Manfaat Puasa Bagi Pengidap Obesitas dan Penyakit Jantung

Manfaat Puasa Bagi Pengidap Obesitas dan Penyakit Jantung

Halodoc, Jakarta – Bulan puasa yang sebentar lagi datang menjadi kegembiraan bagi umat muslim. Tidak hanya untuk menjalankan perintah agama, melakukan puasa ternyata memiliki manfaat bagi kesehatan. Setiap menjalankan puasa, ada perubahan pada pola dan kualitas makan seseorang. Perubahan ini memengaruhi metabolisme dan memberikan dampak pada kesehatan seseorang.

Tubuh memerlukan waktu sekitar 8 jam untuk menyerap nutrisi dan gizi dari makanan terakhir yang kamu makan. Sehingga sebelum kamu menjalankan ibadah puasa, sebaiknya untuk sahur atau mengonsumsi makanan sehat terlebih dahulu. Dengan begitu, tubuh mendapatkan asupan agar mampu menjalankan ibadah puasa dengan baik. Konsumsi menu sahur yang sehat, selain dapat memberikan energi ketika menjalankan puasa, juga terhindar dari rasa ngantuk dan sakit kepala saat menjalankan ibadah puasa.

Ada beberapa manfaat yang bisa kamu rasakan ketika kamu menjalani puasa sehat, khususnya bagi pengidap penyakit jantung dan penyakit obesitas.

Baca juga: Idap Kanker, Ikuti Aturan Puasa Sehat Ini

Manfaat Bagi Pengidap Penyakit Jantung

Bagi kamu yang memiliki riwayat penyakit jantung, jangan hindari melakukan ibadah puasa. Puasa memiliki manfaat yang baik untuk menyehatkan jantung. Seseorang yang menjalankan puasa selama sebulan sekali berisiko lebih rendah mengalami penyakit jantung dibandingkan orang yang tidak pernah menjalankan puasa.

Selain itu, pada orang yang memiliki tekanan darah tinggi, kerja jantung lebih keras dalam memompa darah dibandingkan orang dengan tekanan darah yang normal. Kondisi ini membuat jantung kelelahan.

Selama bulan Ramadhan, terdapat penurunan tekanan darah pada orang yang berpuasa. Hal ini meringankan kerja jantung dan menghindari pengidap penyakit jantung berisiko mengalami penyakit jantung. Namun, sebaiknya tetap berhati-hati dengan asupan gizi dan cairan pada pasien gagal jantung.

Baca juga: Berenang Saat Puasa, Membatalkan Puasa atau Enggak?

Manfaat Bagi Pengidap Obesitas

Selain itu, bagi kamu yang memiliki kondisi obesitas, perubahan pola makan yang menjadi lebih baik bisa membantu kamu dalam menurunkan berat badan. Tidak hanya itu, pembakaran lemak menjadi energi juga bisa membantu kamu untuk menurunkan berat badan.

Untuk itu, pada pengidap obesitas, penurunan berat badan membantu kamu untuk menghindari dari beberapa penyakit yang dapat mengintai, seperti penyakit jantung. Sebaiknya bagi pengidap obesitas perhatikan setiap menu yang dimakan saat berbuka maupun sahur.

Jangan jadikan buka puasa sebagai momen “balas dendam” sehingga kamu bisa mengonsumsi apa saja yang kamu inginkan. Sebaiknya konsumsi menu sehat agar tubuh kamu mendapatkan asupan kebutuhan nutrisi serta gizi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Kondisi yang Tidak Dianjurkan Menjalankan Puasa

Ada beberapa kondisi yang tidak dianjurkan untuk menjalankan ibadah puasa karena faktor kesehatan. Tidak ada salahnya untuk berdiskusi dengan dokter sebelum melakukan ibadah puasa, seperti:

  1. Memiliki kondisi hipotensi atau tekanan darah rendah.

  2. Kurang darah atau anemia.

  3. Diabetes.

  4. Seseorang yang memiliki gangguan makan.

  5. Memiliki masalah ginjal atau hati.

  6. Mengalami gangguan fungsi sistem kekebalan tubuh.

  7. Wanita yang sedang menjalani masa kehamilan.

  8. Wanita yang sedang menyusui.

  9. Seseorang yang pernah mengalami masalah ritme jantung.

  10. Seseorang yang sedang menjalani pengobatan seperti kemoterapi.

Tidak ada salahnya untuk rutin melakukan cek kesehatan kamu selama menjalani ibadah puasa sehingga penanganan bisa ditangani lebih dini. Jika kamu memiliki keluhan terhadap kesehatan tubuh, kamu bisa gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung pada dokter. Yuk, download aplikasi Halodoc melalui App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca juga: 5 Kebiasaan Tak Sehat saat Puasa