• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Memahami Lebih Jauh Tentang Rangka Manusia

Memahami Lebih Jauh Tentang Rangka Manusia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Memahami Lebih Jauh Tentang Rangka Manusia

“Rangka adalah struktur kesatuan besar dalam tubuh manusia yang berfungsi sebagai alat gerak sekaligus penopang tubuh. Tidak sampai di situ saja, rangka memiliki sejumlah fakta lainnya yang menarik untuk di simak. Berikut ini fakta rangka manusia selengkapnya.”

Halodoc, Jakarta – Terbuat dari apakah sistem rangka? Apa yang dilakukan sistem rangka dalam tubuh manusia? Sederhananya begini, kerangka adalah rangkaian tulang dan sendi yang terbentuk menjadi struktur tubuh manusia. Kerangka juga berguna sebagai penopang, dan alat utama fungsi gerak tubuh. Sistemnya sendiri mencakup lebih dari 200 tulang, tulang rawan, dan ligamen. Berikut ini fakta rangka manusia menarik lainnya.

Baca juga: Tumbuh Tulang Baru di Tubuh, Berbahayakah?

1. Sistem Rangka Terdiri dari Tulang

Fakta rangka manusia yang pertama adalah, terdiri dari 206 tulang dan 32 gigi. Kerangka manusia juga termasuk ligamen dan tulang rawan. Ligamen sendiri merupakan pita jaringan ikat padat dan berserat yang menjadi kunci fungsi sendi. Tulang rawan lebih fleksibel daripada tulang, tetapi lebih kaku daripada otot. Tulang rawan membentuk struktur pada laring dan hidung. Tulang ini juga ditemukan di antara tulang belakang dan ujung tulang, seperti tulang paha.

2. Kerangka Orang Dewasa Terdiri dari 206 Tulang

Tulang-tulang ini tersebut memberikan struktur, perlindungan, dan alat gerak tubuh yang utama. Tulang membentuk struktur, seperti tengkorak yang melindungi otak dan memberi bentuk pada wajah. Sangkar toraks yang mengelilingi jantung dan paru-paru. Kolom vertebral atau tulang belakang yang dibentuk oleh lebih dari 30 tulang kecil. Kemudian, tulang yang membentuk anggota badan atas dan bawah, juga tulang pinggang.

3. Kerangka Melindungi Organ Vital

Otak dikelilingi oleh tulang-tulang yang membentuk tengkorak. Tulang rongga dada yang melindungi jantung dan paru-paru. Sedangkan tulang vertebral, menyediakan struktur dan perlindungan bagi sumsum tulang belakang.

4. Interaksi antara Rangka, Otot, dan Saraf Menggerakkan Tubuh

Fakta rangka manusia selanjutnya adalah adanya interaksi antara rangka, otot, dan saraf untuk menggerakkan tubuh. Otot di seluruh tubuh manusia melekat pada tulang. Saraf di sekitar otot akan memberi sinyal pada otot untuk bergerak. Ketika sistem saraf mengirimkan perintah ke otot rangka, otot berkontraksi. Kontraksi itu menghasilkan gerakan pada persendian antar tulang.

5. Tulang Dikelompokkan menjadi Kerangka Aksial dan Apendikular

Tulang rangka apendikular memfasilitasi gerakan, sedangkan tulang rangka aksial melindungi organ dalam. Semua struktur kerangka yang termasuk dalam kerangka apendikular, yaitu tulang belakang dan tungkai. Sedangkan yang termasuk dalam kerangka aksial, yaitu tengkorak, kolom vertebral, dan sangkar toraks.

Baca juga: 8 Penyakit yang Bisa Menyerang Sendi dan Tulang

6. Tulang Dapat Diklasifikasikan Menjadi Lima Jenis

Tulang dari sistem kerangka manusia yang dikategorikan berdasarkan bentuk dan fungsinya terbagi menjadi lima jenis, yaitu:

  • Tulang paha adalah contoh tulang panjang.
  • Tulang frontal adalah tulang pipih. 
  • Patela, yang juga disebut tulang penutup lutut, adalah tulang sesamoid. 
  • Karpal (di tangan) dan tarsal (di kaki) adalah contoh tulang pendek.

7. Beberapa Tulang Menghasilkan Sel Darah Merah

Sumsum tulang adalah salah satu jenis tulang yang menghasilkan sel darah merah. Pada orang dewasa, sumsum tulang merah terletak di bagian tulang tengkorak, tulang belakang, tulang belikat, tulang dada, tulang rusuk, panggul, dan di ujung epifisis tulang panjang.

8. Beberapa Sendi Tidak Bergerak atau Sangat Sedikit Bergerak

Fakta kerangka manusia selanjutnya adalah beberapa sendiri dalam tubuh tidak bergerak, datau sangat sedikit bergerak. Salah satu cara untuk membuktikannya adalah dengan rentang gerak. Kerangka yang tidak dapat digerakkan, termasuk tengkorak, dan sendi yang terletak di antara tulang rusuk pertama dan tulang dada.

Sendi yang hanya memiliki sedikit ruang gerak, seperti sendi distal antara tibia (tulang kering) dan fibula (tulang yang terletak di samping tulang kering). Sedangkan sendi yang memiliki banyak ruang gerak, yaitu bahu, pergelangan tangan, pinggul, dan pergelangan kaki.

9. Bayi Memiliki Lebih Banyak Tulang Dibandingkan Orang Dewasa

Fakta rangka manusia yang terakhir adalah, bayi memiliki lebih banyak tulang kerimbang orang dewasa. Faktanya, kerangka bayi memiliki hampir seratus tulang lebih banyak daripada orang dewasa. Pembentukan tulang dimulai pada usia kehamilan sekitar tiga bulan dan berlanjut setelah lahir hingga dewasa. Contoh beberapa tulang yang menyatu dari waktu ke waktu menjadi satu tulang adalah sakrum. Sakrum sendiri merupakan tulang yang menyerupai segitiga atau kurva, yang terbentuk dari 5 tulang belakang yang menyatu.

Baca juga: Ini 5 Fungsi Tulang Kering untuk Tubuh

Itulah penjelasan selengkapnya mengenai fakta rangka manusia. Jika ada hal yang ingin ditanyakan seputar penjelasan tersebut, kamu bisa diskusikan langsung dengan dokter di aplikasi Halodoc, ya.

Referensi:
Visible Body. Diakses pada 2021. 10 Facts about the Skeleton: An Overview of the Skeletal System.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. Skeletal System.
Britannica. Diakses pada 2021. human skeleton.