• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mata Minus dan Silinder, Apa Bedanya?

Mata Minus dan Silinder, Apa Bedanya?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Kebanyakan orang mengenakan kacamata biasanya karena memiliki gangguan penglihatan berupa mata minus (miopi) atau mata silinder (astigmatisme). Namun, sebenarnya apakah bedanya mata minus dan silinder? Mengetahui perbedaan kedua kondisi mata tersebut dapat membantu kamu untuk menjaga kesehatan mata lebih baik lagi. Baca pembahasannya di bawah ini.

Mengenal Mata Minus dan Gejalanya

Di antara bagian-bagian mata, terdapat iris kornea, pupil, retina kristal dan saraf optik. Proses penglihatan normal terjadi ketika cahaya yang menembus ke dalam mata difokuskan oleh lensa dan kornea, tercermin dalam retina dan ditransmisikan ke otak melalui saraf optik untuk ditampilkan sebagai gambar. Namun, pada seseorang yang memiliki mata minus atau miopi, cahaya yang masuk ke mata tidak jatuh tepat di retina, melainkan jatuh di depan retina. Hal itulah yang menyebabkan pandangan menjadi tidak jelas atau kabur saat melihat objek yang terletak pada jarak yang jauh.

Penyebab mata minus adalah kornea terlalu melengkung, sehingga cahaya yang masuk memproyeksikan jauh di depan retina. Nyatanya, semakin jauh cahaya diproyeksikan di depan retina, semakin tinggi minus pada mata.

Gejala utama mata minus atau miopi adalah kesulitan untuk melihat objek yang jauh dengan jelas. Namun, masih ada gejala lainnya yang dapat membantu kamu untuk mengenali kondisi ini, antara lain:

  • Penglihatan buram atau berkabut pada objek yang terletak pada jarak yang jauh.

  • Ketegangan sakit kepala.

  • Pengidapnya cenderung memicingkan mata untuk melihat benda yang jauh.

  • Pada anak-anak, miopi seringkali membuat mereka kesulitan membaca papan tulis di kelas.

  • Mata minus seringkali merupakan kondisi bawaan.

Baca juga: Mata Minus Terus Bertambah, Bisa Sembuh?

Mengenal Mata Silinder dan Gejalanya

Sedangkan mata silinder atau astigmatisme adalah kondisi yang terjadi ketika cacat pada kornea mencegah gambar dari fokus yang benar. Ketika cahaya masuk ke mata silinder, mereka difokuskan pada beberapa titik pada retina pada saat yang sama, sehingga menyebabkan penglihatan menjadi kabur. Kondisi ini seringkali disebabkan oleh kelengkungan di berbagai bagian kornea yang tidak normal.

Mata silinder bisa berkembang pada usia berapa pun dan umumnya menimbulkan gejala berupa:

  • Penglihatan kabur saat melihat objek pada jarak jauh dan pendek.

  • Mata merah.

  • Kesulitan mengemudi di malam hari.

  • Memicingkan mata untuk melihat dengan jelas.

  • Berpenglihatan ganda.

  • Sakit kepala tegang.

Baca juga: 5 Ciri Mata Silinder dan Cara Mengatasinya

Bedanya Mata Minus dan Silinder

Jadi, perbedaan utama antara mata minus dan silinder terletak pada kesalahan refraksinya, mata minus mencegah pemfokusan objek yang tepat pada jarak yang jauh, sedangkan mata silinder menyebabkan penglihatan kabur pada jarak berapa pun. Namun, bila diamati lebih jauh, masih ada perbedaan lainnya antara mata minus dan silinder, yaitu:

  • Mata minus terjadi ketika cahaya terbentuk di depan retina, bukan tepat di retina. Sedangkan pada mata silinder, cahaya berfokus pada beberapa bagian retina secara bersamaan.

  • Mata minus disebabkan oleh cacat mata pada kelengkungan kornea yang berlebihan. Mata silinder terjadi ketika terdapat kelengkungan abnormal di beberapa bagian kornea.

  • Mata minus biasanya terjadi pada masa kanak-kanak dan dapat menghilang dengan sendirinya pada usia 20 tahun. Sedangkan mata silinder dapat terjadi pada usia berapa pun.

  • Mata minus menyebabkan orang memicingkan mata untuk fokus melihat kejauhan, sedangkan mata silinder membuat orang memicingkan mata untuk fokus pada objek apa pun.

  • Mata minus dapat menyebabkan strabismus, sedangkan mata silinder dapat menyebabkan penglihatan ganda.

  • Mata minus dapat menyebabkan ketegangan mata, sedangkan mata silinder menyebabkan mata menjadi sensitif terhadap cahaya.

Baca juga: Mata Gempi Minus dan Silinder, Bagaimana Cara Mencegahnya?

Itulah perbedaan mata minus dan silinder yang perlu kamu ketahui. Bila kamu punya pertanyaan tentang masalah mata tersebut, tanyakan saja langsung pada ahlinya dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat untuk bertanya-tanya seputar kesehatan kapan dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Area Oftalmologica. Diakses pada 2019. What is the difference between myopia and astigmatism.