Medical Check Up untuk Lansia, Ini Rangkaian Tesnya

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Pemeriksaan fisik, medical check up untuk lansia

Halodoc, Jakarta - Semakin awal mengetahui adanya suatu penyakit, maka akan semakin cepat pula pertolongan yang bisa diberikan. Dengan begitu, penyakit tidak akan berlanjut pada tahap yang lebih serius, sekaligus mencegah pertolongan yang lebih rumit.

Itulah perlunya dilakukan medical check up, terutama bagi lansia. Lansia yang terlihat sehat pun perlu melakukan medical check up, terutama untuk memeriksa tingkat kesehatan dan kemungkinan adanya penyakit serius yang belum menunjukkan gejala.

Sebaiknya jadikan pemeriksaan kesehatan atau medical check up sebagai rutinitas yang dilakukan sedikitnya setahun sekali. Meski tidak memiliki keluhan apapun, medical check up sebaiknya tetap dilakukan. Berikut ini adalah rangkaian tes yang dilakukan saat medical check up, terutama bagi lansia:

Baca Juga: Inilah Alasan Pasangan Enggan Menjalani Cek Pra Nikah

  • Tekanan Darah. Lansia sebaiknya memeriksa tekanan darah setiap ada kesempatan, bahkan jangan menunggu sampai setahun. Saat ini bahkan tersedia alat praktis yang bisa digunakan untuk tes tekanan darah secara mandiri di rumah. Apabila kamu mengalami diabetes, penyakit jantung, penyakit hati, atau penyakit lainnya, kamu wajib memeriksakan tekanan darah secara rutin.

  • DEXA Scan. Pindai DEXA melalui rontgen atau sinar-X bermanfaat untuk meninjau kepadatan tulang. Melalui pemeriksaan ini, kamu dapat melihat risiko patah tulang, osteoporosis, atau masalah lainnya yang berkaitan dengan kesehatan tulang. Semakin bertambah usia, jaringan tulang akan melemah dan tulang juga tidak menyerap mineral dengan baik.

  • Berat Badan. Naik atau turunnya berat badan secara drastis bisa menandakan kondisi medis tertentu. Berat badan bertambah bisa berarti retensi cairan (edema), penyakit ginjal, hati, atau jantung. Sementara itu, berat badan turun dapat berarti infeksi atau kanker.

  • Pemeriksaan Darah. Usahakan untuk selalu melakukan cek darah lengkap setiap tahun. Mulai dari sel-sel darah, gula darah, kolesterol, kadar hormon, hingga kadar elektrolit.

  • Pemeriksan EKG. Pemeriksaan ini bermanfaat untuk mengecek aktivitas elektrik jantung. Dari pemeriksaan ini, kamu dapat memantau kesehatan jantung. Sebaiknya pemeriksaan EKG dilakukan kira-kira 3 tahun sekali. Namun, jika kamu memiliki penyakit jantung atau keluhan berkaitan dengan penyakit jantung, sebaiknya lebih sering lagi memeriksakan diri.

  • Kolonoskopi. Untuk mencegah gangguan pencernaan atau kanker usus, lakukan pemeriksaan kolonoskopi. Sebaiknya pemeriksaan ini dilakukan kira-kira setiap 2 tahun sekali. Apabila saat ini kamu memiliki masalah pencernaan, sebaiknya lakukan kolonoskopi.

  • Tes Mata. Proses penuaan memengaruhi kesehatan mata. Salah satu keluhan yang sering diadukan lansia adalah penglihatan berkurang atau hilang. Penyebabnya kemungkinan mata plus, glaukoma, atau katarak. Maka dari itu, sebisa  mungkin lakukan pemeriksaan mata secara rutin jika kamu mengalami gejala tertentu.

Baca Juga: Inilah 6 Penyakit yang Disebabkan Genetik

Lansia dengan gangguan penyakit tertentu atau berada pada peningkatan risiko untuk masalah kesehatan tertentu, sebaiknya lebih sering untuk memeriksakan diri pada dokter dan sebisa mungkin menjalani tes tertentu. Kamu dan dokter harus saling memutuskan rencana pemeriksaan yang cocok terkait situasi kesehatan. Kamu bisa melakukan pemeriksaan kesehatan atau medical check up oleh dokter dengan langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc. Mudah bukan? Yuk download aplikasi Halodoc sekarang!

Baca Juga: Ketahui 4 Cara Melindungi Diri dari Kanker Ovarium