• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mau Terhindar dari Bronkitis? Ini 6 Cara Mencegahnya

Mau Terhindar dari Bronkitis? Ini 6 Cara Mencegahnya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Bronkitis merupakan salah satu penyakit pada paru-paru yang tak boleh dianggap remeh. Selain dapat mengganggu sistem pernapasan, bronkitis yang tidak segera ditangani juga bisa memicu berbagai komplikasi serius, seperti pneumonia.

Bronkitis terbagi menjadi 2 jenis, yaitu bronkitis akut dan kronis. Hal yang membedakan adalah durasi penyakit dan siapa yang rentan mengalaminya.

Bronkitis akut rentan terjadi pada anak berusia 5 tahun dan berlangsung 7 - 10 hari. Sementara bronkitis kronis banyak terjadi pada orang berusia 40 tahun ke atas dan berlangsung sekitar 2 bulan.

Gejala umum bronkitis antara lain batuk, badan lemas, demam, sesak napas, sakit tenggorokan, sakit kepala, hidung tersumbat, dan badan terasa pegal. Penyebabnya adalah virus yang rentan menular melalui percikan air ludah (droplets), baik saat bersin maupun batuk. Setelah memasuki tubuh, virus menyerang sel-sel saluran bronkus dan menimbulkan peradangan. 

Lantas, bagaimana cara mencegah penyakit bronkitis? Nah, berikut beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah bronkitis menurut National Institutes of Health dan sumber lainnya. 

Baca Juga: Mirip Meriang, Ini 5 Gejala Bronkitis yang Jangan Diabaikan

1. Berhenti atau Hindari Asap Rokok

Mau tahu apa penyebab utama bronkitis, terutama bronkitis kronis? Penyakit ini disebabkan oleh kebiasaan merokok atau paparan zat kimia berbahaya lainnya.

Boleh dibilang kebiasaan merokok menjadi penyebab paling umum dari bronkitis kronis. Kebiasaan tak menyehatkan ini bisa merusak bulu-bulu kecil di dalam paru-paru (rambut silia). 

Padahal, rambut silia ini punya peran untuk menghalau dan menyapu keluar debu, iritasi, dan mukosa atau lendir yang berlebihan. Zat yang terdapat dalam rokok juga dapat menimbulkan kerusakan permanen pada silia dan lapisan dinding bronkus. Imbasnya, kotoran pun tidak bisa dikeluarkan dan dibuang dengan normal, dan ujung-ujungnya dapat menginfeksi saluran pernapasan. 

2. Gunakan Masker

Penggunaan masker bisa meminimalkan penularan bronkitis. Gunakan masker saat bepergian atau saat mengunjungi orang sakit karena virus penyebab bronkitis mudah menular. Selain itu, bila dirimu mengidap paru-paru obstruksi kronis, cobalah mempertimbangkan untuk memakai masker di tempat kerja jika dirimu terkena debu atau asap. 

3. Adopsi Pola Makan Sehat

Salah satu upaya mencegah bronkitis dengan meningkatkan daya tahan tubuh, salah satunya dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Semakin baik sistem kekebalan tubuh, maka semakin optimal tubuh dalam melawan infeksi virus atau bakteri.

Selain itu, kamu juga bisa kok membeli vitamin atau suplemen untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh menggunakan aplikasi Halodoc. Dengan begitu kamu kamu tidak perlu repot keluar rumah. Sangat praktis, bukan? 

Baca juga: Harus Tahu, 5 Fakta Penting Mengenai Bronkitis

4. Rutin Mencuci Tangan

Cuci tangan pakai sabun mencegah masuknya bakteri dan virus ke dalam tubuh, termasuk virus penyebab bronkitis. Lakukan kebiasaan ini sebelum dan sesudah makan, saat menyiapkan makanan, sebelum menyentuh wajah (termasuk saat membersihkan wajah dan menggunakan makeup), setelah menyentuh hewan, setelah mengunjungi orang sakit, dan setelah dari toilet.

5. Hindari Penyebab Alergi

Bronkitis bisa disebabkan oleh zat alergen, seperti debu, serbuk sari, bulu hewan, jamur, dan lainnya. Sehingga cara mencegah bronkitis adalah dengan menghindari penyebab alergi.

6. Vaksinasi

Banyak kasus bronkitis akut diakibatkan oleh virus influenza. Nah, dengan mendapatkan vaksin flu tahunan dapat membantu melindungi tubuh dari flu. Kamu mungkin juga ingin mempertimbangkan vaksinasi yang melindungi diri dari beberapa jenis pneumonia.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 



Referensi:
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2021. Bronchitis
National Health Service - UK. Diakses pada 2021. Bronchitis
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Bronchitis