah dapat memicu esofagus barret, kondisi prakanker pada kerongkongan. Tuh, tidak main-main bukan komplikasinya? 

Baca juga: Stres Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Asam Lambung Kambuh

Oleh sebab itu, segera temui dokter bila penyakit asam lambung tak kujung membaik dan disertai: 

  • Tersedak (batuk, sesak napas).
  • Sering muntah.
  • Merasa cepat kenyang saat makan.
  • Suara serak.
  • Berdarah.
  • Merasa seperti ada makanan atau pil yang menempel di belakang tulang dada.
  • Penurunan berat badan.
  • Kehilangan selera makan.
  • Kesulitan menelan (disfagia) atau nyeri saat menelan (odynophagia).

Bagi kamu yang mengalami penyakit asam lambung atau keluhan kesehatan lainnya, kamu bisa memeriksakan diri ke rumah sakit pilihan. Sebelumnya, buat janji dengan dokter di aplikasi Halodoc sehingga tidak perlu mengantre sesampainya di rumah sakit.



Referensi:
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2020. Gastroesophageal reflux disease
US National Library of Medicine - PubMed. Diakses pada 2020. Assessment of dietary nutrients that influence perception of intra-oesophageal acid reflux events in patients with gastro-oesophageal reflux disease
Healthline. Diakses pada 2020. 11 Foods That Can Cause Heartburn