• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 2 Manfaat Imunisasi Difteri Tetanus untuk Anak

2 Manfaat Imunisasi Difteri Tetanus untuk Anak

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Difteri dan tetanus adalah dua penyakit berbahaya yang bisa menyebabkan kematian. Itulah mengapa para orangtua sebaiknya tidak melewatkan pemberian imunisasi difteri dan tetanus (DT) pada anak. Ketahui manfaat imunisasi difteri dan tetanus untuk anak di bawah ini.

Imunisasi adalah cara terbaik untuk melindungi anak dari beberapa infeksi yang sangat serius. Di Indonesia sendiri, melalui Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 42 Tahun 2013 dan No.12 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi, pemerintah sudah menetapkan setidaknya ada lima jenis imunisasi yang wajib diberikan pada anak. Salah satunya adalah imunisasi difteri dan tetanus (DT).

Berikut ini manfaat imunisasi DT untuk anak:

1. Melindungi Anak dari Difteri

Difteri merupakan penyakit serius pada hidung, tenggorokan, dan kulit. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri ini dapat menyebabkan anak sakit tenggorokan, demam dan kedinginan. Bila terlambat atau tidak segera diobati, difteri bisa mengakibatkan komplikasi berupa masalah pernapasan, gagal jantung, dan kerusakan saraf. Difteri paling sering ditularkan melalui percikan air liur yang ada di udara saat pengidap batuk atau bersin.

Nah, dengan memberikan imunisasi DT, ibu bisa memberikan perlindungan sempurna bagi anak terhadap risiko penularan difteri tersebut. Bila ibu memberikan imunisasi DT sesuai anjuran, vaksin tersebut dapat melindungi bayi dari difteri di atas 95 persen.

Baca juga: Deteksi Difteri dengan Pemeriksaan Ini

2. Melindungi Anak dari Tetanus

Tetanus atau lockjaw adalah penyakit serius yang bisa terjadi bila kotoran yang mengandung kuman tetanus masuk ke dalam tubuh melalui luka di kulit. Kuman tetanus dapat ditemukan di mana-mana, seperti di tanah, debu, dan kotoran ternak. Infeksi kuman ini dapat menyebabkan kram otot-otot di leher, lengan, tungkai, dan perut, serta kejang-kejang yang bisa terjadi cukup parah untuk mematahkan tulang.

Dengan memberikan imunisasi DT, ibu dapat menghindarkan anak dari ancaman tetanus yang berbahaya. Imunisasi juga membuat penyakit lebih ringan bila terinfeksi difteri dan tetanus.

Baca juga: Anak Terkena Tetanus, Ketahui Penanganan Pertamanya

Jadwal Pemberian Imunisasi Difteri Tetanus pada Anak

Imunisasi difteri dan tetanus biasanya juga dikombinasikan dengan vaksin untuk mencegah pertusis. Imunisasi DPT (difteri, pertusis dan tetanus) bisa diberikan pada anak sebanyak lima kali, dimulai sejak ia berusia 2 bulan sampai 6 tahun. 3 pemberian imunisasi pertama dilakukan pada usia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan. Imunisasi ke-4 diberikan pada usia 18 bulan, dan yang terakhir pada usia 5 tahun. Setelah itu, booster Tdap (imunisasi ulang tetanus, difteri, dan pertusis) juga perlu dilakukan tiap 10 tahun.

Komplikasi Imunisasi DT yang Bisa Dialami Anak

Ada beberapa komplikasi yang mungkin bisa dialami anak setelah pemberian imunisasi, yaitu demam, kelelahan, kehilangan nafsu makan, pembengkakan, dan kemerahan di area suntikan. Seorang anak juga bisa mengalami komplikasi yang parah, seperti kejang, demam tinggi, atau menangis tidak terkendali setelah menerima imunisasi. Namun, hal itu sangat jarang terjadi.

Perawatan untuk Anak Setelah Diimunisasi

Si Kecil mungkin akan mengalami demam, pegal-pegal, dan beberapa pembengkakan dan kemerahan di area suntikan. Untuk rasa sakit dan demam, bicarakan pada dokter mengenai pengobatan yang tepat. Dokter mungkin bisa memberikan asetaminofen atau ibuprofen dalam dosis yang tepat. Menggunakan kompres hangat di tempat suntikan juga dapat membantu mengurangi rasa sakit. 

Baca juga: Vaksin Sebabkan Bayi Autis, Yakin? Ini Manfaat dan Efek Sampingnya

Itulah manfaat pemberian imunisasi difteri dan tetanus untuk anak. Bila ibu ingin bertanya lebih lanjut mengenai imunisasi DT, tanyakan saja langsung pada ahlinya melalui aplikasi Halodoc. Ibu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat untuk bertanya-tanya seputar kesehatan kapan dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Ontario Health Gov. Diakses pada 2020. Immunization : Tetanus and Diphtheria (Td) Vaccine.
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Diphtheria, Tetanus, and Whooping Cough Vaccination: What Everyone Should Know.