• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Manfaat Vaksin COVID-19 untuk Ibu Menyusui

Manfaat Vaksin COVID-19 untuk Ibu Menyusui

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Manfaat Vaksin COVID-19 untuk Ibu Menyusui

“Meskipun ibu menyusui dinyatakan bisa mendapatkan vaksin COVID-19, tapi masih banyak yang ragu akan manfaat dan risikonya. Banyak ahli yang menunjukkan bahwa vaksin COVID-19 bermanfaat untuk melindungi ibu dan bayi dari tertularnya virus corona. Bagaimanapun ibu berhak memutuskan apakah ingin mendapatkan vaksin atau tidak. Tentunya setelah mendapatkan persetujuan dokter.”

Halodoc, Jakarta – Ada kabar baik untuk ibu yang baru melahirkan dan ibu menyusui. Sebagian besar ahli organisasi kesehatan dunia merekomendasikan bahwa ibu menyusui bisa mendapatkan vaksin COVID-19. Sebenarnya pemerintah sudah memberikan lampu hijau ini sejak 11 Februari 2021. Namun, masih banyak ibu menyusui yang masih ragu untuk melakukannya. Mungkin ibu mempertanyakan apakah vaksin COVID-19 aman dan bermanfaat?

Para ahli dan organisasi seperti American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) dan Academy of Breastfeeding Medicine (ABM), mendukung agar ibu menyusui bisa menerima vaksin COVID-19. Melansir situs resmi Unicef Indonesia, vaksin COVID-19 aman untuk ibu dan bayi sehingga ibu menyusui tidak perlu khawatir. Namun, ibu tetap perlu berdiskusi dengan dokter untuk mempertimbangkan manfaat dan risikonya. Lantas, apa manfaat vaksin COVID-19 yang bisa ibu menyusui rasakan?

Baca juga: Bayi Positif Corona, Ketahui 6 Hal Ini

Perlindungan untuk Ibu Menyusui dari Infeksi COVID-19

Ibu menyusui harus dan berhak memutuskan sendiri apakah akan divaksinasi atau tidak. Sebab ibu harus mempertimbangkan manfaat dan risikonya. Untuk membantu ibu dalam mempertimbangkan manfaat dan risiko, ibu bisa berdiskusi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc.

Dengan mendapatkan vaksin COVID-19, ibu menyusui akan mendapatkan manfaat perlindungan dari penularan virus corona, atau gejala yang lebih ringan jika terinfeksi COVID-19. Selain itu, manfaat tambahan yang bisa ibu rasakan bahwa antibodi yang didapatkan dari vaksin COVID-19 akan melewati ASI dan bisa memberikan perlindungan bagi bayi yang disusui juga. 

Lantas, jenis vaksin apa yang bisa digunakan ibu menyusui? Berhubung saat ini jenis vaksin COVID-19 yang baru tersedia di Indonesia adalah vaksin Sinovac dan Coronavac produksi Cina serta vaksin Astrazeneca dari Inggris, maka ibu bisa mendapatkan vaksin yang sudah tersedia. Perlu diketahui, vaksin COVID-19 bukanlah virus corona hidup. Vaksin yang digunakan di Indonesia terbuat dari virus yang dimatikan (inactivated virus), sehingga tidak bisa menyebabkan COVID-19.

Baca juga:  Virus Corona Terdeteksi di ASI, Ketahui Faktanya

Di negara-negara lain, vaksin Pfizer dan Moderna juga bisa digunakan untuk ibu menyusui dan memerlukan dua dosis. Setelah tubuh membangun kekebalan yang cukup (setelah dua minggu setelah dosis kedua), tubuh akan memiliki sekitar 94 persen perlindungan terhadap COVID-19. Sementara itu vaksin Johnson & Johnson hanya butuh satu dosis, kabarnya  efektivitasnya sebesar 72 persen di Amerika. 

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menunjukkan bahwa ibu menyusui yang mendapatkan vaksin Moderna memiliki antibodi dalam ASI, yang bisa membantu melindungi bayi. <Meski begitu, masih diperlukan banyak data untuk menentukannya, perlindungan apa yang bisa diberikan antibodi ini kepada bayi. 

Namun, secara keseluruhan vaksin bisa ditoleransi dengan sangat baik dengan efek samping yang minimal. Walaupun dosis kedua vaksin umumnya cenderung menyebabkan efek samping yang lebih berat, seperti kelelahan, nyeri otot, dan demam. Kondisi tersebut biasanya pulih dalam waktu 24-36 jam.

Baca juga: ASI Bisa Cegah COVID-19? Ini Faktanya

Persiapan Ibu Menyusui Sebelum Mendapatkan Vaksin COVID-19

Sebelum mendapatkan vaksin COVID-19, ibu harus mempersiapkan beberapa hal. Terutama berdiskusi terlebih dulu dengan dokter yang mendampingi tentang kondisi kesehatan yang ibu miliki. Nantinya dokter akan mempertimbangkan apakah ibu dapat menjalani vaksinasi atau tidak. Berikut beberapa hal yang dipertimbangkan:

  • Suhu tubuh di bawah 37,5 derajat celsius.
  • Tidak demam atau batuk selama tujuh hari terakhir.
  • Tidak melakukan kontak dengan pengidap COVID-19 dalam waktu 14 hari terakhir.
  • Memiliki tekanan darah di bawah 180/110 mmHG.
  • Memiliki hasil skrining kesehatan yang memenuhi syarat.

Jika kondisi ibu menyusui memenuhi syarat di atas, dan dokter sudah menyetujui, maka ibu menyusui dinyatakan aman menerima vaksin COVID-19. Ingatlah, proses menyusui bayi bisa terus dilanjutkan setelah ibu mendapatkan vaksin. 

Referensi:

CDC. Diakses pada 2021. COVID-19 Vaccines While Pregnant or Breastfeeding
Unicef Indonesia. Diakses pada 2021. World Breastfeeding Week 2021: Greater support needed for breastfeeding mothers in Indonesia amid COVID-19
Nature. Diakses pada 2021. COVID vaccines and breastfeeding: what the data say
Parents. Diakses pada 2021. The COVID Vaccine and Breastfeeding: What Nursing Moms Need to Know