Mau Terhindar dari Demensia? Ini 6 Tips Sederhananya

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Mau Terhindar dari Demensia? Ini 6 Tips Sederhananya

Halodoc, Jakarta – Demensia dikenal mirip dengan alzheimer, yaitu penyakit yang sama - sama terjadi di usia tua dan menyebabkan penurunan daya ingat. Namun, kedua penyakit ini sebenarnya berbeda. Demensia adalah kumpulan gejala yang mengganggu fungsi kognitif otak, sedangkan alzheimer adalah salah satu penyebab demensia.

Baca Juga: Beginilah Proses Terjadinya Demensia Pada Seseorang

Mengapa  Demensia Terjadi?

Pengidap demensia biasanya mengalami hilang ingatan, bingung, tidak fokus, serta kesulitan dalam berkomunikasi, mengambil keputusan, dan koordinasi pergerakan tubuh. Gejala psikologi bisa dialami, yakni berupa gelisah, perubahaan perilaku, perubahan suasana hati, paranoid, agitasi, halusinasi, hingga depresi.

Dalam kasus yang parah, pengidap demensia berpotensi mengalami kelumpuhan, tidak mampu menahan buang air kecil, penurunan nafsu makan, hingga kesulitan menelan. Gejala-gejala ini muncul akibat kerusakan sel saraf otak.

Bisakah Demensia Dicegah?

Upaya pencegahan demensia masih perlu penelitian lebih lanjut. Tapi, kamu tidak perlu khawatir. Masih ada cara yang bisa dilakukan untuk mencegah demensia. Apa saja?

1. Konsumsi Makanan Bergizi

Risiko demensia meningkat pada orang yang sering mengonsumsi makanan berlemak, rendah serat, serta tinggi gula dan garam. Maka itu, kamu bisa mencegah demensia di usia tua dengan konsumsi makanan bergizi seimbang.

2. Berat Badan Berlebih

Kelebihan berat badan (overweight) ataupun obesitas. Kedua kondisi ini meningkatkan risiko hipertensi dan diabetes tipe 2, penyakit yang memicu terjadinya demensia dan alzheimer. Risiko ini bisa dicegah dengan rutin memantau berat badan dan berolahraga.

3. Kurang Aktivitas Fisik

Aktivitas fisik, terutama olahraga, sudah terbukti bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Olahraga rutin, setidaknya 30 menit per hari dipercaya bisa menurunkan risiko obesitas, penyakit jantung, dan diabetes tipe 2. Orang dewasa yang jarang olahraga berisiko lebih besar mengidap gangguan berpikir dan daya ingat.

4. Batasi Konsumsi Alkohol

Konsumsi alkohol meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, kanker, dan memicu kerusakan sistem saraf pusat dan otak. Maka itu, kamu dianjurkan untuk membatasi konsumsi alkohol harian untuk mencegah risiko penyakit yang memicu demensia.

Baca Juga: Di Indonesia, Ini Alasan Tidak Boleh Minum Minol Sebelum 21 Tahun

5. Berhenti Merokok

Kebiasaan merokok berpotensi menyempitkan arteri di berbagai tempat. Jika terjadi pada otak, penyempitan arteri berdampak pada berkurangnya aliran darah ke otak, sehingga memengaruhi fungsi otak dalam berpikir dan mengingat. Jadi, segera berhenti merokok dan rasakan dampak positif yang akan kamu rasakan.

Baca Juga: Dapatkan 5 Hal Ini Jika Berhenti Merokok

6. Kelola Stres

Stres jangka panjang berpotensi menyebabkan depresi. Jika dibiarkan, depresi meningkatkan risiko demensia di usia tua. Hal yang dilakukan adalah bicara pada psikolog atau psikiater jika mengalami gejala depresi, seperti sedih, gelisah, putus asa, kehilangan minat beraktivitas, menarik diri dari lingkungan, hingga munculnya keinginan bunuh diri.

Baca Juga: Stres Bisa Memicu Demensia, Kok Bisa?

Demensia identik dengan penyakit lupa. Maka itu, segera bicara pada dokter Halodoc jika kamu sering lupa di usia muda. Gunakan fitur Contact Doctor yang ada di Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!