• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Malnutrisi Bisa Sebabkan Penyakit Beri-Beri, Ini Alasannya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Malnutrisi Bisa Sebabkan Penyakit Beri-Beri, Ini Alasannya

Malnutrisi Bisa Sebabkan Penyakit Beri-Beri, Ini Alasannya

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani : 19 November 2020
Malnutrisi Bisa Sebabkan Penyakit Beri-Beri, Ini Alasannya

Halodoc, Jakarta – Malnutrisi adalah kondisi di mana tubuh mengalami kekurangan asupan nutrisi yang dibutuhkan. Kondisi ini tergolong serius dan tidak boleh disepelekan. Malnutrisi yang tidak ditangani dengan tepat bisa meningkatkan risiko terjadinya berbagai gangguan kesehatan, salah satunya penyakit beri-beri. Mengapa hal ini bisa terjadi? 

Penyakit beri-beri terjadi karena tubuh kekurangan asupan vitamin B1 atau tiamin pirofosfat. Asupan ini tergolong penting, sebab memiliki fungsi sebagai koenzim pembentukan glukosa dan digunakan dalam jalur metabolisme lainnya. Nah, beri-beri adalah penyakit yang terjadi karena adanya kekurangan asupan nutrisi alias malnutrisi vitamin B1. Berikut penjelasan seputar beri-beri dan penyebabnya!

Baca juga: Ketahui Lebih Jauh Dampak Penyakit Beri-Beri pada Kehamilan

Malnutrisi dan Penyebab Beri-beri Lainnya 

Penyebab utama penyakit beri-beri adalah malnutrisi atau kekurangan asupan nutrisi vitamin B1. Jangan sepelekan malnutrisi, sebab hal ini juga bisa meningkatkan risiko terjadinya gangguan kesehatan lain. Jangan salah, seseorang yang mengonsumsi banyak makanan juga bisa mengalami malnutrisi. Pasalnya, belum tentu semua jenis makanan yang dikonsumsi memiliki semua nutrisi yang dibutuhkan tubuh. 

Selain dari kandungan makanan yang dikonsumsi, malnutrisi juga bisa terjadi karena kondisi tubuh yang tidak bisa menyerap nutrisi dengan baik. Untuk menurunkan risiko penyakit, termasuk beri-beri, penting untuk memperbaiki asupan nutrisi serta menjalani pengobatan yang tepat. Penyakit beri-beri terjadi karena tubuh kekurangan asupan vitamin B1 (thiamine). 

Selain itu, ada beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan risiko penyakit beri-beri, di antaranya kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol, kelainan genetik yang menyebabkan tubuh sulit menyerap tiamin, menjalani cuci darah, mengidap AIDS, hingga mengonsumsi obat diuretik dalam jangka panjang. Penyakit beri-beri dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu beri-beri kering dan beri-beri basah. 

Baca juga: Jangan Dibiarkan, Penyakit Beri-Beri Bisa Berujung Koma

Kedua penyakit ini sama-sama terjadi karena defisiensi vitamin B1. Namun, beri-beri kering dan beri-beri basah umumnya memiliki gejala yang berbeda. Penyakit beri-beri basah menyerang jantung dan sistem peredaran darah. Ada beberapa gejala yang bisa menjadi tanda seseorang mengalami kondisi ini. Beri-beri basah ditandai dengan jantung berdebar, pembengkakan tungkai, serta mengalami sesak napas saat melakukan aktivitas fisik atau bahkan saat baru bangun tidur.

Gejala berbeda biasanya akan muncul sebagai tanda beri-beri kering. Penyakit beri-beri kering bisa merusak saraf serta menurunkan fungsi otot-otot tubuh. Penyakit ini ditandai dengan kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki, rasa nyeri pada tubuh, mual dan muntah, pergerakan mata yang tidak terkontrol, gangguan atau kesulitan berbicara, kesulitan berjalan bahkan lumpuh, serta linglung atau kebingungan. 

Penyakit beri-beri juga bisa berkembang menjadi Sindrom Wernicke-Korsakoff. Pada kondisi ini, terjadi kerusakan obat akibat kurangnya asupan vitamin dalam tingkat parah. Dengan kata lain, sindrom ini adalah tanda beri-beri yang lebih berat. Kondisi ini ditandai dengan penurunan koordinasi otot-otot tubuh, penurunan kemampuan mengingat, gangguan penglihatan, hingga halusinasi dan kebingungan. 

Baca juga: Mengapa Pecandu Alkohol Berisiko Terkena Penyakit Beri-Beri?

Untuk menurunkan risiko penyakit beri-beri, sebaiknya tingkatkan konsumsi makanan yang mengandung vitamin B1 agar terhindar dari malnutrisi. Selain dari makanan yang dikonsumsi, asupan vitamin B1 atau tiamin juga bisa didapat dari suplemen tambahan. Kamu bisa membeli suplemen yang sudah diresepkan dokter melalui aplikasi Halodoc. Dengan layanan antar, pesanan akan dikirim ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Referensi:
NHS UK. Diakses pada 2020. Malnutrition.
Healthline. Diakses pada 2020. Beriberi.
Patient. Diakses pada 2020. Beriberi.
Very Well Health. Diakses pada 2020. Beriberi as a Result of Thiamine (Vitamin B1) Deficiency.
WebMD. Diakses pada 2020. Malnutrition.