Makanan yang Baik untuk Pengidap Hirschsprung

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Makanan yang Baik untuk Pengidap Hirschsprung

Halodoc, Jakarta - Siklus ini sangat penting bagi kehidupan, yaitu kamu makan, tubuh mencernanya, dan mengeluarkan apa yang tidak bisa digunakan. Ekskresi menjadi proses yang penting. Biasanya, proses ini dimulai pada hari pertama kehidupan bayi, ketika bayi baru lahir melewati feses pertamanya yang disebut meconium. Namun, sayangnya, ada beberapa bayi yang tidak bisa melakukannya. 

Kondisi ini dikenal dengan penyakit hirschsprung, kelainan yang terjadi ketika ada sel saraf di bagian usus besar yang menghilang. Kelainan ini bersifat bawaan, artinya berkembang selama kehamilan dan terjadi ketika bayi dilahirkan. Beberapa kondisi bawaan terjadi karena diet yang dilakukan ibu atau adanya penyakit yang ibu alami ketika hamil. Sisanya adalah gen yang diturunkan. 

Makanan yang Baik untuk Pengidap Hirschsprung

Penyakit hirschsprung biasanya ditangani dengan operasi. Namun, meski telah dilakukan operasi, anak dapat terus memiliki masalah dengan buang air besar. Oleh karena itu, ibu harus menyesuaikan pola makan sang buah hati demi meningkatkan kesehatan usus dan mengelola proses buang air besar anak. 

Baca juga: Ini Tanda Anak Mengalami Hirschsprung

Tidak hanya untuk anak, sebaiknya diet ini pun dilakukan orang tua dan anggota keluarga lain yang berada di rumah. Bukan tanpa alasan, ini dilakukan agar anak tidak merasa diasingkan atau berbeda dari anggota keluarga yang lainnya. Lalu, mengapa pengidap penyakit hirschsprung harus mendapatkan diet khusus? Ternyata, diet ini membantu memperbaiki tekstur tinja anak dan mengurangi kelebihan gas pada perut yang membuat anak merasa kembung. Tentu saja, anak bisa mendapatkan feses yang lebih lunak setiap hari dan mengurangi rasa tidak nyaman. 

  • Batasi Pemberian Gula Terkonsentrasi dan Gula Alternatif

Gula dan gula alternatif meningkatkan gas dan kembung dan menyebabkan anak mengalami diare. Hindari permen dan makanan manis seperti kue, soda, jus, minuman manis termasuk sirup. Hindari pula konsumsi gula alternatif seperti sukrosa, sorbitol, dan manitol. Sebelum memberikan pada anak, baca label makanan olahan dan pilih makanan dan minuman dengan kandungan gula kurang dari 10 gram setiap sajiannya. 

Baca juga: Ketahui 2 Pengobatan untuk Atasi Hirschsprung

  • Pilih Makanan yang Kaya Serat

Serat membantu membuat feses menjadi lunak dan tebal, yang sangat baik untuk kasus sulit buang air besar atau sembelit. Serat juga membantu mengontrol kadar gula dalam darah. Perkenalkan serat secara perlahan karena serat juga bisa menyebabkan munculnya gas yang membuat perut kembung pada awalnya. Pastikan sang buah hati minum cukup banyak air, pertimbangkan untuk menambahkan kulit gandum dalam menu sehatnya. 

  • Pantau Respons Anak Terhadap Produk Susu

Susu dan produk olahannya mengandung gula yang disebut laktosa. Tubuh akan menggunakan enzim yang disebut laktase untuk memecah gula ini di usus. Jika tubuh anak tidak bisa menghasilkan cukup laktase, mungkin terjadi kesulitan dalam penyerapan laktosa dan menyebabkan munculnya gejala seperti kembung, gas, dan diare. Ibu bisa mencoba susu bebas laktosa atau susu kedelai, yogurt atau keju cheddar. Juga batasi ASI hingga 500 ml sehari setelah anak berusia di atas satu tahun. 

Baca juga: Benarkah Polip Usus Dapat Sebabkan Hirschsprung?

Jika ibu ingin mengaplikasikan menu diet sehat untuk sang buah hati, tidak ada salahnya menanyakan terlebih dahulu pada dokter spesialis anak dan spesialis gizi. Gunakan aplikasi Halodoc kalau ibu belum sempat berkunjung langsung ke rumah sakit, karena fitur Tanya Dokter kini hadir untuk memudahkan tanya jawab ibu dengan dokter spesialis. 


Referensi:

Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Hirschsprung’s Disease.
WebMD. Diakses pada 2019. What Is Hirschsprung’s Disease? 
About Kids Health. Diakses pada 2019. Hirschsprung Disease: Dietary Guidelines to Ease Stooling.