• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Memaafkan atau Tidak Memaafkan Dapat Memengaruhi Kesehatan

Memaafkan atau Tidak Memaafkan Dapat Memengaruhi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh Psychology Today, disebutkan kalau pengalaman disakiti dan dikecewakan oleh orang lain dapat menyebabkan tidak hanya rasa sakit emosional dan mental, tetapi juga dapat mengakibatkan perubahan fisik.

Ini termasuk mengubah detak jantung, tekanan darah, dan respons kekebalan tubuh. Dan perubahan ini meningkatkan risiko berbagai kondisi fisik dan emosional, termasuk depresi dan penyakit jantung. Dan belajar memaafkan kesalahan orang lain dapat menurunkan tingkat stres. 

Pengaruh Sikap Memaafkan Terhadap Kesehatan

Faktanya seperti yang sudah diungkapkan sebelumnya, ketika kamu tidak memaafkan kamu adalah orang yang paling terluka. Bagaimana tidak, tiap langkahmu akan selalu diiringi kekesalan, kemarahan, kekecewaan, dan hal-hal negatif lainnya. 

Baca juga: Saling Memaafkan di Hari Lebaran, Ini 5 Manfaatnya untuk Kesehatan

Susah memaafkan akan membuat kamu mengalami hal-hal berikut ini: 

  1. Membawa kemarahan dan kepahitan ke dalam setiap hubungan dan pengalaman baru.
  2. Menjadi begitu tertutup dan dibayangi kesalahan masa lalu sehingga kamu tidak bisa menikmati hari ini.
  3. Menjadi depresi atau cemas.
  4. Merasakan bahwa hidup tidak memiliki makna atau tujuan.
  5. Kehilangan koneksi yang berharga dan menjadi pribadi yang tertutup.

Sebaliknya, jika kamu sudah melepas maaf, kamu akan mengalami ketenangan pikiran. Pengampunan dapat membuat kamu memiliki hubungan yang lebih sehat, meningkatkan kesehatan mental, mengurangi cemas, stres, dan permusuhan, menurunkan tekanan darah, meminimalisir gejala depresi, meningkatkan imun tubuh dan kesehatan jantung, serta rasa percaya diri.

Kalau kamu mengalami trauma batin dan butuh curhat dengan profesional kesehatan, jangan ragu untuk mengontak lewat aplikasi Halodoc. Dokter ataupun psikolog yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu.  Caranya, cukup download Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah.

Bagaimana Cara Memaafkan?

Memaafkan adalah suatu komitmen untuk proses perubahan yang dipersonalisasi. Untuk beralih dari rasa sakit dan kecewa ke sikap memaafkan, kamu dapat memulainya dengan tahapan ini:

Baca juga: Konsumsi Smoothies Hijau, Tren Gaya Hidup Sehat Masa Kini

  1. Kenali nilai pengampunan dan bagaimana hal itu dapat meningkatkan kehidupanmu.
  2. Identifikasi apa yang perlu disembuhkan dan siapa yang perlu diampuni dan untuk apa.
  3. Pertimbangkan untuk bergabung dengan kelompok pendukung atau menemui profesional kesehatan.
  4. Akui emosimu tentang luka yang kamu alami dan bagaimana itu memengaruhi perilakumu. Berusahalah untuk melepaskannya.
  5. Keluar dari pikiran kalau kamu adalah korban.

Memaafkan bisa menjadi tantangan dan kamu bisa melatihnya dengan cara mengembangkan empati. Empati adalah menempatkan diri pada “sepatu” orang lain alias melihat situasi dari sudut pandang orang lain. 

Tanyakan kepada diri sendiri mengapa dia berperilaku sedemikian rupa. Mungkin kamu akan bereaksi sama jika menghadapi situasi yang sama. Renungkan saat-saat kamu telah menyakiti orang lain dan mereka yang telah memaafkanmu.

Menulis dalam jurnal, berdoa atau menggunakan meditasi tau berbicara dengan seseorang yang kamu anggap bijak, dan tidak memihak akan membuatmu semakin memahami arti memaafkan. Sadarilah bahwa memaafkan adalah suatu proses, bahkan luka kecil mungkin perlu ditinjau kembali dan dimaafkan berulang kali.

Apakah itu berarti kamu harus menjalin hubungan dengan orang yang kamu maafkan? Jawabannya adalah tidak selalu, apalagi ketika orang tersebut perilakunya tidak berubah. Membuat orang lain mengubah tindakan, perilaku, atau kata-katanya bukanlah tujuan dari memaafkan. Pikirkan bagaimana memaafkan dapat mengubah hidupmu dan membawa kedamaian, kebahagiaan, serta penyembuhan emosional dan spiritual. 

Referensi:
Psychology Today. Diakses pada 2020. Forgiving and Not Forgiving Can Both Affect Your Health.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Forgiveness: Letting go of grudges and bitterness.