• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Manfaat Diet BRAT saat Mengalami Sakit Diare

Manfaat Diet BRAT saat Mengalami Sakit Diare

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – BRAT adalah singkatan dari banana, rice, apple sauce, dan toast. Pada intinya, diet BRAT berfokus pada makanan hambar dan rendah serat, untuk menangani masalah pencernaan seperti diare. Meskipun diet BRAT bermanfaat untuk jangka waktu yang singkat, ada risiko yang dapat terjadi jika dilakukan dalam jangka waktu yang lama. Yuk, simak manfaat diet BRAT saat mengalami diare dan apa efeknya jika dilakukan terlalu lama!

Baca juga: Inilah Jenis Makanan yang Baik Dikonsumsi saat Diare

Tidak Direkomendasikan untuk Waktu Panjang

Diare adalah penyakit yang umum terjadi. Biasanya, seseorang terkena diare karena infeksi bakteri, alergi makanan, dan lain-lain. Diare biasanya bukan kondisi serius dan bisa hilang dalam satu atau dua hari. 

Diet BRAT adalah salah satu jenis diet ataupun pola makan yang direkomendasikan untuk penanganan diare. Pilihan jenis makanan dalam diet BRAT dapat membantu meringankan gejala diare dan mencegahnya memburuk. 

Diet BRAT rendah serat, sehingga membantu mengeraskan tinja. Pisang juga tinggi kalium, sehingga membantu mengganti nutrisi yang hilang karena diare. Demikian juga oatmeal, kentang rebus atau panggang, dan ayam panggang tanpa kulit adalah jenis makanan yang dapat ditoleransi orang-orang yang mengalami diare. 

Nah, walaupun diet BRAT bermanfaat, tipe diet ini tidak direkomendasikan untuk diterapkan dalam jangka waktu yang panjang. Penerapan diet BRAT dalam waktu lama dapat menyebabkan malnutrisi dan rendahnya energi. Kondisi tersebut terjadi kurangnya asupan kalori dan tidak tercukupinya beberapa nutrisi penting seperti protein, lemak, serat, vitamin A, vitamin B-12, dan kalsium.

Karena risiko tersebut, diet BRAT tidak direkomendasikan untuk anak-anak yang mengalami diare. Meski begitu, jika anak terbiasa dengan pola makan seperti ini, ia dapat meneruskannya yang dibarengi dengan asupan makanan lain.

Baca juga: Anak Terserang Diare, Ini yang Perlu Orangtua Lakukan

Mereka yang ingin mengikuti diet BRAT untuk waktu terbatas dapat menambahkan makanan hambar lainnya ke dalam diet. Jenis makanan yang direkomendasikan tersebut adalah: 

1. Biskuit asin.

2. Kaldu bening.

3. Kentang tanpa tambahan mentega, krim, atau keju.

4. Ubi jalar.

5. Ayam kukus, panggang, atau panggang tanpa lemak.

6. Havermut.

7. Semangka.

Butuh informasi lebih lengkap mengenai diet BRAT atau diet lainnya, tanyakan saja langsung ke dokter di Halodoc. Kamu bisa menanyakan apa saja dan dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya mudah, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Baca juga: Sebabkan Diare dan Muntah, Ini Fakta tentang Norovirus

Makanan yang Tidak Boleh Dimakan saat Diare

Mempertahankan pola makan normal direkomendasikan supaya tubuh tidak kehilangan nutrisi selama diare. Namun, beberapa makanan lebih mungkin memicu mual, muntah, atau buang air besar dibandingkan makanan lain. Beberapa jenis makanan ini sebaiknya dihindari saat mengalami diet. Di antaranya:

1. Produk susu. Susu, krim, keju, dan es krim sulit dicerna selama diare. Namun, yoghurt alami dan kefir adalah pengecualian, karena mengandung probiotik yang membantu pencernaan.

2. Gula. Makanan tinggi gula seperti kue, biskuit, soda, permen, dan cokelat dapat memperburuk gejala diare.

3. Makanan berlemak tinggi dan gorengan. Makanan berminyak bisa sulit dicerna dan bisa memperburuk diare.

4. Alkohol bersifat diuretik dan dapat menyebabkan dehidrasi. Selain itu, minuman beralkohol juga bisa mengiritasi perut.

5. Kafein. Kopi, minuman berkarbonasi, dan teh hitam mengandung kafein yang dapat bertindak sebagai diuretik ringan.

6. Makanan pedas. Makanan jenis ini bisa mengiritasi perut yang sudah sensitif.

7. Pemanis buatan termasuk sorbitol dan sukralosa, dapat menyebabkan diare pada beberapa orang.

8. Beberapa sayuran dan kacang-kacangan. Sayuran tertentu seperti brokoli, kembang kol, dan kubis, cenderung menyebabkan gas usus dan kembung. Kacang juga bisa memiliki efek ini pada beberapa orang. 

9. Protein berat, seperti steak, dan salmon. Protein sulit dicerna dan dapat menambah stres pada perut, terutama jika makanan juga tinggi lemak.

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Mom’s Advice Is Still the Best for Treating Diarrhea.
Medical News Today. Diakses pada 2020. What to know about the BRAT diet.