Indonesia Health Insights Report Edisi Q1 2026: Satu Bulan Menuju Ramadan, Halodoc Ungkap Pola Kesehatan Ramadan yang Terus Berulang dan Cara Menyikapinya

“Berdasarkan data Halodoc, minggu pertama Ramadan menjadi fase adaptasi tubuh yang paling aktif, menegaskan pentingnya antisipasi kesehatan sejak sebelum puasa.”
JAKARTA, 21 Januari 2026 – Halodoc, pionir ekosistem layanan kesehatan digital di Indonesia, merilis laporan Indonesia Health Insights Q1 2026 bertajuk “Menjembatani Kesiapan dan Tantangan Kesehatan Sepanjang Ramadan hingga Perayaan Idulfitri” melalui acara Health Talk by Halodoc yang digelar di GIOI Menteng, Jakarta Pusat. Laporan ini menyajikan analisis mendalam yang menyoroti bagaimana masyarakat beradaptasi dengan perubahan ritme hidup selama Ramadan hingga perayaan Idulfitri serta sejumlah tantangan kesehatan khas muncul sebagai bagian dari proses adaptasi tersebut. Melalui laporan ini, Halodoc mengidentifikasi adanya “Health Adjustment Gap“, sebuah kondisi di mana kesiapan tubuh seringkali tidak sejalan dengan perubahan pola hidup yang mendadak dan memicu lonjakan keluhan kesehatan spesifik secara berulang setiap tahunnya.
Fibriyani Elastria, Chief Marketing Officer Halodoc mengatakan, “Ramadan adalah periode perubahan gaya hidup paling signifikan dirasakan oleh mayoritas masyarakat Indonesia (mereka yang menjalani ibadah puasa). Melalui Indonesia Health Insights, kami ingin memberikan rujukan berbasis data dan pandangan medis, agar masyarakat lebih siap mengantisipasi gangguan kesehatan di periode krusial menjelang dan selama bulan Ramadan, serta sepanjang perayaan Idulfitri. Halodoc hadir untuk memastikan layanan kesehatan tetap tersedia kapanpun dibutuhkan, bahkan di jam-jam tidak umum seperti dini hari, menjelang jam sahur”.
Laporan Indonesia Health Insights edisi Q1 2026 menunjukkan adanya pola yang konsisten setiap tahun, contohnya di minggu terakhir sebelum memasuki bulan Ramadan, terjadi peningkatan pembelian produk kesehatan di Toko Kesehatan Halodoc, yang menunjukkan adanya upaya antisipasi gangguan kesehatan menjelang Ramadan oleh masyarakat. Diantaranya seperti peningkatan pembelian produk:
- Vitamin dan suplemen (30%)
- Obat pencernaan (15%)
- Produk kesehatan mulut dan tenggorokan (16%)
- Hingga produk kesehatan dan kecantikan kulit (19%)
Sementara itu, pada minggu pertama Ramadan, keluhan kesehatan didominasi oleh gangguan pencernaan seperti maag dan GERD, dengan lonjakan konsultasi sebesar +21% dibandingkan rata-rata mingguan sebelum puasa. Lonjakan tertinggi terjadi pada pukul 00.00–05.59, meningkat hingga +150%, bertepatan dengan waktu sahur dan mencerminkan fase ketidaknyamanan lambung saat tubuh masih beradaptasi. Puncak keluhan ini konsisten muncul di hari ketiga Ramadan selama dua tahun terakhir, menandakan bahwa fase adaptasi tubuh paling berat terjadi di awal puasa.
Menanggapi temuan tersebut, dr. Irwan Heriyanto, MARS, Board of Medical Excellence Halodoc, menjelaskan bahwa lonjakan keluhan di awal Ramadan merupakan respons alami tubuh terhadap perubahan pola makan dan tidur. “Di awal puasa, tubuh masih beradaptasi. Lambung menjadi lebih sensitif karena jam makan berubah, sementara kurang tidur dan hidrasi juga mempengaruhi sistem keseimbangan tubuh. Itulah mengapa keluhan seperti maag, GERD, dan vertigo sering muncul di waktu yang bersamaan,” jelasnya.
Tips Mengantisipasi Health Adjustment Gap dari Ahlinya
Menanggapi berbagai keluhan yang muncul di awal Ramadan, dr. Irwan menekankan pentingnya persiapan kesehatan sejak sebelum puasa dimulai.
“Keluhan di awal Ramadan umumnya muncul karena tubuh belum sepenuhnya beradaptasi dengan perubahan pola makan dan hidrasi. Karena itu, persiapan sebaiknya dimulai sejak sebelum puasa dengan meningkatkan asupan serat dan cairan. Selama Ramadan, jaga pola makan yang teratur dan bertahap saat sahur dan berbuka, awali dengan air putih, pilih makanan seimbang yang mengandung protein, karbohidrat kompleks, dan serat, serta batasi makanan berlemak, pedas, dan berkafein. Asupan cairan juga penting dijaga secara bertahap antara berbuka dan sahur, misalnya dengan pola minum 2-4-2, untuk membantu mencegah dehidrasi dan gangguan pencernaan,” ujar dr. Irwan.
Bagi keluhan vertigo dan radang tenggorokan yang kerap muncul di awal puasa, dr. Irwan menambahkan bahwa kualitas tidur, manajemen stres, dan hidrasi yang konsisten memegang peranan penting. Bangun tidur secara perlahan saat sahur, menghindari kopi atau teh kental, serta memilih makanan bernutrisi dapat membantu menjaga energi dan keseimbangan tubuh. Sementara itu, menjaga kelembapan tenggorokan dengan cukup minum, memilih minuman hangat, serta menghindari gorengan berlebihan dapat membantu menurunkan risiko iritasi dan infeksi selama Ramadan.
Memperkenalkan HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) by Halodoc AI
Di tengah perubahan ritme pola hidup selama Ramadan, kebutuhan akan arahan kesehatan sering kali muncul di waktu-waktu yang tidak umum, seperti tengah malam atau menjelang sahur. Menjawab kebutuhan ini, Halodoc AI menghadirkan HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) yang bisa bantu pengguna di langkah pertama saat mereka butuh arahan dan informasi kesehatan dasar.
Fibriyani menegaskan bahwa kehadiran HILDA bukan sekadar inovasi teknologi berbasis AI dan tidak menggantikan peran tenaga kesehatan atau dokter dalam memberikan layanan kesehatan, melainkan bentuk empati Halodoc terhadap pengalaman nyata pengguna selama Ramadan. “Di bulan Ramadan, banyak kebutuhan kesehatan justru muncul di saat-saat yang tidak terduga, ketika seseorang ingin cepat memperoleh jawaban, tapi belum tentu tahu harus bertanya ke siapa dan mengambil langkah apa. HILDA hadir untuk mendampingi di momen-momen itu, memberikan arahan awal yang dapat membantu pengguna mengambil bantuan medis yang tepat. Bagi kami, ini bukan soal teknologi semata, tapi tentang memastikan setiap pengguna dapat terbantu dan tidak sendirian saat menjaga kesehatan dirinya dan keluarganya, sejalan dengan misi Halodoc untuk mensimplifikasi akses terhadap layanan kesehatan,” ujar Fibriyani.
Untuk mengunduh laporan selengkapnya, kunjungi laman Indonesia Health Insights Report 2026 Q1 di website Halodoc.


