• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mau Menggunakan Softlens? Kenali Dulu Dampak yang Bisa Mengintai

Mau Menggunakan Softlens? Kenali Dulu Dampak yang Bisa Mengintai

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
  Mau Menggunakan Softlens? Kenali Dulu Dampak yang Bisa Mengintai

“Softlens bisa jadi salah satu pilihan pengganti kacamata, bagi yang bermata minus. Namun, penggunaan softlens yang salah bisa memicu timbulnya dampak negatif pada mata. Misalnya saja mata kering, mata merah, abrasi kornea, hingga infeksi.”


Halodoc, Jakarta - Bagi pemilik mata minus, softlens merupakan salah satu pilihan alat bantu penglihatan selain kacamata. Karena tersedia dalam berbagai warna dan motif, softlens juga bisa menunjang penampilan

Namun, sebelum kamu memutuskan untuk menggunakan softlens, ada beberapa hal yang perlu diketahui. Terutama dampak atau bahaya kesehatan yang bisa saja mengintai. Yuk, simak pembahasannya!

Baca juga: Pakai Softlens Sembarangan, Waspada Konjungtivitis

Dampak Penggunaan Softlens

Namun, perlu diketahui bahwa penggunaan softlens sebenarnya sangatlah aman. Asalkan kamu mengikuti petunjuk pemakaian dengan baik dan menjaga kebersihan softlens.

Berikut ini beberapa risiko kesehatan terkait penggunaan softlens yang tidak baik:

1.Mata Menjadi Kering

Mengenakan lensa kontak untuk jangka waktu yang lama dapat menyebabkan mata kering. Menurut studi pada 2008 yang diterbitkan di jurnal Optometry & Vision Science, sekitar setengah dari pengguna softlens mengalami mata kering.

Mata kering dapat menyebabkan rasa sakit, terbakar, atau sensasi berpasir, seolah-olah ada sesuatu di mata. Beberapa orang juga mengalami penglihatan kabur. Kondisi ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman saat memakai softlens.

2.Mata Merah

Selain membuat mata menjadi kering, penggunaan softlens yang terlalu lama juga bisa membuat mata merah. Sayangnya, beberapa orang terkadang menganggap remeh kondisi ini. 

Padahal, bila tak ditangani dengan tepat, masalah kecil ini bisa menimbulkan berbagai komplikasi yang bergantung pada tipe konjungtivitis yang diidap seseorang.

Misalnya, bakteri bisa masuk ke aliran darah dan menyerang jaringan tubuh dalam kasus konjungtivitis infektif. Komplikasi tipe ini juga bisa menyebabkan infeksi telinga bagian tengan atau bahkan menginfeksi lapisan pelindung saraf tulang belakang otak. 

Selain itu, konjungtivitis bisa memicu terjadinya keratitis (peradangan pada kornea mata). Keratitis ini bisa membuat pengidapnya yang lebih sensitif terhadap cahaya. Bahkan, bisa menyebabkan kebutaan bila tukak muncul di kornea dan mengakibatkan kerusakan permanen.

Baca juga: 6 Cara Alami Atasi Sindrom Mata Kering

3.Abrasi Kornea

Softlens yang kotor bisa menyebabkan kornea mata tergores atau abrasi. Kamu perlu waspada karena kondisi ini bisa menyebabkan rasa sakit yang parah dan tidak nyaman. Bila tak ditangani dengan cepat, abrasi kornea ini bisa mengakibatkan turunnya kualitas penglihatan.

4.Infeksi dan Ulkus Kornea

Selain tiga hal tadi, dampak penggunaan softlens yang keliru juga bisa memicu infeksi. Menurut laporan yang dipublikasikan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Morbidity and Mortality Weekly Report (MMWR), 1 dari 5 infeksi mata yang berhubungan dengan lensa kontak berujung pada kerusakan mata yang serius.

Amati Gejala yang Bisa Muncul

Penggunaan softlens yang terlalu lama atau keliru memang bisa menimbulkan beragam keluhan. Lalu, apa saja gejala yang mungkin muncul? Gejala yang mungkin timbul, meliputi:

  • Timbulnya rasa tidak nyaman pada mata.
  • Produksi air mata berlebih.
  • Sensitivitas tidak biasa terhadap cahaya.
  • Merasa gatal, terbakar, atau berpasir.
  • Kemerahan yang tidak biasa pada mata.
  • Penglihatan kabur.
  • Pembengkakan.
  • Timbulnya rasa sakit.

Baca juga: 6 Cara Merawat Mata Saat Menggunakan Softlens

Apa yang Bisa Dilakukan?

Bila mengalami gejala iritasi atau infeksi akibat penggunaan lensa kontak, ikuti beberapa langkah berikut ini:

  • Jika mengalami gejala iritasi mata atau infeksi, segera lepaskan lensa kontak segera dan jangan menggunakannya kembali.
  • Segera hubungi atau temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
  • Jangan membuang lensa kontak tersebut, simpan dalam tempatnya agar dokter bisa melihat kondisi lensa tersebut. Tujuannya untuk menentukan penyebab munculnya keluhan pada mata.

Itulah pembahasan mengenai dampak penggunaan softlens yang bisa terjadi. Seperti dijelaskan tadi, berbagai dampak tersebut biasanya hanya akan terjadi jika kamu menggunakan softlens dengan cara yang salah.

Misalnya, menggunakan softlens terlalu lama, tidak mencuci tangan sebelum memakai softlens, dan tidak membersihkan softlens setelah digunakan. Selama digunakan dengan benar, penggunaan softlens bukan sesuatu yang berbahaya.

Jadi, pastikan kamu mengikuti petunjuk pemakaian yang biasanya tertera pada kemasan softlens, ya. Bila kurang jelas, kamu bisa tanyakan pada dokter di aplikasi Halodoc kapan saja dan di mana saja. 

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg

Referensi:
Food and Drug Administration. Diakses pada 2021. Contact Lens Risks.
NHS Choices. UK. Diakses pada 2021. Dry Eye Syndrome: Overview.
WebMD. Diakses pada 2021. What Is a Corneal Abrasion?
Optometry & Vision Science. Diakses pada 2021. Treatment, Material, Care, and Patient-Factors in Contact Lens-Related Dry Eye.
Morbidity and Mortality Weekly Report (MMWR) CDC. Diakses pada 2021. Contact Lens–Related Corneal Infections — United States, 2005–2015.