Matt Dawson Pernah Idap Penyakit Lyme, Ini Faktanya

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Matt Dawson Pernah Idap Penyakit Lyme, Ini Faktanya

Halodoc, Jakarta - Menggunakan pelindung badan atau pakaian yang tertutup saat berkegiatan di luar ruangan adalah hal yang wajib. Misalnya saat kamu hendak menelusuri hutan atau mungkin beraktivitas di padang ilalang atau rerumputan. Hal ini bertujuan untuk menghindari serangga berbahaya yang bisa menyebabkan penyakit. Salah satu penyakit yang bisa menyerang seseorang lewat gigitan kutu adalah penyakit lyme. Faktanya, penyakit ini pernah dirasakan oleh banyak orang, salah satunya mantan kapten Rugby Inggris, Matt Dawson.

Baca Juga: Gigitan Kutu Kaki Hitam Sebabkan Penyakit Lyme, Benarkah?

Matt Dawson yang lahir di Birkenhead mengaku tertular penyakit ini dari gigitan kutu saat ia berlatih di London pada tahun 2016. Melansir ITV News, infeksi bakteri ini mempengaruhi jantungnya dan mengakibatkan ia wajib menjalani beberapa operasi. Setelah melakukan serangkaian pengobatan selama 18 bulan, kini ia berhasil terbebas dari penyakit lyme. Namun, Matt Dawson mengaku perlu melakukan rangkaian pengobatan agar kondisi jantungnya pulih sepenuhnya.

Kini Matt Dawson mendukung sepenuhnya Big Tick Project yaitu badan yang membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya dari penyakit lyme. Sejak tahun 2015, Big Tick Project mempelajari banyak hal tentang kutu yang terdapat pada kucing dan anjing yang diduga memberi dampak buruk, baik itu bagi anjing atau kucing, dan juga bagi manusia. Kebanyakan orang beranggapan penyakit ini terjadi di negara-negara luar Eropa, padahal penyakit ini bisa datang dari negara Inggris sendiri. Proyek ini telah mempelajari kutu pada kucing dan anjing sejak 2015.

Baca Juga: Ini 3 Tanda Kalau Sudah Kena Gigitan Kutu Alias Lyme

Tak Hanya Ditularkan Kutu, Ini Fakta Tentang Penyakit Lyme

Diperkirakan ada 2.000 hingga 3.000 kasus baru penyakit Lyme di Inggris dan Wales setiap tahunnya. Hewan peliharaan menjadi faktor penyebarannya. Oleh karena itu, Matt Dawson yang mengaku bahwa ia dan keluarga yang selalu ada di sekitar binatang, harus benar-benar mewaspadainya. Ia menyarankan kepada pemilik hewan peliharaan untuk melakukan langkah pencegahan tertentu supaya hewan peliharaan terbebas dari kutu penyebab penyakit lyme.

Big Thick Project telah berhasil menemukan fakta bahwa lebih dari tiga dari 10 anjing (30,7%) memiliki kutu. Selain itu, penyakit ini ditularkan melalui gigitan kutu rusa yang terinfeksi. Terdapat empat spesies yang sering menyebabkan penyakit lyme, yaitu Borrelia burgdorferi, Borrelia mayonii, Borrelia afzelii, dan Borrelia garinii. Untuk menularkan infeksi, kutu menempel pada kulit seseorang selama 24—48 jam. Meski waktu yang diperlukan untuk mentransmisikan bakteri ke seseorang cukup lama, tetapi kebanyakan orang dengan penyakit lyme tidak ingat pernah tergigit kutu.

Setelah terinfeksi, gejala umum yang akan dirasakan pengidapnya antara lain kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, leher kaku, kepekaan cahaya dan suara. Setelah digigit pun, beberapa orang dapat mengalami gejala Lyme berminggu-minggu, berbulan-bulan, bertahun-tahun atau bahkan beberapa dekade kemudian.

Pada stadium akhir, penyakit ini menyebabkan gejala yang mengganggu, di antaranya:

  • Nyeri kepala hebat.

  • Radang sendi pada satu atau lebih sendi besar.

  • Gangguan irama jantung.

  • Gangguan otak seperti ensefalopati.

  • Hilangnya ingatan jangka pendek.

  • Gangguan dalam terlibat percakapan.

  • Kesulitan konsentrasi.

  • Gangguan mental.

  • Kebas pada kaki atau tangan.

Baca Juga: Waspada, Penyakit Lyme yang Tak Segera Ditangani Bisa Picu Masalah Mental

Karena cukup berbahaya dan pengobatan memerlukan waktu yang tidak sebentar, kamu harus waspada dengan penyakit lyme. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal penyakit ini, dokter dari Halodoc siap membantu. Komunikasi dengan dokter dapat dengan mudah dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Yuk, download aplikasinya sekarang di App Store dan Google Play!