• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Makanan Sehat yang Dapat Mencegah Leukoplakia

Makanan Sehat yang Dapat Mencegah Leukoplakia

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Pernah menjumpai bercak putih atau abu-abu pada gusi, lidah, bagian dalam pipi, atau dasar mulut? Kondisi itu disebut leukoplakia, yang muncul akibat reaksi mulut terhadap iritasi, misalnya akibat merokok. Pada beberapa kasus, bercak akibat leukoplakia juga bisa jadi tanda awal kanker mulut. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, tetapi lebih sering dialami oleh orang dewasa.

Untuk mencegah leukoplakia, perubahan gaya hidup diperlukan, seperti berhenti merokok dan mengurangi konsumsi alkohol. Selain itu, leukoplakia juga dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan sehat, yang mengandung antioksidan, seperti bayam dan wortel. Karena dapat berkaitan juga dengan defisiensi vitamin A dan B, kamu juga perlu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung 2 jenis vitamin tersebut.

Baca juga: Kebiasaan Merokok Sebabkan Leukoplakia, Benarkah?

Waspadai Gejala Leukoplakia

Seperti disebutkan tadi, leukoplakia ditandai dengan timbulnya bercak putih atau abu-abu di dalam mulut. Bercak biasanya berkembang secara perlahan, dalam beberapa minggu atau bulan. Ciri bercak leukoplakia adalah tebal, menonjol, serta terasa keras dan kasar JIKA diraba. Meski tidak menimbulkan rasa nyeri, bercak leukoplakia sensitif pada panas, makanan pedas, dan sentuhan.

Selain bercak putih keabuan, ada juga jenis leukoplakia yang dikenal dengan istilah leukoplakia berambut. Disebut demikian karena bentuk bercaknya bergelombang dan memiliki garis-garis tipis seperti rambut. Biasanya muncul di sisi kanan dan kiri lidah. Leukoplakia bisa menjadi tanda kondisi serius, sehingga jika mengalaminya sebaiknya kamu download aplikasi Halodoc untuk berbicara pada dokter atau buat janji dengan dokter di rumah sakit.

Apalagi jika muncul gejala sebagai berikut:

  • Bercak putih atau luka pada mulut tidak kunjung hilang setelah 2 minggu.
  • Kesulitan saat membuka rahang.
  • Benjolan atau bercak berwarna putih, merah, atau gelap di mulut.
  • Nyeri di telinga saat menelan makanan.
  • Perubahan di jaringan mulut.

Baca juga: 5 Penyebab Terjadinya Leukoplakia yang Perlu Diketahui

Bagaimana Pengobatan untuk Leukoplakia?

Pengobatan untuk leukoplakia akan tergantung pada apa yang jadi penyebabnya. Meski belum diketahui pasti apa yang menyebabkan leukoplakia, ada beberapa hal yang dapat mengiritasi rongga mulut dan menjadi pemicu leukoplakia, yaitu:

  • Merokok.
  • Gesekan antara lidah atau gusi dengan gigi yang tajam atau patah.
  • Gigi palsu yang tidak terpasang dengan baik.
  • Konsumsi alkohol jangka panjang.
  • Kondisi peradangan pada tubuh.
  • Paparan sinar matahari.
  • HIV/AIDS.

Jika misalnya leukoplakia disebabkan oleh kebiasaan merokok, dokter akan menyarankan pengidap untuk berhenti merokok. Sementara itu, jika leukoplakia disebabkan oleh gesekan dari gigi yang tajam atau patah, dokter akan memperbaiki kondisi gigi.

Leukoplakia umumnya tidak berbahaya dan bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu atau bulan, setelah penyebab iritasi ditangani. Namun, jika bercak leukoplakia tidak juga hilang, operasi pengangkatan bercak dengan irisan pisau bedah, sinar laser, atau dibekukan (cryoprobe) bisa menjadi pilihan.

Baca juga: Jaga Kebersihan Mulut agar Terhindar dari Leukoplakia

Pada leukoplakia berambut, obat antivirus akan diberikan untuk mencegah perkembangan bercak. Hal ini karena leukoplakia berambut disebabkan oleh virus Epstein-Barr. Selain itu, krim dengan kandungan asam retinoid, seperti tretinoin topikal, juga bisa diberikan untuk memperkecil bercak. Selama menjalani pengobatan, pengidap leukoplakia juga akan disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin. 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Leukoplakia.
National Center for Advancing Translational Science. Genetic and rare Disease Information Center. Diakses pada 2020. Leukoplakia
John Hopkins Medicine. Diakses pada 2020. Oral Hairy Leukoplakia.
Healthline. Diakses pada 2020. Leukoplakia.